Pengumuman Pemenang - Beasiswa Sekolah-Menulis Online angkatan ke-2

Assallamualaikum,

Alhamdulillah, penyelenggaraan Beasiswa Sekolah-Menulis Online (SMO) kembali hadir, dan masa penerimaan lamaran telah berakhir tanggal 6 Juli 2008 lalu. Bagi Anda yang belum sempat ikutan, jangan khawatir! Insya Allah kami akan terus menyelenggarakan kegiatan beasiswa ini secara rutin.

Pada beasiswa angkatan ke-2 ini, kami merasa sangat gembira karena jumlah peserta melonjak di atas 100 persen. Pada angkatan pertama, pelamar hanya berjumlah 44 peserta. Kini, jumlahnya meningkat menjadi 103.

Sayangnya, 12 orang di antara mereka terpaksa gugur pada tahap awal, karena ketidakpatuhan pada persyaratan teknis. Ada pula 2 peserta yang mengirim email tapi lupa mencantumkan file yang berisi lamaran beasiswa. Lantas, ada 3 peserta yang mengirim file lamaran dengan format file yang asing, sehingga tidak bisa dibaca di komputer kami. Sayang sekali, mungkin tulisan mereka bagus. Tapi kami tak bisa membacanya.

* * *

Di satu sisi kami gembira, karena jumlah peserta melonjak tajam dbanding beasiswa angkatan I. Namun dari segi isi tulisan, yang terjadi justru sebaliknya. Pada program beasiswa sebelumnya, ada tiga peserta yang tampil dengan “rayuan paling maut”. Tapi kali ini, kami cukup kecewa karena tidak ada naskah yang benar-benar istimewa. Semua peserta menulis “rayuan” dengan cara yang boleh dikatakan standar: Mereka menceritakan pengalaman dan perjuangan sebagai penulis, lalu berkata dengan penuh percaya diri, “Saya berhak menjadi penerima beasiswa ini karena saya adalah orang yang sangat serius untuk menjadi seorang penulis.”

Sebenarnya, beberapa minggu sebelumnya kami telah “membocorkan rahasia” tentang kriteria naskah yang paling diharapkan. Tulisan Jonru yang berjudul “[Kiat Sukses] Jadilah Orang yang Menguntungkan” sebenarnya sudah menjadi sebuah “kisi-kisi” mengenai naskah seperti apa yang bisa membuat kami tergoda untuk menerima anda sebagai penerima beasiswa ini.

Kami tahu, banyak di antara peserta yang sebenarnya sudah membaca tulisan tersebut. Tapi sayangnya, lamaran yang mereka kirim masih bernada “egois dan narsis”. Kami belum melihat adanya tulisan peserta yang membuat kami berpikir, “Nah ini dia, orang yang akan menguntungkan kami!”

* * *

Kondisi di atas, terus terang membuat kami cukup kesulitan dalam menetapkan siapa saja yang berhak menerima beasiswa SMO ini. Tak ada tulisan yang istimewa, tak ada peserta yang menonjol.

Seandainya ada peserta yang melamar dengan “rayuan paling maut”, maka tanpa ragu-ragu kami akan segera menyerahkan beasiswa tersebut pada mereka, tidak peduli di manapun mereka tinggal. Tapi karena tak ada satu pun naskah lamaran yang menonjol, mau tidak mau kami harus memikirkan “faktor apa lagi pada diri peserta yang akan membuat kami tergoda?”

Alhamdulillah, akhirnya kami ingat:
Sejak awal, Sekolah-Menulis Online ini diniatkan sebagai sarana belajar menulis bagi masyarakat yang kesulitan menemukan pelatihan penulisan offline di daerah mereka. Yang menghadapi masalah seperti ini biasanya adalah teman-teman yang tinggal di kota kecil, atau luar negeri.

Maka, pada program beasiswa angkatan ke-2 ini, kami melakukan dua tahap seleksi. Pada tahap pertama, kami pilih naskah-naskah yang “lumayan bagus” di antara 100-an naskah yang tidak menonjol tersebut. Setelah ketemu, kami memutuskan untuk menetapkan “lokasi geografis” pelamar sebagai faktor penentu.

Ya, ini memang terkesan “konyol”, karena kami harus memenangkan seseorang berdasarkan “di mana mereka tinggal”. Tapi seperti yang diuraikan di atas, keputusan seperti ini terpaksa kami lakukan, karena hanya faktor “lokasi geografis”-lah yang paling masuk akal. Ini adalah faktor yang paling sesuai dengan konsep awal kami ketika mendirikan SMO (Kami sangat berharap, pada angkatan berikutnya semoga ada naskah dari Jakarta atau Bandung atau Yogyakarta yang bagus, sehingga kami tak perlu lagi mengambil keputusan “konyol” seperti ini).

Maka, mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi para peserta yang berasal dari kota-kota besar. Mohon keikhlasan Anda untuk memberi kesempatan bagi teman-teman kita dari daerah-daerah yang selama ini masih sulit dijangkau oleh kegiatan-kegiatan pelatihan penulisan.

Ternyata, ada 7 (tujuh) nama yang berasal dari daerah yang sesuai kriteria “konyol” di atas. Cukup sulit untuk “menyingkirkan” dua di antara mereka. Maka, kami mempelajari lagi naskah mereka secara lebih teliti.

Akhirnya, terpilihlah lima nama seperti yang dapat Anda baca di bawah ini.

1. Ferina Meliasanti (Subang, Jawa Barat)

2. Asti Sri Purniyati (Bandar Lampung)

3. Chairiyah Agustina (Banjarmasin)

4. Lutfi Syarifudin (Temanggung, Jawa Tengah)

5. Chosi’in (Ogan Ilir, Sumatera Barat)

Selamat kami ucapkan kepada para pemenang! Bagi yang belum beruntung, kami yakin Anda berjiwa besar. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kegagalan justru kesempatan untuk belajar menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya.

Lagipula, Anda masih berhak untuk mengikuti program beasiswa angkatan berikutnya. Jadi tunggu saja, ya….

Penting Buat Pemenang:

Setelah membaca pengumuman ini, harap Anda segera mengirim email ke beasiswa @ belajarmenulis.com (hilangkan spasi di antara tanda @). Pada email tersebut, cantumkan:
.
Nama Lengkap: ……
.
Nama Panggilan: ……….
.
Usia: ……..
.
No. Telepon yang bisa dihubungi: ………………
.
Kota: …………..
.

Kiriman email Anda ditunggu paling lambat 23 Juli 2008. Bila hingga tanggal tersebut Anda belum mengirim email pada kami, maka beasiswa Anda akan dibatalkan.

Karena itu, jangan sampai terlambat, ya.

* * *

Demikian dari kami. Terima kasih banyak atas perhatian Anda. Wassalam!

Tertanda,

Panitia

14 Responses to “Pengumuman Pemenang - Beasiswa Sekolah-Menulis Online angkatan ke-2”

  1. Lutfi Syarifudin Says:

    Assalamu alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh,..

    Alhamdulillah, Terimakasih Mas Jonru atas beasiswa yang Anda berikan,
    Sampaikan salam kepada sahabat-sahabat para kompetitor lain yang belum berkesempatan mendapat beasiswa ini, Mereka mungkin memiliki naskah yang lebih baik dari saya. Tapi Insya Allah Mereka adalah orang-orang yang diberikan kelapangan hati oleh Allah untuk mampu bersabar.
    saya senang bisa memiliki kesempatan beraudisi bersama rang-orang yang berjiwa besar.

    salam hangat,

    Lutfi Syarifudin

  2. salwangga Says:

    selamat, atas beasiswa yang anda peroleh. buat Ferina, Asti, Chairiyah, Lutfi dan Chosi’in, semoga langkah kalian semakin mantap mengiringi lambaian tangan pena.

    salwangga, telah menikmati secara langsung “kenikmatan” belajar menulis jarak jauh. benar-benar tidak dapat diwakilkan dengan kata-kata, karena kenikmatan ini hanya ada di hati. apalagi diperoleh dengan beasiswa.

    salam,
    salwangga

  3. asti sri purniyati Says:

    terimakasih.. duuuhhh senengnyah diberi kesempatan belajar menulis.. :)

  4. Agus Says:

    Selamat dan sukses buat anda para pemenang beasiswa SMO. Mungkin kali ini kesempatan bukan untuk saya, masih ada kesempatan di lain waktu, aku tunggu kesempatan berikutnya…..dan takkan ku lewatkan….

  5. ayyashiyahya Says:

    alhamdulillah ga menang hehehe…..
    jadi sebenere sayah ndak menang hanya karena tinggal di Jakarta, yah? :P (inih becanda, lho)
    selamat buat para pemenang, semoga mimpi Anda semua untuk menjadi penulis terwujud, amiin.

  6. ayyashiyahya Says:

    eh, lupa. naskah sayah terlalu narsis, yak, Pak? *maklum sayah memang narsis* :D

  7. nasruddin m nur Says:

    alham dulillah ahirnya pemenag yang berhak mendapat bea siswa telah diumumkan dengan alasan yang cukup adil dan saya bisa terima. dan sebenernya saya sudah PD dan mimpi kalau dapat diterima dan dapat belajar di SMO ini, dan ternyata benar benar saya mimpi ha ha ha cuciaaaan deh gue. tapi barang kali saya masih nekat pengen belajar di SMO dengan cara mengangsur biaya boleh nggak ya?

  8. Fatih Says:

    Lain kali mungkin saya lebih beruntung. selamat untuk para pemenang. tapi ingat jangan sia-siakan kesempatan, karena banyak orang yang ingin mendapatkan kesempatan itu. oke.

  9. Hantu Jonru Says:

    Untung saya tidak ikut acara yang benar-benar ‘konyol’ ini.

  10. isyana siregar Says:

    yah…berbebesar hati dan bersabar..bukankan sukses adalah saat kerja keras bertemu kesempatan??
    jadi selamat buat para pemenang ya..dan mohon maaf buat para penilai naskah, bila merasa terlalu dinarsisi..heheh

  11. fitriyanti Says:

    Yah… fitri ikut senang melihat pengumuman ini. tapi fitri heran fitri mendapat email dari “Jonru” yang isinya sebuah konfirmasi bahwa fitri salah satu peserta yang memenangkan beasiswa ini. tapi kenapa nama fitri gak ada disini ya??

  12. Redaksi Says:

    @fitriyanti:
    Kita tidak menghubungi pemenang mengenai info ini. Mungkin yang Anda maksud adalah email lain, yang isinya tentang “kursus gratis pintar menulis dalam 9 minggu”. Kursus gratis ini berbeda dengan beasiswa SMO.

    Oke semoga bisa dipahami ya…

    Jonru

  13. Ferina Says:

    Tabik!

    Terima kasih telah memilih saya, Sdr. Redaksi. Mungkin inilah sebabnya saya begitu ingin sekali mendapatkan beasiswa SMO supaya dapat menulis naskah yang benar-benar istimewa itu. Dan kelak, apabila saya telah belajar di SMO ini, Sdr. Redaksi akan berpikir, “Nah ini dia, orang yang akan menguntungkan kami!”

    Muchas Gracias!

  14. balyta Says:

    Salam. Salam kenal semua. Pada mas admin, ana minta izin untuk ngambil ‘rss’ dari ‘dapur’ antum … :)

Leave a Reply