Tentang Jumlah Halaman

Berapa jumlah halaman tulisan yang baik untuk novel dan artikel?

Pengirim: Ari (27 tahun, Mahasiswa, Makassar)

=================
JAWABAN JONRU
=================

Mas Ari yang baik,

Masalah jumlah halaman suatu tulisan, sebenarnya itu sangat relatif dan merupakan “hak prerogratif” dari masing-masing media atau penerbit.

Untuk lebih jelasnya, akan saya uraikan satu-persatu, ya.

1. Media cetak (koran, majalah, tabloid)

Setiap media cetak biasanya punya keterbatasan jumlah halaman. Misalnya, untuk rubrik opini, jatah yang disediakan adalah satu halaman untuk tiap edisi. Setelah dihitung berdasarkan pengetikan MS Word, jatah satu halaman ini setara dengan (ini hanya misalnya lho…) 5 halaman kuarto, ketik 1,5 spasi, huruf times new roman ukuran 12. Maka, dalam menerima artikel jenis opini, si media cetak in menetapkan kriteria:

“Naskah opini yang dikirim haruslah maksimal 5 halaman kuarto, ketik 1,5 spasi, huruf times new roman ukuran 12″.

Setiap media cetak tentu punya kondisi yang berbeda-beda, sehingga aturan teknis yang mereka tetapkan mengenai jumlah halaman ini pun berbeda-beda.

2. Media online (website)

Untuk media online, masalah “keterbatasan halaman” sama sekali tidak berlaku. Anda bisa memuat naskah yang sepanjang apapun, tak ada batasan. Hanya saja, demi kenyamanan pembaca dalam menikmati tulisan Anda, sebaiknya tulislah artikel yang singkat saja, jangan terlalu panjang. Tulisan yang terdiri dari 4 hingga 8 paragraf biasanya cukup ideal untuk halaman website.

3. Penerbit buku

Penerbit buku juga tidak mengenal masalah “keterbatasan halaman”. Jadi bila Anda hendak menerbitkan novel atau buku jenis apapun, tidak ada batasan tentang jumlah halaman ini. Biasanya, batasan jumlah halaman pada buku hanya diatur karena pertimbangan marketing. Semakin tebal suatu buku, maka harga jualnya pun akan semakin tinggi. Bila harga jual terlalu tinggi, si penerbit tentu berpikir apakah buku tersebut akan bisa laku. Bila jumlah halamannya terlalu tipis, diperkirakan tidak ideal dari segi profit. Bila ada buku yang sangat tebal, misalnya sampai 500-an halaman, biasanya penerbit mencetaknya dengan kertas koran agar harga jualnya bisa ditekan.

* * *

Dari penjelasan di atas, saya yakin Mas Ari sudah paham, bahwa untuk masalah jumlah halaman ini, akan lebih baik bila kita bertanya langsung kepada media atau penerbit yang bersangkutan. Sebab masalah seperti ini merupakan hak prerogratif mereka.

Bila ada orang yang bertanya kepada seorang penulis, “Artikel biasanya berapa halaman?”, lalu dia menjawab, “Lima halaman” misalnya, menurut saya itu jawaban yang kurang tepat. Sebab seperti yang sudah saya sebutkan di atas, jawaban untuk pertanyaan seperti ini sebenarnya sangat relatif, tergantung dari kebijakan masing-masing media/penerbit.

Sebagai tambahan referensi, Mas Ari bisa membaca sebuah tulisan saya yang terkait dengan topik kita ini. Silahkan klik DI SINI.

Oke deh, semoga bermanfaat, ya….

Salam sukses untuk Anda!

Jonru

PENTING:

  1. Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik DI SINI untuk mengirim pertanyaan.
  2. Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi komentar di bawah ini. Namun Ingat: Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan konsultasi. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar penulisan, silahkan DI SINI.
  3. Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online.

Leave a Reply