Perlukah Surat Pengantar dalam Mengirim Naskah?
Saya ingin mengirimkan cerpen saya. Tapi seperti yang saya pernah dengar, katanya harus menggunakan surat pengantar dulu. Surat pengantar itu seperti apa bentuknya? Bahasanya bagaimana? Apa itu seperti surat resmi yang harus ada kepala surat segala? Terima kasih atas perhatiannya.
Pengirim: Rey (18 tahun, Mahasiswi, Pontianak)
=================
JAWABAN JONRU
=================
Rey yang baik,
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya akan coba menggunakan sebuah analogi, ya.
Misalkan Rey adalah sekretaris di sebuah perusahaan. Suatu hari, ada seseorang tak dikenal yang menghampiri meja Rey. Tanpa bicara sedikit pun, dia menaruh sebuah amplop di atas meja, lalu pergi begitu saja, masih tanpa bicara sedikit pun.
Bila menghadapi kondisi seperti ini, bagaimana perasaan Rey? Mungkin jengkel, tersinggung, bahkan merasa tidak dihargai. Benar, kan?
Nah, surat pengantar memiliki konteks seperti itu. Sebenarnya tak ada aturan bahwa pengiriman naskah ke media harus menggunakan surat pengantar. Tapi untuk menjaga etika, tak ada salahnya bila kita menyertai naskah dengan sebuah pengantar yang isinya ramah dan akrab.
Karena tidak wajib, sebenarnya tidak ada aturan pula mengenai format surat pengantar. Intinya adalah: Bagaimana cara membangun komunikasi yang akrab dan saling menghargai antara kita sebagai penulis dengan redaktur media tersebut.
Berikut adalah saran saya dalam menulis surat pengantar (tapi jangan ditelan mentah-mentah, silahkan Rey berkreasi sendiri, ya…).
1. Tulislah dengan bahasa yang akrab namun tetap wajar. Jangan lupa, perkenalkan diri Anda di bagian awal surat tersebut.
Contoh:
Yth. Redaksi Majalah A.
Sebelumnya, perkenalkan saya Rey dari Pontianak, kuliah di Universitas X Fakultas Y. Saya baru saja menyelesaikan sebuah tulisan, dan saya kira cocok untuk dimuat di Majalah A. Saya akan senang tulisan ini dimuat. Terima kasih. Ditunggu kabar baiknya.
Tertanda,
Rey
2. Tulislah dengan bahasa yang percaya diri. Jangan minder. Namun jangan pula over confidence.
Contoh yang TIDAK dianjurkan:
Yth. Redaksi Majalah A,
Perkenalkan, saya Rey dari Pontianak. Saya baru coba-coba menjadi penulis. Karena itu, mungkin tulisan saya belum terlalu bagus. Namun saya mencoba memberanikan diri mengirim salah satu karya saya pada Anda….
Contoh yang DIANJURKAN:
Yth. Redaksi Majalah A,
Perkenalkan, saya Rey dari Pontianak. Saya seorang mahasiswa sekaligus penulis. Baru-baru ini, saya membuat tulisan dengan tema A, dan saya kira cocok untuk dimuat di media Anda. Saya akan sangat senang bila tulisan ini dimuat. Ditunggu kabar baiknya, ya.
Tertanda,
Rey
3. Jangan bertele-tele. Tulislah surat pengantar yang singkat saja. Sebab si redaktur tentu sangat sibuk sehingga malas membaca surat pengantar yang terlalu panjang.
* * *
Seperti yang saya uraikan di atas, surat pengantar sebenarnya hanya media komunikasi informal untuk mengakrabkan si penulis dengan redaktur. Karena itu, bila Andaa sudah kenal dekat dengan si redaktur, penulisan kata pengantar mungkin tak perlu dilakukan. Anda cukup mengirim naskah apa adanya. Setelah itu, kirim sebuah SMS kepada si redaktur untuk memberitahukan pengiriman tersebut.
Oke deh, semoga penjelasan ini membantu dan bermanfaat.
Salam sukses untuk Anda!
Jonru
PENTING:
- Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik DI SINI untuk mengirim pertanyaan.
- Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi komentar di bawah ini. Namun Ingat: Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan konsultasi. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar penulisan, silahkan DI SINI.
- Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online.


August 30th, 2008 at 19:34 pm
terimakasih buat http://www.belajarmenulis.com / bang jonru.
dengan ini saya menyatakan, bawha untuk setiap tulisan dan artikel yang saya buat nanti
akan saya jadijan http://www.belajarmenulis.com/ sebagai referensi utama.
dengan demikian mohon di izinkan saya menggunakan banyak artikel dari http://www.belajarmenulis.com/.
saya sangat berterimakasih sekali kepada bang jonru yang berkenan memberika artikel baik, itu rahasia penulis besar,motivasi menuli,penulis pemula bukan kutukan dan yang lainya merupakan santapan bacaan saya setiap hari untuk saya ulang baca dengan tiada bosen. kerena mampu meberikan semangat dan inpirasi saya setiap hari. sekali lagi terimakasih.
dengan ucapan BISSMILLAHIROHMAN NIROHIM saya memebuat blog http://www.muzammi.blogspot dan email penulislepas2008@gmail.com sebagai media saya dari niat dan itikad ini. semoga Allah berkenantiasa memberika rahmatNya untuk tetep memberiakan semangat setiap hambanya untuk tiada henti mencari ridhoNya.
salam penulis!!!!