Penerbit Mana yang Menerima Kiriman Novel via Email?
Aku mau tanya, nih. Kira-kira penerbit mana ya yang mau terima naskah novel yang dikirim via e-mail? Soalnya beberapa penerbit yang sempet aku tanya, mereka minta yang udah dicetak. Bukannya gimana ya. Tapi daripada cetak, lebih gampang dikirim via email kan? Trims atas jawabannya.
Pengirim: Vian (19 tahun, Mahasiswi, Surabaya)
=================
JAWABAN JONRU
=================
Vian yang baik,
Perlu kita pahami bahwa membaca novel lewat layar komputer sebenarnya kurang nyaman. Apalagi bagi editor sebuah penerbit yang tentu sangat sibuk. Mereka tentu ingin menilai naskah Anda sambil santai, mungkin sambil tiduran di sofa atau duduk-duduk di lobby kantor. Tentu saja, hal ini kurang leluasa dilakukan bila naskah Anda tersebut dalam bentuk file.
Biasanya, jika sebuah penerbit menerima naskah novel (atau naskah apa saja yang tebal) via email, mereka terlebih dahulu mencetak naskah itu sebelum dibaca. Tentu saja, ini bisa menimbulkan sedikit kerepotan bagi mereka, bahkan boleh dibilang pemborosan biaya (apalagi harga kertas dan tinta printer semakin mahal). Biasanya, penerbit menerima puluhan bahkan ratusan naskah perbulan. Coba bayangkan bagaimana repotnya mereka, dan berapa pemborosan biaya yang terjadi, bila semua naskah itu dikirim via email.
Karena itu, kita sebagai penulis sebaiknya ber-empati terhadap si penerbit. Kita sangat ingin agar naskah kita diterbitkan oleh mereka. Kita butuh mereka. Karena itu, tentu sangat menyenangkan bila kita melakukan hal-hal yang membuat mereka senang, merasa terbantu, merasa tugas mereka lebih ringan, mengurangi kerepotan, dan seterusnya. Bila mereka sudah merasa seperti itu, yakin deh bahwa mereka akan lebih senang dan “ikhlas” dalam menilai naskah kita.
Memang mencetak naskah novel dengan printer itu cukup merepotkan. Tapi saya kira, bila kita ingin sukses, kita harus siap dengan berbagai macam kerepotan. Jika kita manja, hanya ingin yang enaknya saja, saya kira ini bukan langkah yang bijak bagi seorang penulis yang ingin sukses (kecuali bila “menjadi penulis sukses” bukan hal yang penting bagi kita, itu lain perkara).
Bila Vina hanya mengirim naskah cerpen atau artikel 5 halaman, biasanya tidak masalah jika dikirim via email. Jumlah halamannya yang hanya sedikit tidak akan terlalu masalah bila dibaca via layar komputer. Tapi untuk naskah novel atau buku yang tebal? Terus terang belum banyak orang yang betah bila membacanya dengan cara seperti itu.
Oh ya, bila Vian ingin mengetahui dunia penerbitan buku secara lebih detil, coba baca ebook “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” karya saya. Dalam ebook ini, diuraikan seluk belum dunia penerbitan buku secara lengkap, dari A hingga Z. Klik di sini.
Oke deh, semoga bermanfaat, ya….
Salam sukses untuk Anda!
Jonru
PENTING:
- Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik DI SINI untuk mengirim pertanyaan.
- Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi komentar di bawah ini. Namun Ingat: Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan konsultasi. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar penulisan, silahkan DI SINI.
- Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online.




August 8th, 2008 at 12:04 pm
yah… enakan via email tapi ya… ^^
August 22nd, 2008 at 11:00 am
Lewat email memang enak, tapi nilai ke-empati-an kita jadi kurang kan?. Dengan sikap empati yang kita budayakan, mungkin akan menjadi salah satu jalan yang akan memuluskan kemajuan bangsa ini. Ayo berlomba-lomba untuk ber-empati…