Terlalu Dini untuk Menulis Novel?

Halo Mas Jonru,
Saya Andri, 20 thn. Kalau di usia saya menerbitkan sebuah novel, apakah tidak terlalu dini? Apakah nantinya saya hanya akan buang-buang uang dan tenaga saja?

Pengirim: Andri (20 tahun, Mahasiswa, Jakarta)

====================
JAWABAN JONRU
====================

Andri yang baik….

Pertanyaan Anda ini bertolak belakang dengan apa yang pernah ditanyakan oleh Ero. Dia bertanya apakah dia sudah terlalu tua untuk mulai menulis, sedangkan Anda bertanya apakah Anda masih terlalu dini. Usia kalian hanya berbeda 2 tahun :)

Sebagai perbandingan saja, penuilis cilik Izzati mulai menerbitkan novel ketika usia dia masih 8 tahun. Selain Izzati, masih ada beberapa penulis cilik lainnya yang berprestasi lebih kurang sama.

Saya kira, apa yang Anda - dan Ero - khawatirkan sangat tidak beralasan. Berapapun usia Anda, itu bukan penghalang untuk menulis. Yang penting Anda tetap bersemangat, mau bekerja keras dan konsisten dalam berjuang.

Tentu saja, Anda tidak akan membuang waktu bila yang dikerjakan adalah sesuatu yang bermanfaat. Soal buang uang, tentu tidak juga bila Anda menawarkan naskah tersebut ke penerbit. Sebab dalam penerbitan buku, si penerbitlah yang menanggung semua biaya. Walaupun misalnya Anda rugi uang ketika memperjuangkan sesuatu, saya kira itu bukan rugi. Itu sebenarnya adalah investasi, atau anggap saja sebagai “biaya kuliah”. Bila Anda gagal, tentu banyak pelajaran berharga yang Anda dapatkan, bukan? Nah, pelajaran berharga ini jauh lebih besar nilainya dari harta apapun.

Tapi kalau bisa, memang kita harus mengupayakan agar tidak pernah rugi.

Oh ya, bila Andri ingin belajar lebih banyak soal penerbitan buku, coba baca buku saya, “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”. Info selengkapnya, klik di sini.

Oke deh, semoga bermanfaat, ya :)

Salam sukses untuk Anda!

Jonru

PENTING:

  1. Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik DI SINI untuk mengirim pertanyaan.
  2. Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi komentar di bawah ini. Namun Ingat: Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan konsultasi. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar penulisan, silahkan DI SINI.
  3. Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online.

3 Responses to “Terlalu Dini untuk Menulis Novel?”

  1. K Says:

    berarti aku gk terlalu muda dong?! yes!
    (umur aku 12 taon)

  2. R Says:

    Kalo 5 taun ga kan? ( it’s me )

  3. Rohmadi Says:

    Bapak guru SMO yang dirahmati Allah SWT

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Segala puji hanya milik Allah SWT yang maha perkasa atas segala potensi kehidupan manusia,alam semesta dan fenomena alam semesta. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad Saw selaku sebagai Rasulullah kekasih zat yang maha kuasa yang selalu membawa pesan yang indah dalam karya sastra. Kemudian buat para keluarga dan para sahabat serta para pengkutnya yang senantiasa menlancarkan kebangkitan peradaban hingga akhir zaman.

    Berawal untuk belajar menulis mengikuti SMO,saya mohon maaf baru mengaktifkan mencoba blog SMO dalam “belajar menulis”. Sebelumnya saya selalu belajar menulis melalui “start a new topic” ternyata belum ada komentar dari guru dalam memberikan gagasan perbaikan “curahan mutiara” yang saya coba untuk melestarikan kehidupan Islam.

    saya berusaha memahami “karya besar” hidup untuk menyerahkan usahanya kepada zat yang Maha Kuasa kehidupan,baik sedih dan bahagia,sakit dan sehat hanya “ingin berjumpa” dengan Allah SWT pada akhir zamannya. Saya tertarik hal ini mengkaji perjalanan “pionir-pionir” kekasih Allah SWT dan para intelektual muslim sekaligus pemimpin yang Rasulullah Saw menyebutnya sebagai pewaris menjelajah suksesnya menggapai kebangkitan hidupnya jiwa pribadi dan masyarakat,saya mengikuti “pergerakkan” mereka.

    Sayyid Qutb dalam wacana kehidupan pemirkiran dakwah Islam,saya mengikuti “surat cinta” Allah SWT untuk menciptakan generasi manusia yang terbaik (khairu ummah) bahwa seorang “pionir” melaksanakan pendidikan dan kebangkitan peradaban dilakukan beliau. Hal ini melalui pemikiran dan jiwanya yang selalu terikat dengan “surat cinta” Allah SWT yang seringkali membawa perubahan masyarakat yang hebat dan mahir menggapai keridaan Allah SWT. Sikap keridhaan-Nya terlihat mendasarkan kepada firman-Nya melalui mu’jizat nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk jalan.

    Selain pemkir dalam wacana fenomena kehidupan,ternyata secara bahasa yang menyampaikan kepada masyarakat yang tinggi. Bahasa yang tinggi itu saya memandang bahwa semua pola pikir dan jiwannya mengikuti gaya bahasa sastra dari Allah SWT. Bahkan,sayid Qutb pernah menuliskan sastra yang berupa roman percintaan. Biasanya, ketika kita membahas kondisi masalah “cinta” akan menjernihkan hubungan antara kaum laki-laki dan wanita agar tercerahkan “kebenaran” sesuai idiologi Islam. Hal yang paling faktual bergelora dalam perjuangan indah melanjutkan kehidupan Islam,beliau melalui karya tafsir al-Qur’an yang berusaha menggagas kehidupannya sesuai dibawah naungan alqur’an.

    (insya Allah saya sambung)
    ***

    Bapak Jonru dan semua yang mengelola SMO, saya mohon maaf baru aktifan melalui ini. Biasanya saya baru coba lewat menjawab ketika ada kiriman dari sahabat yang mendapatkan belajar menulis di SMO. Ketika saya menulisnya,saya belum ada perkembangan,dengan mencoba ini semoga saya bisa langsung berkomunikas kepada anda semua. Jjazakallah khair atas kebaikan “mencerdaskan” ,semoga Allah SWT membalasnya kepada anda semua…

    Dari siswa SMO yang dulu pertama di Bekasi

    Rohmadi

Leave a Reply