Tips-sederhana penulisan artikel nonfiksi

Menulis artikel nonfiksi sebenarnya jauh lebih mudah ketimbang fiksi (cerpen, novel, dst). Kiat dasarnya cukup sederhana. Kita hanya membutuhkan “bahan dasar” sebagai berikut:

  1. Ide
  2. Berpikir sistematis
  3. Data (ini cukup relatif, karena ada juga artikel yang bisa ditulis tanpa harus mencari data)
  4. Fokus pada masalah. Jangan suka melebarkan topik ke mana-mana.
  5. Satu alinea = satu ide.

Jika kelima poin ini sudah kita miliki, maka Insya Allah menulis nonfiksi bisa menjadi pekerjaan yang sangat mudah.Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari contoh sederhana ini.

1. Ide

Ide itu ada di mana-mana. Kali ini, kita mengambil contoh ide yang sederhana saja, yakni: “saya ingin membaca buku sebanyak-banyaknya, tapi saya tidak punya waktu dan tidak punya uang untuk membeli buku yang banyak.”

Nah, ini adalah ide yang cukup bagus dan bisa kita angkat menjadi sebuah tulisan. Di dalam ide ini terdapat sebuah masalah yang dapat kita kembangkan nantinya.

2. Berpikir sistematis

Setelah idenya ketemu, saatnya kita berpikir sistematis. Menurut saya, berpikir sistematis ini penting sekali. Salah satu kegagalan para penulis pemula adalah: mereka belum terbiasa berpikir secara sistematis. Akibatnya, mereka punya ide, tapi bingung harus mulai dari mana, bagaimaan cara mengembangkannya, dan seterusnya. Karena itu, kalau kita ingin jadi seorang penulis nonfiksi yang berhasil, cobalah mulai berlatih berpikir sistematis. Begitu ada ide, kita analisis dia secara runut, poin per poin, langkah demi langkah.

Dari contoh di atas, mari kita coba mengembangkannya berdasarkan pemikiran yang sistematis:

  1. Saya berpendapat bahwa membaca itu sangat penting. Karena itu, saya harus membaca buku sebanyak-banyaknya. Tapi saya punya kendala nih.
  2. Kendala #01: Saya tak punya waktu yang banyak. Saya kan sibuk, banyak kerjaan, dst…
  3. Kendala #02: Uang saya terbatas, sehingga saya tidak bisa membeli buku yang banyak.
  4. Alternatif pemecahan masalah:
    • Pinjam di perpustakaan.
    • Pinjam buku ke teman. Perluas pergaulan sehingga makin banyak teman yang bisa meminjamkan buku.
    • Membaca ketika dalam perjalanan.
    • Membaca di sela-sela tugas kantor.
    • Sering-sering browsing di internet.
    • Dan seterusnya.
  5. Pembahasan terhadap “alternatif pemecahan masalah”:
    • Tentang pinjam di perpustakaan: Wah, tidak bisa! Saya juga tak punya waktu untuk minjam ke perpustakaan. Lagipula, saya seringkali belum membaca bukunya, padahal sudah saatnya dikembalikan lagi.
    • Tentang pinjam ke teman: wah, teman saya sedikit. Saya kan orangnya kuper.
    • Dan seterusnya…
  6. Pemecahan masalah secara menyeluruh.
  7. Kesimpulan

Nah, dari sistem berpikir sistematis tersebut, kita sudah menemukan KERANGKA KARANGAN. Ya, kerangka karangan ini sangat penting, karena dari sini kita bisa mengembangkan tulisan. Kerangka tulisan ini bisa kita tulis di kertas, atau cukup disimpan di kepala saja. Terserah kita memilih yang mana, tergantung kebiasaan dan kemampuan masing-masing.

3. Data

Alangkah bagusnya jika tulisan ini kita lengkapi dengan data pendukung. Misalnya: berapa koleksi buku yang telah saya miliki, berapa rata-rata harga buku. Dari total penghasilan saya, berapa rupiah yang dapat saya sisihkan untuk membeli buku. Dan seterusnya. Data ini akan membuat tulisan kita lebih “kaya”.

4. Fokus. Jangan melebarkan topik

Nah, ini adalah masalah yang seringkali tidak kita sadari ketika menulis. Sebab, kita merasa bahwa apa yang kita tulis masih berhubungan dengan tema utamanya, padahal sebenarnya tidak terlalu berhubungan, dan tidak perlu dibahas.

Misalnya begini:
Ketika menulis tentang ide di atas (kendala saya dalam membaca buku), kita tanpa sadar membahas tentang “gerakan gemar membaca yang dicanangkan pemerintah.” Kita uraikan tema ini panjang lebar, ditambah berbagai data penunjang.

Hm, kalau tema ini dibahas sekilas saja, mungkin tidak terlalu masalah, karena justru bisa menjadi penguat argumen kita bahwa membaca itu memang sangat penting. Dan memang, tema “gerakan gemar membaca” ini masih berkaitan erat dengan ide yang sedang kita tulis. Masalahnya adalah, jika kita mulai membahas tema tambahan ini secara panjang lebar, tulisan kita menjadi tidak fokus lagi. Di dalamnya sudah ada dua tema besar yang sama-sama kuat. Dan pembaca nantinya akan bingung, “si penulis ini sebenarnya sedang membahas apa, sih?”

5. Satu ide dalam satu alinea/paragraf

Ini sebenarnya sudah kita ketahui bersama, karena sudah diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia sejak SD. Tapi mungkin kita sudah lupa atau kurang membiasakan diri.

Untuk jadi penulis yang baik, menaati asas “satu ide satu alinea” itu sangat penting, dan sangat membantu kita untuk bisa fokus pada ide utama tulisan, untuk membuat tulisan yang sistematis. Kalau asas ini kita langgar, bisa saja idenya berloncatan dari sana ke mari. Ide A sudah dibahas di alinea 1, eh.. dibahas lagi di alinea 7. Ide B dibahas bersama ide A di alinea 1, lalu ide B muncul lagi di alinea 9. Demikian seterusnya. Kan jadi mumet membacanya!

Untuk membuat tulisan yang menaati rumus “satu alinea = satu ide”, sebenarnya sangat mudah, dan juga sudah kita dapatkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia ketika SD dulu. Caranya: Buatlah satu kalimat sebagai kalimat pokok. Lalu buat kalimat-kalimat lainnya sebagai penjelasan atau pengembangan dari kalimat pokok ini.

Contoh:

Membaca buku adalah pekerjaan wajib bagi setiap penulis. Tanpa membaca, tulisan mereka akan kering, tidak kaya karena miskin referensi. Semakin banyak membaca buku, maka semakin banyak bahan atau ide yang didapatkan oleh si penulis.

Kalimat pokok pada alinea di atas adalah “Membaca buku adalah pekerjaan wajib bagi setiap penulis.” Selebihnya hanyalah penjelasan atau pengembangannya.

Berikut adalah contoh alinea yang jelek karena di dalamnya terdapat lebih dari satu ide.

Membaca buku adalah pekerjaan wajib bagi setiap penulis. Selain itu, penulis juga harus pintar-pintar mencari inspirasi. Inspirasi itu datangnya bisa dari mana saja. Dengan membaca, penulis akan mendapat inspirasi yang banyak. Kalau inspirasi Anda sedang macet, cobalah berdiskusi dengan teman-teman Anda.

Coba Anda perhatikan. Alinea ini sangat tidak fokus pada satu ide, dan terkesan seperti ringkasan deri sebuah tulisan yang panjang. Hindarilah teknik penulisan yang seperti itu.

* * *

Nah, menurut saya, inilah tips utama dalam menulis karya nonfiksi. Selanjutnya, yang dibutuhkan hanyalah latihan dan penambahan jam terbang.

Sebagai referensi tambahan, kamu dapat menyimak artikel Guide to writing basic essay. Berikut ringkasannya:

These simple steps will guide you through the essay writing process:

  • Decide on your topic.
  • Prepare an outline or diagram of your ideas.
  • Write your thesis statement.
  • Write the body.
    - Write the main points.
    - Write the subpoints.
    - Elaborate on the subpoints.
  • Write the introduction.
  • Write the conclusion.
  • Add the finishing touches.

Ok deh, semoga bermanfaat dan maaf bila tidak berkenan.Jonru

26 Responses to “Tips-sederhana penulisan artikel nonfiksi”

  1. daengrusle.com » Blog Archive » Belajar Menulis, Belajar Menjadi Abadi Says:

    [...] ilmu menulis dengan baik. Disini, anda bisa menemukan banyak kiat menulis dengan baik. Mulai dari tips menulis non-fiksi, kiat menggali dan mengembangkan ide tulisan, membangun karakter tokoh dalam cerita fiksi, hingga [...]

  2. Nuraviana Khuriyyah Says:

    Terima kasih, sangat membantu bagi saya

  3. sukma Says:

    Kalau saya satu minggu tidak ke toko buku sangat aneh bagi teman-teman. Mereka kadang heran apa buku yang saya beli itu dibaca semua atau hanya untuk pajangan.Padahal dengan buku-buku tersebut saya bisa menghilangkan stress lho. Kalau nggak punya duit saya mending berburu di internet lalu saya print mana yang saya perlukan saja.
    Dari dulu saya pengin banget nulis kejadian- sehari-hari yang saya lihat selama perjalanan berangkat-pulang kantor atau kemanapun saya mengadakan perjalanan.
    Tapi anehnya kok nggak pernah berani memulainya………..
    Bagaimana ya rasanya kok “cuma berhenti di angan-angan melulu” . Pernah sih nyoba, tapi jadinya ngelantur banget ya.
    Bagaimana ya menurut teman-teman ?
    Kasih dong masukan.
    Saya seorang ibu dengan tiga putra-putri yang kebetulan semua gila baca (termasuk ayahnya) sampai kalau ada tamu ke rumah pasti heran melihat begitu banyak buku dgn bermacam jenis (tapi rapi lho )
    Tolong dong sarannya, terima kasih ya …..

  4. Aldy.A Says:

    Bagimana jika Ibu mencoba mengisi diary. Dengan terbiasa menulis diary kita akan terbiasa menulis. Karena diary sendiri adalah tempat untuk melepaskan beban angan-angan yang ada di pikiran kita.
    Ah….. enak sekali ketika semua emosi kita tempatkan pada buku diary. Tidak terikat uang. tidak terikat waktu. tidak terikat segala hal. Dan yang lebih penting catatan itu hanya kita yang tahu. Mengalir begitu saja. Karena fungsi diary disini hanya sebagai pelepas beban emosi kita.

    Ada kejadian ini, kok sepertinya kita tidak setuju… seharusnya begini…begini…. kita tulis saja di diary. Daripada emosi meluap-luap tidak pada tempatnya.
    Mending diary aja tempat menulis

    Diary akan menorehkan sejarah kita.
    eksistensi kita hidup di dunia ini.
    diary akan mengaktualisasikan diri kita.

    Coba mulai dari yang terkecil dulu bu……
    MENULIS DIARY!

    Kembangkan tulisan kita!
    Rasakan aliran emosi kita!
    Rasakan degub nafas tulisan kita!

    Jangan pikirkan tulisan kita akan dimuat!
    Jangan takut salah!
    Tulis!
    Tulis!
    Tulis!
    Tulis!

    Tuliskan apa yang menyesakkan pikiran kita..
    Karena inilah hebatnya diary.

  5. henny listyowati Says:

    salam kenal,

    saya bersyukur dapat bergabung di situs ini, dan telah menemukan banyak sumber dan inspirasi yang semakin memotivasi saya untuk giat menulis

    terima kasih

  6. anep paoji Says:

    Ada beberap apengalaman yang seringkali dihadapi para penuls pemula. Di antaranya, terlalau merasa bahewa tulisannya snagat bagus dan pantas untuk diterbitkan. PAdahal menurut redakdi (kebetulan saya sebagai redaktur di media lokal) tulisannya tidak ada ada pa-apa nya.
    Itu tadi, idenya melantur, tidak fokus dan tidak berdasarkan logika cerita.

  7. Ahmad F. Says:

    minta ijin nge”save” halaman webx ya. . . pasti boleh kan?(^_^)’
    thanx b4 . . !

  8. trie Says:

    disini saya banyak menemukan ilmu tentang menulis,semoga dapat saya praktekkan.terima kasih

  9. Mustakim Says:

    Wah, menarik sekali tulisan-tulisannya. Sangat inspiratif. Kadang kita baru menyadari diusia kita sekarang ini tentunya sudah begitu banyak pengalaman hidup yang dapat kita bagi dengan orang lain dengan menuangkannya dalam tulisan. Beigu banyak ide yang bisa digali dari apa yang kita alami, amati, dengar dan rasakan. Perlu dicoba dan harus..

  10. ica Says:

    thx buanget ya bt tipznya…
    bermanfaat bgt bt q..
    sy dah lama pengen nulis artikel gt tapi sy bingung mzt mulai dari mana, bs dibantu ga??
    awalnya tuh gimana???trz bt pemula sebaiknya buku apa yang hrz sy baca yaa…
    kasih tau yaaa…
    kirim lwt e-mail saya ajah…
    thx bgt sblmnya…

  11. ica Says:

    bagi para pembaca…
    tlng dunkz bantu saya…
    kirim di e-mail sa yaa…
    ca_chubyniezt@yahoo.com
    thx yaa…

  12. ira Says:

    ok juga tulisannya, aku jd terinspirasi bwt nulis

  13. sulist Says:

    salam kenal bwd semua!!
    dg gabung d sini banyak bgd manfaat yg ku dpt.
    ku seoarg yg baru mulai bljr menulis.awal,,sekali!
    trs terng untuk sllu gabung di sini g bs setiap wktu.ku hrs ke net dulu.
    butuh dana operasional lebih.
    ku tggl d daerh yg bs d bilng msh p’desaan jd fasilitas blm lgkp.
    ku ingin dpt materi2 ttg cr menulis…serta info lain spt yg dsini.
    ku butuh bantuan dari tmn2 semua.gmn cr agar motivasi ku utk menulis ttp ad,
    walaupun hambtn itu bgt besar.
    tlg bLz ke email ku aj y
    sulist_tya_08@yahoo.com

  14. Gita Says:

    tanks banget buat belajarMenulis.com, aku bener-bener seneng bisa dibantu untuk dibangkitkan rasa pengetahuan dan percaya diri ku yang tadinya aku pikir udah ilang kemana-mana…

    sukses….!!

  15. Wasi Says:

    Terima kasih dengan tip penulisan ilmiah. Namun saya telah lama menjadi guru, serasa sulit dalam mengembangkan paragraf perparagraf sehingga padu dan memenuhi aspirasi pembaca. Kadang ide terus mengalir tetapi tidak dapat disajikan dalam alinea yang runtut.

  16. andiri Says:

    saya baru aja gabung disini, dan isinnya sangatlah bagus buat kita2 yang ingin menjadi penulis. terima kasih semoga ilmu yang bapak/ibu tularkan mendapatkan pahala ….amin

  17. Opick Says:

    Askum.. Lam kenal smua..
    Menulis memang sangat penting bagi kehidupan kita karna lewat menulis kita akan mampu mengenal diri kita sendiri

    “temui aku sahabat di setiap untaian kata yg ku tulis”

    Orang juga bilang :
    “Menulis dan menulislah agar orang tau bahwa engkau pernah hidup”

  18. "Menulis dan menulislah agar orang tau bahwa engkau pernah hidup" Says:

    Pamit.. Hehe

  19. noura Says:

    Terimaksih atas tipsnya…

    Membuat saya dan beberapa orang lain yg membaca artikel di situs ini berani untuk memulai menulis. Tidak ada salah dan benar atas tulisan yang akan kita tulis. Yang tidak benar adalah ketika kita tidak pernah menulisnya, kita tidak pernah tahu jawabannya.

    Budayakan ‘budaya tulis’…

  20. Rendi Says:

    Terima kasih atas sumbangan ilmu dan pemikirannya,
    bwt yang belum bergabung saran saya segera bergabung, dijamin nyesel kenapa ga dari dulu..

  21. Skylashtar Says:

    Eh, eh, kalau menulis non-fiksi itu lebih gampang daripada menulis fiksi, kok saya nggak bisa-bisa nulis artikel ya sampai sekarang? :D, dasar males latihan aja kok. Enak banget yah tips nya, disertai dengan contoh dll. Jadi lebih gampang ngertinya. Hatur nuhun :D

  22. bangmufid Says:

    Tips yang bagus dan simple
    saya mohon izin, tipsnya saya copy ke blog saya, boleh khan?

    terima kasih banyak

    Salam

  23. bayu batak Says:

    mantap kali bos…kasi lagi lah pelornya buat ku untuk jadi penulis fiksi T O P

  24. oksadesfira Says:

    maksih tips nya bagus banget..buat dicoba..
    n tetap menulis.. ^^

  25. ammadis Says:

    Artikel nya ringan dan enak dibaca…Aku suka gaya penuulisannya…(wong penulis yaa…)

    Sukes selalu…!

  26. Jamaludin Malik Says:

    Sy ingin sekali bisa jd penulis,lancar menuangkan ide dlm tulisan,tapi seringnya sy susah mengeksplor-nya,.tmn2 yg dh pnya Pngalamn n problem sama dg sy, kasih saran dunk….

Leave a Reply