Ketika Keran Kata-kata Sulit Terbuka
penulis: Indarpati Harsono
Salah satu kendala yang sering dirasa oleh penulis pemula adalah bagaimana mengawali sebuah tulisan. Meski di dalam kepala gelombang kata-kata itu seolah takkan terhela, namun untuk sebaris saja mengungkapkannya terasa seolah mengangkat bumi seisinya. Menghadapi kendala semacam itu, ada beberapa yang memilih mundur saja, dalam artian menyerah pada kemandegannya, namun ada yang ngotot hingga akhirnya berhasil merangkai kata-kata.
Berikut beberapa tips yang mungkin dapat membantu menyiasati si lead (pembuka tulisan) yang sulit untuk kita keluarkan.
- Meski banyak ide di kepala, sebaiknya kita break-down dulu topic-topik atau ide tersebut satu persatu.
Misal: tadi aku melihat pencopet digebuki masa sampai bonyok, tadi temanku ketahuan saat menyontek, atau reshuffle kabinet yang terkesan basa-basi politis saja bikin banyak pihak kecewa. - Dari satu kalimat sederhana itu, kita kembangkan menjadi rentetannya. Caranya? Pakai rumus dasar jurnalisme, 5W+1H. What (apa), Who (siapa), Why (mengapa), When (kapan), Where (di mana), dan How (bagaimana).
Misal: pencopet digebuki masa di pasar Senen, tadi siang jam 2, karena tertangkap basah melakukan aksinya, sampai berdarah-darah sekujur tubuhnya. - Biarkan kata-kata itu masih tak sesuai dengan kaidah yang baik. Bebaskan gelombang kata-kata di kepala itu mengalir keluar semua dan meledak dalam bentuk tulisan. Tugas pengeditan baru kita lakukan setelah semuanya selesai. Kita lihat apakah diksi (pemilihan katanya) sudah tepat, apakah ada kalimat yang rancu atau tidak, dsb.
Pertanyaannya kemudian, bagaimana jika kita justru merasa tak mampu atau bahkan tak merasa punya ide namun ingin menulis?
Berikut ini tips yang mungkin bisa diterapkan:
- Kondisikan diri, konfrontasi dengan alat tulis/komputer.
Dalam acara Inaugurasi FLP DKI agkatan 9 di TMII April lalu, mbak Tary yang produktif dengan cerita bernuansa misterinya (tapi bukan klenik lho) mendapat pertanyaan sama dari salah satu peserta. Jawab beliau, “Menurut Stephen King, jika kita sudah menetapkan diri ingin menulis, maka apapun yang terjadi, tetaplah duduk di depan komputer setidaknya selama 6 jam.”
Begitu kira-kira ikhtisar jawaban si Mbak asli Trenggalek ini. Nah, sudahkah kita melakukan hal tersebut? Yah, kalau tidak ada waktu 6 jam ya setidaknya 3 atau satu jam lah. Ini standar minimal. Kalau tak punya komputer, hadapi saja lembar kertas kosong dengan memegang alat tulis. Tapi awas, jangan sampai ketiduran lho! - Akui ketidakmampuan itu, dan berdamailah dengannya. Niscaya dia akan menemukan jalannya sendiri.
Jika kondisi di atas menghampiri saya, biasanya saya sengaja berkonfrontasi dengan komputer, lalu mulai mengetik: Aku sedang tak bisa menulis padahal ingin sekali menulis. Sebabnya, tadi aku bla bla bla…
Cara curhat tersebut efektif membawa ke suasana berbeda. Yang pada akhirnya menuntun saya ke salah satu topik yang hendak saya angkat. - Genggam kembali motivasi diri.
Saat kita memilih melakukan sesuatu, pasti ada faktor-faktor yang melandasi. Nah, itulah motivasi yang bisa berasal dari luar (misal ingin membahagiakan orang tua seperti alasan mbak Asma Nadia), atau faktor dari dalam semisal ingin menunjukkan eksistensi diri, dsb.
Dengan menggenggam kembali motivasi diri tersebut, niscaya kita akan ‘tersengat’ dan teringat jalan yang hendak kita tapaki tadi. - Rengkuh motivator dari luar.
Salah satu pentingnya bergabung dalam sebuah komunitas adalah saling mendukung menguatkan. Dari beberapa komunitas penulisan yang saya ikuti, ada satu dua orang yang sanggup membuat saya terbangkitkan. Mengingat perjuangannya menulis dalam segala kesempitan, saya tersindir mengapa memilih menyiakan kemudahan yang ada. Sedangkan dia saja pantang menyerah.
Maka, biasanya saya sms dia. Bilang lagi bete nulis dsb. Tak lama, tak perlu petuahnya, hanya speak speak Bombay alias basa-basi cerita kegiatan hari ini, saya biasanya jadi terbangkitkan lagi. Apalagi jika saat ngobrol tersebut ada topik yang bisa saya angkat. Sekali merengkuh hape, dua tiga pertolongan saya dapatkan. - Selain mengondisikan diri dengan berkonfrontasi sama alat tulis, kondisikan juga suasana.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengondisikan suasana ini. Bisa menyepi ke tepi situ, bisa mengurung diri di kamar, atau cukup memutar musik kesayangan. Saya sendiri, biasanya jika ingin menulis fiksi suka memutar Nicky Astria. Terbukti jalinan nadanya mampu membantu memeras imajinasi dari kepala saya. Tapi jika ingin menulis artikel, pilihan lagunya lain lagi. - Berdoa.
Hanya Dia yang menggerakkan jemari kita. Hanya Dia yang menjalin syaraf-syaraf di kepala kita. Hanya Dia. Mohon pertolongan-Nya. Niscaya Dia akan memudahkan jalan kita. Amin.
sumber : penulislepas.com


March 25th, 2008 at 12:02 pm
apa yang saya baca dengan apa yang saya rasakan sungguh berbeda. segala inspirasi serta ide menuangkan tulisan suka muncul secara tiba² justru dalam kondisi tak terduga. sebagai misal saat sedang dalam perjalanan pulang kantor dalam lelah dan capai terbersit ide menuliskan sesuatu justru jauh dari keadaan saat itu. contoh : ketika di dalam kereta dan sedang main kartu domino bersama rekan² timbul ide untuk menulis semacam cerita atau cerpen atau cerbung tentang sandi morse. yang lebih aneh lagi justru ide penulisan begitu tumpul saat saya mulai meluangkan waktu duduk manis dedepan meja sambil memegang pulpen ( maklum saya belum punyak komputer pribadi ). untuk keinginan menulis bahkan telah lama menjadi obsesi saya, realitasnya sangat begitu sulit rumit njlimet bin ribet untuk menggulirkan bongkahan batu di dalam dada agar menjadi gerak nyata menulis tinta.
March 26th, 2008 at 20:29 pm
salam kenal aja, kunjungi blog saya di taufik79.wordpress.com
March 27th, 2008 at 16:51 pm
Hm, Sip Markisip!
March 27th, 2008 at 16:52 pm
Top Markotop!
March 31st, 2008 at 16:32 pm
Sangat terasa membaca pesan dari setiap paragraf di atas. Saya seringkali, merasakan kesulitan memilih kata yang ada di awang-awang. Bahkan teman saya seringkali berujar,dari setiap kepul asap rokokpun akan ada satu ide untuk ditulis. Atau saya diingatkan oleh rektor saya dulu di iain jakarta, harun nasution, ‘nulislah walau satu kalimat’..
April 6th, 2008 at 03:57 am
ini pendatang baru masuk belajar menulis.com,sejujurnya saya hoby menulis tetapi saya punya gaya bahasa yang tidak nyambung kata katanya tetapi memang demikian dan penyampaian saya lebih banyak bertanya di dalam penulisan saya…oh iya kalau misalnya ada kejadian aneh atau peristiwa yang saya alami saya merangkai kalimatnya untuk catatan saya agak membingung
kan peristiwa tsb.Mungkin di forum ini saya bisa belajar dan saya hoby menulis ini tidak mempunyai ambisi sama sekali untuk mencari nafkah karena saya menulis memang hoby khususnya apa yg saya alami sesudah saya bekerja atau mungkin mendapat pengalaman yg aneh maksutku selain kerja …udah dulu ini hanya perkenalan dari saya dan salam saya buat mas mas yg kerja aktif di belajar menulis .com ini.
April 14th, 2008 at 11:22 am
Saya berkinginan menjadikan kegiatan menulis sebagai wahana curahan hati, biar emosi bisa mengalir dengan positif. Saya selama ini menyimpan kata-kata kunci di Handphone, tapi setelah itu ya hanya tersimpan di sana…..Saya ingin belajar lebih banyak untuk mewujudkan keinginan itu, makasih atas tulisannya yang mudah-mudahan dapat membuka keran mampet keinginan menulis saya, dan salam kenal…..
April 22nd, 2008 at 21:21 pm
Kalau saya lain lagi, kemacetan justru sering saya hadapi di tengah-tengah atau menjelang akhir naskah. Akibatnya, saya mengoleksi banyak sekali tulisan-tulisan setengah jadi alias tidak selesai hasil karya sendiri..
Tapi syukurlah ada sekolah menulis online, semoga setelah menuntut ilmu di sini kendala saya bisa teratasi..
April 23rd, 2008 at 16:56 pm
Banyak tulisan saya yang tidak rampung…, mau bikin ending nya tapi buntu…, kadang alur ceritanya udah terpikirkan, tapi ketika menuangkannya ga da kata-kata yg greget….,
Saia jadi banyak belajar dari BelajarMenulis.com…, thx bgd ^_^
May 5th, 2008 at 00:19 am
BelajarMenulis.com pelajaran yang sangat menarik disaat negara kita tercinta dilanda resesi energi & pangan.dengan sikon inilah saatnya kita banyak menuangkan ide2 yang notabene kegelisahan yang berdampak positip.kalo kita sudah banyak berlatih selalu &selalu positip thinking.baru kita dapatkan apa yang sebenarnya menjadi himpitan bagi kita (kayak saya ini……..rakyat biasa).jadi saya yakin menulis apa saja, dimana aja, kapan saja……..pasti dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kita.amin……..seperti yang udah saya lakukan ini adalah salah satu contoh ide2 yang saya keti sesuai petunjuk bapak belajarMenulis.com apa adanya, tanpa dipaksa, kok ya keluar dengan sendirinya, ternya mampetnya ndak lama kok, biarpun masih buram & keruh, artinya kalo dibaca kata2nya mungkin mbulet. tapi segala sesuatu tak usah banyak terlalu dipikirkan dalam2 & dirisaukan. enjoy aja segala sesuatu kalo dipaksa hasilnya juga jadi pemaksaan tidak seperti kita sendiri punya karakter. makanya tulisan comment ini adalah take action dari saya (rakyat biasa) yang kepengen, berniat & yakin bisa, bahwa menulis adalah pekerjaan halal yang terus & terus dikembangkan,apalagi sekarang zaman udah berubah segala sesuatu harus cepat & akurat, tidak hanya makanan siap saji saja, tetapi tulisan juga harus di create yang inovatif & creatif. saya sendiri jujur pada diri saya belum tentu tulisan saya ini dapt begitu saja diterima oleh para pembaca sekalian. tetapi inilah contoh yang dapat saya sajikan. tidak sekedar comment tapi begitu ada ide jadilah tangan saya mengetikan dengan apa adanya, biarpun mengetik masih dengan sebelas jari. yang penting harapan saya dengan sikon seperti saat ini tidak ada ruginya untuk berbuat sesuatu yang dapat menghasilkan sesuatu yaitu DUIT. yakinlah wahai saudara2ku setanah air sebangsa. kita tidak krisis sikon ini hanyalah siklus yang pada saatnya nanti pasti berubah.bukannya keyakinan yang kita anut sudah mengajarkan bahwa hidup di dunia ini cuman melepas dahaga. makanya kita semua kudu sabar & iklas. harus banyak memberi. termasuk memberikan comment, tulisan2 yang positip, kata2 ang bijaksana, semoga semua itu dapat bermanfaat untuk semua.amin…………………thankyu99x BelajarMenulis.com
May 16th, 2008 at 01:29 am
[...] pertama kali adalah bagian yang paling susah. Kenapa ya? Om Indarpati Harsono dalam tulisannya di belajar menulis bilang, “Salah satu kendala yang sering dirasa oleh penulis pemula adalah bagaimana mengawali [...]
May 18th, 2008 at 07:01 am
salam kenal….aq ingin bisa mengungkapkan apa tersirat dalam fikiranku , namun kadang2 mentok apa yang harus dilakukan …kalau mengungkapkan apa yang dirasakan….saya ingin menulis tentang perjalanan kehidupan yang saya alami dan saya rasakan….adakah cara memilih kata2 dan penyusunan kata2 yang serasi….?
May 27th, 2008 at 22:48 pm
Saya ingin sekali bisa menulis secara baik dan alurnya jelas dan terarah…tapi rasanya sulit untuk merangkai kata-kata, terutama untuk memulainya. Disatu sisi ketika saya sudah coba mulai menulis…sering tulisan itu malah lari kemana-mana gak nyambung, gak fokus yang ada jadi terlalu banyak kata2 yang out of topic bahkan terkadang bingung menentukan endingnya yang gak putus2. Semoga lewat situs ini saya bisa banyak belajar menulis dengan baik.
June 5th, 2008 at 14:33 pm
tipsnya keren banget. Sy seperti bang jonru ini, klo ga bisa nulis tulis aja, “lagi ga bisa nulis”, silahkan cek blog saya, ada tulisan seperti itu..eh di tengah menulis mengenai ga bisa nulis, malah terus mengalir yang akhirnya menjadi tulisan. Pernah kemarin2 ga bisa nulis sama sekali. suatu hal yang aneh ketika login ke blog. Makanya sa tulis, misalnya di http://epugi.wordpress.com/2008/06/03/kok-aneh-ya/ itu. Ya itulah seni menulis, ketika tidak bisa menulis, tulislah. Sy belajar banyak dari para penulis, salah satunya Pa EWA yg bisa jd inspirator jg
June 14th, 2008 at 22:49 pm
Assalamu Alaikum..
Saya “menemukan” web ini saat mencari APAPUN tentang teknik SEO.
Semenjak mengenal dunia SEO ini saya ingin sekali bisa menulis tentang tema SEO ini. Alhamdulillaah, bertemu dengan belajarmenulis.com. saya jadi terinspirasi untuk menjadi penulis khusus SEO di sini.
Saya juga terisnpirasi untuk mengadakan acara-acara kerjasama dalam hal membangkitkan gairah anak anak muda indonesia untuk menulis. Karena menurut pengalaman saya, untuk menjadi PENULIS pastinya juga menjadi PEMBACA yang hebat dulu. Untuk itu saya juga mau join di penulislepas.com
Sukses untuk BelajarMenulis.com
Saya SANGAT BANGGA akan ide-ide nya !
Terima Kasih.
Ali Akbar
http://konsultanseo.blogspot.com
July 1st, 2008 at 02:01 am
saya punya banyak tulisan yang terbengkalai. Entah itu cuma awal-nya aja, klimaks-nya aja, atau malah ending-nya aja. Herannya kalo disatuin ngga ada yang nyambung. Bingung deh..
July 5th, 2008 at 17:33 pm
Salam, Pak Jonru.
bukan kata kunci “SEO” yg saya googling. Karena waktu itu memang lagi cari cari artikel tentang SEO, saya surfing kemana-mana, sampailah ke Blog Anda ini. hehehe
Sekarang coba deh googling dengan “konsultan SEO”, nanti akan liat smua tentang Ali Akbar. Hehehe
hasil surfing kemana-mana, hasilnya jadi ngerti “menguasai” halaman 1 google. heheheh.
anyway ,
SUKSES SELALU, SELALU SUKSES ya!!
Ali Akbar
Konsultan SEO
Konsultan Terbaik untuk Bisnis Online Anda
+62 818 0800 2400
July 17th, 2008 at 11:06 am
Ass. .
Sy pgn bLjr nulis artikel niH,,tp sy g tw gmN cAra nulis artikel agar menarik dan ya bisa masuk meDia massa,kan lumayan buat nambah2 biaya melanjutkan kuliah. Sy jd pengen konsultasi dan minta kritik n saran nih buat tUlisan2 saya. Mohon bantuannya ya. Tulisan2 saya ada di
is3nkaja.blogspot.com
trima ksh
wslm