Menulis Itu Sulit?
Penulis: Fajar Agustanto
Selintas, saat tahun 2003 saya pernah menulis sebuah cerpen di sebuah harian surat kabar yang terkenal di Jawa Timur. Untuk awal pertama kali menulis, saya begitu mudah mengalirkan ide cerita yang begitu cepat. Padahal saat itu saya hanya iseng-isengan mencoba untuk mengkreasikan alam bawah sadar, dalam bingkai kertas. Cerpen yang saya buat dimuat oleh redaksi harian surat kabar tersebut. Walaupun mungkin, cerpen saya dianggap berhubungan dengan bom yang meledak di bali. Saya sangat gembira.
Kegembiraan itu akhirnya membuat saya giat dalam belajar masalah penulisan. Maklum, saat itu masih menjadi mahasiswa yang kekurangan biaya. Walaupun sekarang, kekurangan materi masih sering saya rasakan. Semua tulisan yang saya buat terkirim disetiap harian surat kabar maupun majalah. Alhamdulillah, hasilnya NOL! Tidak ada satupun tulisan saya yang dimuat oleh semua media tersebut.
Namun semangat saya tetap membara. Buku-buku seperti novel, cerpen, pengembangan penulisan, dengan mudah saya lahap habis. Guna untuk memuluskan jalan agar tulisan-tulisan yang saya buat bisa dimuat disetiap media. Mimpi-mimpi menjadi penulis terkenal, mempunyai buku-buku yang sudah diterbitkan, serta menjadi kaya dalam menulis. Terpatri dalam otak saya kala itu. “Yah, saya bisa kaya dengan menulis!” ucap saya saat itu.
Kekurangan uang menjadi alasan bagi saya untuk bisa menjadi penulis. Karena saat itu, saya menganggap menulis itu mudah. Sekali terbit bisa mendapatkan ratusan ribu. Walaupun pengetahuan tentang penulisan saat itu memang minim sekali, saya tetap semangat. Lambat laun, artikel maupun cerpen-cerpen yang saya tulis begitu banyak. Mungkin jika Boks folder bisa ngomong akan mengatakan “AMPUN…..” dan sampai saat itu masih belum ada media cetak yang sudi untuk mau memuat tulisan-tulisan yang saya buat. Bahkan media lokal yang notabene mencari penulis pun, tidak sudi menerbitkan tulisan saya!
Hingga akhirnya, saya mencoba untuk menerobos media cetak kampus. Dengan berbekal kebanggaan cerpen saya yang pernah dimuat oleh surat kabar harian yang terkenal. Tulisan-tulisan yang saya hasilkan, akhirnya dimuat dengan mudah. Honor melaju cepat, hingga saking cepatnya honor tidak pernah saya dapatkan dari menulis artikel maupun cerpen di media kampus. Hinggga saya frustasi. Dengan modal frustasi, saya menulis sebuah cerpen yang akhirnya dimuat oleh majalah remaja Islam. Berbunga-bunga saat itu menanti honor yang akan dikirim kealamat rumah saya. Tetapi setelah perasaan berbunga-bunga untuk menunggu itu hilang, barulah honor penulisan tersebut terkirim!
Lalu saya bertekad untuk membuat novel. Karena bila novel saya bisa tembus di penerbit buku, maka saya bisa mempunyai honor yang sangat banyak, Dengan ketekunan saya menulis kata-kata hingga masuk dalam beberapa Bab. Saya bisa menulis tiga novel, yang setelah itu saya kirimkan pada beberapa penerbit. Hingga akhirnya ada salah satu penerbit yang bersedia untuk menerbitkan novel pertama saya. Dan akhirnya, saya masih menunggu sampai sekarang kepastian keseriusan penerbit tersebut untuk mau menerbitkan novel saya. Jadi, menulis itu sulit! Tetapi saat kita tidak menulis malah lebih sulit. Akhirnya sekarang, saya tidak butuh para penerbit memuat tulisan saya. Saya lebih senang jika saya masih bisa menulis, saya lebih senang jika tulisan saya dibaca oleh teman-teman saya. Karena saya sekarang menulis bukan untuk uang, saya menulis karena saya ingin menulis. Sebab menulis itu membuat hidup kita menjadi penulis!
Maka saran saya :
- Menulislah walaupun tulisanmu dihujat, dimaki, dicaci bahkan dihina.
- Menulislah walaupun tulisanmu dipuja, disenangi banyak orang.
- Menulislah walaupun tulisanmu tidak dimuat oleh media cetak.
- Menulislah walaupun tulisanmu dimuat olah media cetak.
- Menulislah walaupun Penulislepas.com menolak tulisanmu.
- Menulislah walaupun Penulislepas.com menerima tulisanmu.
- Menulislah sebelum tinta kehidupanmu habis oleh kikisan jaman.
Maka, menulislah!
sumber : penulislepas.com


March 8th, 2008 at 14:58 pm
kendala saya adalah ide untuk dituliskan. sebenarnya bukan tidak punya ide sama sekali, tapi karena kemampuan yang belum terasah untuk mengelola ide2 tsb
March 8th, 2008 at 15:22 pm
Pak Samsul…
Coba terus saja menulis, sebab praktek menulis merupakan kiat paling jitu untuk menjadi penulis top.
Atau coba baca artikel yang ini
semoga bermanfaat ya…
Jonru
March 11th, 2008 at 20:38 pm
begitu banyak ide yang saya miliki untuk kutulis tapi begitu banyak juga kesulitan yang saya miliki untuk memulai menulis.
di kampus, dikerjaan, di tempat hiburan dll begitu banyak ide masuk ke otak tapi ketika sudah di rumah dan kupegang tinta di atas kertas putih saya sulit memulai dan susah merangkai kata.
apa yang harus kulakukan?
March 11th, 2008 at 22:00 pm
Amift…
coba baca jawaban untuk pak samsul ya
kasusnya sama sepertinya
March 25th, 2008 at 13:15 pm
APA JADINYA JIKA PERPISAHAN MENJADI SEBUAH KEHARUSAN”
Nyai seorang perempuan teman karib ku biasa ku panggil, kedua orang tuanya memberi nama panjang ontosoroh, jadilah nyai ontosoroh terlahir dari keluarga pekerja supir angkot di kawasan bandung timur. sosok perempuan yang menjadi idaman banyak kaum laki-laki ini tampak begitu berbeda, perawakan gemulai dengan wajah lembut. membuat laki-laki hidung belang suka mengejar kemana nyai ontosoroh lari. malam itu terlihat tak seperti biasanya, memakai gaun hitam dengan selendang di pundak bagian kiri, nyai ontosoroh jadilalah dirinya sendiri.
Perjalanan menuju kawasan bandung utara bersama ku, dengan mengendarai sepeda motor hasil jualan liputan dikota ini, nyai tak begitu mempeduikan cuaca malam yang terasa suudah mulai berubah. dalam perjalanan nyai ontosoroh kerap kali mengumbar tentang arti kebebasan. dengan himpitan hidup yang serba susah, membuat nyai ontosoroh tidak begitu memperdulikan siapa “tuhan nya” dari sejak kelahiran hingga menjadi nyai ontosoroh dirinya memang tidak diinginkan untuk terlahir. saking meyesal nya, anggapan orang tentang sebuah sistem dan norma pada kawasan masyarakat tak juga dipedulikan. aku sempat berhenti beberapa lama, saat aku mendengar tutur saat tentang perjumpaan.
untuk sampai ke lokasi tujuan, kami berdua membutuhkan waktu hanya setengah jam lebih, sesampainya di kawasan bandung utara perempuan itu langsung memesan dua gelas air panah dengan segenggam teh hijau. perbincangan seketika terhenti, saat seorang pelanggan melirik nyai ontosoroh, selang beberapa waktu seorang perempuan lain juga datang untuk menyerahkan pesanan. kaku kami memulai pembicaraan, di rung bebas dalam selimut gelap malam, keduanya terasa berada dalam kehampaan. “kenapa kita selalu dipertemukan” ujar perempuan tersebut.
aku kemudian menyeduhkan teh hijau bersama air panah, saat ku berusaha meneguk nya, terasa pahit dan hambar. perempuan itu kemudian menyahut dan menyuruhku untuk menyeduhnya dengan gula merah. “seduh lah air teh panas itu dengan gula biar rasanya tidak pahit. ungkap perempuan itu sambil membukakan buku catatatan harian yang di bawa dari rumah tempat tinggal nya.
Begini lah caranya, biar minuman ini terasa manis dan bisa di teguk, sambil nyerocos perempuan itu langsung melakukan. nyai kau memang perempuan, meski kau terlahir dengan tanpa berharap, kau juga harus menenun pada malam dan pagi datang. aku juga berusaha mengimbangi obrolan biar tak terjangkit keheningan dan kesunyian.
“ambillah gula”, itu aku katakan kepada nya, akan kuseduhkan bersama air panah dan teh hijau, kudengar bunyi sentuhan gelas bersama sendok. nyai suara nya begitu nyaring dan terdengar sangat mengasikkan. nyai pun langsung mengangguk-nganggukannya. bunyi suara ini boleh jadi menjadi bukti jika kemudian pertemuan malam ini, akan berakhir. raut wajah perempuan itu mulai berubah dan bagian mata mulai berkaca-kaca, meski aku juga tidak tahu betul apa penyebab itu semua.
Dengan nada gemulai dari mulut manis nyai, terucap untuk meminta bantuan agar menyeduhkan teh hijau, aku katakan” apa yang bisa lakukan buat nyai” aku akan lakukan semua. jika seduhan teh hijau ini membuat nyai tak lagi berada dalam gelap, diam lalu kau berusaha menjawab. perempuan itu, tak menjawab sepatah katapun. dirinya sedang dirudung kedinginan mendalam hingga bergigil gigi nya.
Teman ku, ungkap nyai ontosoroh, kini kau dengar lagi, bunyi suara seduhan teh hijau terdengar nya bermacam-macam, namun suara gigi ku membuat kamu berfikir macam-macam . meski kau berusaha menyembunyikan aku tahu kau memang harus berpisah. kata perempuan itu sambil menulis lagi coretan dalam catatan harian.
Dengan nada tinggi dan meyakinkan, sebagai sosok laki-laki, nyai ontosoroh di buat yakin jika perjumpaan tak akan berakhir dalam perpisahan sesaat. meski kau berusaha untuk pergi dalam kehidupan ku saat ini, aku begitu yakin jika kemudian malam ini aku akan pulang. tak lama kemudian telepon genggam milik nyai ontosoroh terus berdering, suara dering nya tak dihiraukan dan berulang kali.
“nyai, teepon itu terus berbunyi, coba kau lihat barang kali ada keperluan untuk bertemu dengan mu malam ini juga”, kata ku. nyai pun melihat nya namun terlihat kedua matanya berkaca-kaca. tak harus kau berubah seketika, jawab lah telepon mu.
saat berusaha untuk menelopn kembali, nyai agak terkaku-kaku, terlihat berat dalam bathin nyai, terlihat lelah dalam badan perempuan tersebut, namun terlihat juga kebohongan yang dibisukan sejak pertemuan malam itu. “sebenarnya…., sebenarnya…,” nyai tak meanjutkan kata-katanya. kalimat tak keluar dalam mulut nyai, meski aku tunggu beberapa menit…., perempuan tersebut kemudian menanyakan hal-hal sebelumnya, apa lah arti kekuasaan, apalah arti kebebasan dan apalah arti penghianatan…, aku berusaha tak menjawab… namun nyai ontosoroh menyesal…,
setengah jam berlalu dari bunyi telepon genggam aku berusaha untuk kembali ke kota tempat kami hidup, sesekali aku melihat sosok nyai, di wajah nya berubah seketika dan terlihat penghianatan mendalam. aku katakan kepada perempuan itu setngah menit sebelum meninggalkan lokasi tempat pertemuan bersama nyai., kau lupa ya…,
apa yang bikin aku lupa…, kata perempuan tersebut, kau anggap aku ini seorang pelacur yang bisa menyerahkan segala nya untuk kehangatan laki-laki hidung belang. pikiran nya mulai ngaco dan tidak tersusun rapih…, kau anggap ini seorang pelacur…, “coba donk ngomong…”
aku tak berusaha untuk menjawab pertanyaan yang dianggap tak bermanfaat, lalu telepon genggam nyai kembali berbunyi, namun masih juga dihiraukan nyai…,
bersambung
ferri wahyudin
March 25th, 2008 at 13:22 pm
MENULIS LAH
setiap hari
kegiatan menulis bagi sejumlah masyarakat urban di kota ini, boleh jadi sebagai langkah dan upaya untuk menembus ruang terindah dalam diri, ruang itu semakin tak kelihatan. dia bersembunyi, tak berkata dan tak berkalimat. berbicara tentang menulis bagi segenap kaum kami, sebuah kegiatan positif untuk berani apa yang seharusnya kita pikirkan dan lakukan. bagaimana tidak kegiatan ini sering menjanjikan ruang terbaru.
artinya, beberapa penulis besar di negeri indonesia yang sedang di rudung krisis berkepanjangan, dan masih menemukan jalan untuk keluar dari krisis, kini kehilangan arah untuk memaknai apa artinya menulis. setiap hari kita disebukkan menjawab masalah dan merangkai sejumlah persoalan. jangan kan berusaha merangkai kalimat dan kata dalam tulisan diri, untuk menjawab pertanyaan tersebut susahnya minta ampun.
bagi kami boleh jadi adalah do’a, kegiatan melapalkan keinginan dan harapan dalam sebuah sketsa perubahan, baik di dalam diri atau diluar diri kita. dengan do’a harapan itu selalu timbul dan datang seketika. layaknya sebuah puisi, pengalaman dan keinginan yang setiap hari di kumandangan saat tibanya bangun tidur, akan menari kan kita bersama dalam untaiaan kalimat berarti dan peduli.
setiap hari sering di lapalkan puisi akan membukakan ruang dan waktu terpadat juga merunut helaian-helaian. kini menulis layak nya do’a seperti kaum agamawan memahaminya, berpuisi seperti seorang sastrawan, menulislah layaknya kita berbudaya, berpolitik dan seks.
bagi kaum urban generasi kami menulis telah kegiatan kegiatan memutar otak dan
tak mudah untuk digapai. sebut saja seno gumilar ajidarma, sebagai wartawan di kota jakarta melahirnya karya monumental, sebuat saja lingua, sebuah buku yang berisikan sosok manusia yang berusaha untuk melakukan perubahan dalam hidupnya. sosok yang digambarkan seno layaknya manusia yang tak kan pernah patah semangat.
penulis sekaliber pramoedya ananta toer, mencitrakan manusia, sebagai sosok manusia super dan power. super mempunyai kekuatan yang tak pernah pudar dan padam. power mudah mencitrakan dan merekayasa sejumlah realitas di sini dan sekarang.
Irama bertutur dalam untaian kata dan kalimat dalam menulis bagian cara untuk mengungkap dan menemukan identitas dirinya. biasanya kalangan filosof mengkategorikan nya dengan proses identipikasi diri saat menelusuri realitas diri dalam kebersamaan. saat bersama dalam untaian kalimat dan kata, selalu kita dipertemukan dengan ruang kreatif, ada nada sela, ada nada riak ada nada bisu. semuanya bercampur dan menjadi kerangkeng kalimat dan fikiran jelas. dalam buah fikiran tersebut, realitas akan mampu di rubah seketika.
sosok zarathustra oleh nietzche yang digambarkan saat berada ditengah pasar, menjadi salah satu contoh paling good, untuk semua generadi dan manusia saat berhadapan dengan gelombang kebudayaan dan politik masyarakat.
feri wahyudin
March 27th, 2008 at 22:27 pm
Hihihi… menulis itu sulit? Artikel saya yang kedua masuk di penulislepas masuk disini juga. Ehm… sekarang jadi penulis itu mudah :). Sekarang dengan menulis, dollar masuk di saku saya hehehe.
Terima kasih. Sukses selalu.
March 29th, 2008 at 19:25 pm
saya tertarik dengan tulis menulis tetapi pada saat saya ingin menulis saya bingung untuk menuangkan ide saya di lembar kertas. Mohon bantuan agar saya bisa menjadi seorang penulis yang handal. Terima kasih
March 30th, 2008 at 16:40 pm
untuk mulai menulis emang rada2 susah, kita harus punyai kekuatan yang lebih untuk melawan yang namanya malas.memang tulisan saya belum ada yang masuk kemedia manapun, tapi saya akan terus berusaha belajar dan menciptakan tulisan2 yang bermanfaat. doakan ya…n sxian dong kasi masukan buat saya. makacih..
March 30th, 2008 at 20:51 pm
Memang menulis itu sangat sulit, kalau kita memang menganggap menulis itu sulit! Tetapi kalau kita menganggap mudah, pasti insya Allah menulis itu mudah. Semua tergantung kemauan dan mental kita. Tuangkanlah tulisanmu meski tanpa ide, toh ide tidak akan didapat jika kita hanya bengong sambil pegang bulpen and kertas. Yah, kalau mau menulis, nulis aja. Entah itu nggak beraturan, pokoknya menulis aja. Karena itu latihan kita! Kalau mau cara kasar, menulislah karena engkau membenci seseorang, tuangkanlah kata-kata bencimu dalama tulisanmu. Nah jadi deh!
Semoga bermanfaat.
March 31st, 2008 at 10:55 am
Assalamualikum
KAk, bagaimana caranya agar bahasa tulisan yang kita sajikan tidak terkesan monoton?
April 17th, 2008 at 22:02 pm
mau tanya nie…..
dah mulai coba nulis dan nyoba ngirim ke surat kabar tapi ga pernah dimuat…..
kata redaksinya tilisan nya ga sistematis….
sekarang qu mau tanya tulisan yang sisitematis tu gimana sie?
April 21st, 2008 at 12:28 pm
ass. wr wb
salam kenal, bisa gak saya memulai menjadi penulis pemula di usia saya yang sudah ke 26 tahun, saya mohon sarannya kalau mulai menjadi penulis di usia yang dibilang sudah terlambat
wassalam
April 22nd, 2008 at 13:25 pm
terima kasih atas jawabannya semoga saya bisa lebih semangat menulis mengingat saya sering dibilang teman saya sebagai tukang hayal tapi tidak masalah buatku siapa tahu khayalanku bisa jadi tulisan
April 26th, 2008 at 13:55 pm
pf pak……..se7 smangat terus jadi penulis
May 5th, 2008 at 00:59 am
terus……………mo bilang apa lagi,???????
comment sana nulis susah…….?????
comment sini nulis gampang……??????
apa lagi ndak comment kok ada pikiran usaha apa ya…….yang cepet dapatin dollar??????, ndak harus pake modal gede…………….????????????
buntu,……binggung…….ngapain,,,,,,,ya????????????sutuk poool!!!!!!!!!
mo nglamar kerjaan kok dah ketuaen, lagian gelamar yang datang ribuan yang diterima hanya segelintir orang………………….kok tidak sebanding dengan ukuran bangsa ini ya………??????? kapan aku dapat kesempatan untuk merengkuh jutaan rupiah aja, sekedar cukup untuk menyambung hidup beberapa bulan aja……….
sekalian menunggu kesempatan pangilan kerja…………!!!!!
tapi………apakah mungkin denga sikon seperti ini ????????????
aku hanya seorang lulusan SMA ang nilai juga tidak terlalu bagus…………….
ketrampilan hanya senyum yang dapat aku prsembahkan………….apa dengan senyum saja aku tiap hari dapt apa yang aku inginkan…………??????
dasar bodoh sekali aku ini………!!!!!!!
doa tiap hari tapi kesempatan juga belum berpihak padaku………………..?????
ya………….tuhan apa yang sebenarnya terjadi padaku..????????
ternyata aku tidak bosan untuk bermimpi dan terus melambungkan impianku bisa menjangkau di kehadiratMU………….????
Yach……………….aku tau dengan menulis lepas, tanpa modal fisik (uang maksudku….), tanpa pintar sekalipun………………..aku hanya berharap keajaiban yang kan datang kepadaku…………….Bukannya tuhan telah memberikan kenikmatan berupa otak yang penuh ide,………………..ini adalah modalku…….ya betul tuhan telah berikan modal berupa kelancaran ide2 yang terus diimpikan. yani dengan menulis………..aku yakin seuatu ketika bisa kayak TUKUL.kalo dirasakan lek TUKUL itu hampir 40th sengsara hidup & nasibnya, tapi kenapa dengan hanya 2th terakhir kun fayakun 180 derajad berubah total. dengan hanya bermodal ide & jari jemari aku dapat meraba keybord papan ketik pinjaman dari temanku ini…………………aku bisa berubah kayak cerita empat matanya Lek tukul KUN FA YAKUN kalo tuhan sudah memberikan seperti itu apakah aku siap????????????????.
yah aku sudah punya angan2 & impian. aku harus siap………………..
tanpa modalDUIT, sekolahpun tidak perlu tinggi2, cukup S3 (SD, SM, SMA)
dengan smangat kuat jadi aku pengen99x ………………..jadi seorang penulis.
penulis apa aja…………lepas kek,…..skenario kek…………..ato menulis cerpen kek……………asal ada kesempatan yang tak kan datang untuk kali ke 2 jadilah aku seorang penulis…………………….terima kasih BelajarMenulis.com kau inspirasi di setiap malam2ku saat menunggu datangnya cahaya sang MAHA SUCI pencipta alam semesta……………………a min…………….
May 12th, 2008 at 02:52 am
eh aku menulis sekedar memberi komentar dan komentarku dari aku membaca forum kok tidak di buat ini kan aku belajar menulis apakah mungkin aku salah mengisi …name ….mail ….website …maklum yach aku bukan ahli di bidang komputer ini maksutku menjalankan cara cara memijet mijet huruf huruf ini udah yach ini aku mencoba menanggapi masuk tidak layar monitor ini?
May 22nd, 2008 at 14:53 pm
hmm… nulis koq susah ya?? kalo pulpen udah ditangan dan kertas diatas meja, malah bingung mau nulis apa, yang ada pulpen diketok-ketok diatas meja sambil menggoyangkan kaki, otak udah muter kemana-mana untuk mencari ide apa yang mau ditulis.. padahal sebelumnya udah kebayang mau nulis ini… mau nulis itu… pengen cerita ini… pengen cerita itu….. ngebahas ini… ngebahas itu…. cerita ini… cerita itu…. wah pokoknya bnyak deh yang mau ditulis
tolong donk….. bantu akyu, biar bisa nulis dan menuangkan khayalan-khayalan yang ada di alam pikirankyu….:-(