Kriteria Tulisan yang Bermutu
Saya mau bertanya:
- Tulisan bagaimana yang bisa dikategorikan sebagai karya tulisan yang bermutu?
- Dilihat dari segi apa tulisan itu dikatakan sebagai karya yang layak dipublikasikan?
- Apakah tulisan itu harus ada sandaran atau data-data yang mendukung suatu penulisan atau sekedar pengalaman dari penulis?
Terima kasih.
Pengirim: Fanhas (26 tahun, Mahasiswa, Bogor)
=================
JAWABAN JONRU
=================
Mas Fanhas, salam sukses untuk Anda!
- Kriteria tulisan yang bermutu sebenarnya sangat relatif, dan tiap penulis bisa punya pandangan yang berbeda-beda. Menurut saya, suatu karya bisa disebut bagus atau bermutu bila:
- Isi tulisannya “bergizi” alias bisa membawa pengaruh positif bagi pembaca.
- Memenuhi standar kualitas suatu tulisan. Misalnya untuk cerpen: konfliknya bagus dan menarik, karakter tokohnya kuat, gaya bahasanya asyik, tata bahasanya bagus, dan seterusnya. Untuk artikel: Penyampaian masalahnya sistematis dan komprehensif, argumennya kuat, enak dibaca, mudah dipahami, dan seterusnya.
- Sesuai dengan segmen pembaca yang dituju. Misalnya untuk bacaan anak, format tulisannya pun disesuaikan dengan selera dan psikologis anak-anak.
- Disampaikan dengan bahasa yang santun dan empati. Si penulis selalu berusaha untu menghargai setiap pembaca sehingga tak ada bagian tulisan yang bernada hujatan, vonis, celaan, penghinaan, dan seterusnya.
- Kriteria karya yang layak dipublikasikan pun sebenarnya sangat relatif, sebab tiap media dan penerbit punya selera dan kriteria masing-masing. Yang jelas, kualitas tulisan (seperti poin 1 di atas) BUKAN satu-satunya faktor yang menentukan naskah kita dimuat atau tidak. Masih banyak faktor lainnya. Misalnya, naskah kita harus sesuai dengan misi dan visi media tersebut, harus sesuai dengan karakter mereka, dan seterusnya. Saran saya, coba Mas Fanhas bergabung (bila belum) dengan Kursus Gratis “Pintar Menulis dalam 9 Minggu”. Formulirnya ada di bagian kanan-atas halaman ini. Pada kursus tersebut, terdapat sebuah modul tentang “Kiat Jitu Menembus Media Massa.”
- Soal sandaran data pendukung, ini juga relatif. Bila Anda menulis cerpen, tentu kehadiran data pendukung tidak terlalu relevan. Demikian pula bila Anda menulis artikel jenis chicken soup for the soul (pengalaman pribadi yang mengandung hikmah), Anda cukup menceritakan sebuah pengalaman pribadi, lalu menyelipkan sebuah hikmah atau pengalaman bathin di dalamnya. Tak perlu data pendukung. Namun bila Anda menulis artikel ilmiah, esai, atau opini, tentu data pendukung sangat diperlukan untuk memperkuat argumen atau analisis Anda.
Oh ya, saran saya, sebaiknya Mas Fanhas tak perlu terlalu memikirkan masalah kriteria tulisan yang bermutu dan sebagainya. Inti dari keahlian menulis adalah praktek menulis dan banyak membaca. Info selengkapnya, coba baca artikel saya yang satu ini <<== silahkan diklik.
Oke deh, semoga bermanfaat, ya….
Salam sukses untuk Anda!
Jonru
PENTING:
- Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik DI SINI untuk mengirim pertanyaan.
- Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi komentar di bawah ini. Namun Ingat: Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan konsultasi. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar penulisan, silahkan DI SINI.
- Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online.



