Ini Dia: Pemenang Beasiswa Gratis dari Sekolah-Menulis Online

Assallamualaikum,

Sejak awal April 2008 lalu, Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com (SMO) membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung sebagai siswa secara gratis. Beasiswa tersebut kami berikan kepada 5 (lima) orang dengan syarat yang sangat mudah.

Alhamdulillah, antusiasme rekan-rekan penulis untuk mendapatkan beasiswa ini cukup besar. Ada 44 pelamar yang mengirimkan naskah mereka. Semuanya menulis naskah yang sangat bagus.

Sebenarnya, kami ingin agar semua pelamar mendapatkan beasiswa tersebut. Tapi apa daya, kursi yang tersedia sangat sedikit. Dari ke-44 orang pelamar, tidak mudah bagi kami untuk memilih SIAPA yang paling berhak atas beasiswa tersebut. Sebenarnya, mereka semua berhak. Tapi sekali lagi, tidaklah mungkin untuk memilih mereka semuanya.

Maka, kami pun melakukan seleksi yang cukup ketat. Kriteria utama yang kami tetapkan adalah “siapa yang rayuannya paling maut”. Ini sesuai dengan persyaratan yang kami tetapkan pada pengumuman lomba:

Tulislah sebuah ARTIKEL dengan tema “Kenapa Saya Berhak Mendapat Beasiswa Gratis Mengikuti SMO?” Bila Anda bingung dengan syarat ini, anggap saja tulisan tersebut sebagai sebuah RAYUAN agar kami bersedia memilih Anda untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Sebagai sebuah “rayuan”, tulisan Anda harus benar-benar persuasif dan ditulis dengan penuh percaya diri.

Dari kriteria ini, terjaring tiga nama:

1. Udo Yamin Majdi (30 tahun, tinggal di Kairo, Mesir)

2. Afiyan (23 tahun, tinggal di Semarang)

3. Tripomo (32 tahun, tinggal di Bekasi)

Udo Yamin dan Afian berhasil lolos karena mereka juga menyertakan janji yang membuat kami “bertekuk lutut”. Mereka bertekad untuk menyebarluaskan ilmu yang mereka dapatkan di SMO untuk kepentingan umat. Hm… sebuah alasan yang sangat mengharukan, sehingga kami tidak punya alasan lagi untuk menolak mereka.

Maka, pesan kami untuk Anda berdua: Semoga Anda benar-benar konsisten dengan janji tersebut, sebab Tuhan dan saya beserta pembaca telah menjadi saksi.

Lantas untuk Tripomo, kami melihat semangat dan antusiasme dirinya selama ini yang sangat besar terhadap SMO, PenulisLepas.com dan BelajarMenulis.com. Kami tidak hanya membaca naskah yang dia kirim. Kami juga sempat membaca sejumlah email yang dia kirim ke milis-milis penulisan. Hal-hal yang dia lakukan selama ini membuat kami terharu, sehingga satu kursi beasiswa pun kami berikan pada dia.

* * *

Ada dua kursi lagi yang tersisa. Kami pun harus kembali melakukan seleksi. Ini bukan urusan mudah, sebab ke-41 peserta yang tersisa menulis “rayuan” dengan gaya yang lebih kurang sama. Tak ada yang menonjol.

Kami harus bekerja ekstra keras. Kami harus melihat sisi-sisi lain dari cerita mereka.

Dan akhirnya, terpilihlah dua nama:

4. Mena Larasati (28 tahun, tinggal di Bekasi)
Dia terpilih karena kami melihat semangatnya yang luar biasa untuk mengukir eksistensi diri di tengah ujian yang dia hadapi dalam hidupnya.

5. Adriyeni (30 tahun, tinggal di Padang, Sumatera Barat)
Kami memilihnya karena ia menulis kalimat berikut pada naskahnya:

“…Menulis adalah hidup saya, tanpa menulis saya seperti orang yang bisu, yang tidak bisa ngomong apa-apa….”

Juga kalimat-kalimat berikut ini:

“…saya menyadari bahwa hobi menulis yang saya miliki bukan hanya sekedar hobi belaka tetapi juga bisa bermanfaat bagi orang lain…. Tetapi akhirnya saya menyadari bahwa menulis tidak hanya berguna sebagai penyaluran hobi saja bagi saya tapi juga sebagai lahan ibadah.”

* * *

Oke, mungkin Anda beranggapan bahwa naskah Anda jauh lebih baik dari naskah ke-5 pemenang di atas. Anda mungkin merasa memiliki alasan-alasan yang lebih kuat - dibanding mereka - untuk mendapatkan beasiswa SMO. Karena itu, kami hanya berharap semoga Anda tidak kecewa. Kegagalan bukanlah bencana. Bencana yang sesungguhnya adalah ketika kita tidak bisa belajar dari kegagalan (demikian kata bijak dari seorang teman).

Insya Allah, di lain waktu masih ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa serupa. Kami akan berusaha untuk mengadakan beasiswa seperti ini sesering mungkin, sebab ini adalah salah satu wujud komitmen kami untuk memajukan dunia penulisan di Indonesia.

* * *

Penting: Buat Pemenang:

Selamat kami ucapkan kepada ke-5 penerima beasiswa SMO angkatan ke-3. Khusus buat Udo Yamin dan Afiyan, ingatlah bahwa janji adalah janji. Berusaha keraslah untuk menepati janji yang telah Anda ikrarkan :)

Untuk tahap selanjutnya, Anda berlima dipersilahkan mendaftarkan diri sebagai siswa SMO dengan cara mengisi formulir pendaftaran berikut ini:

Klik saja: http://smo.belajarmenulis.com/d_form.php

Bila ada isian formulir yang berhubungan dengan transfer dana, isi saja dengan n/a. Ingat, isian tersebut tidak boleh dikosongkan, karena hasilnya akan error.

Jangan lupa, baca dan pelajari langkah-langkah pendaftaran yang terdapat di http://smo.belajarmenulis.com/d_langkah.php

Perlu dicatat:

  1. Batas akhir pendaftaran adalah tanggal 30 April 2008. Jadi jangan sampai telat, ya. Karena bila telat, beasiswa Anda akan hangus.
  2. Beasiswa yang Anda terima adalah senilai Rp 585.000. Artinya, Anda hanya berhak mengikuti satu kelas. Bila ingin mengikuti dua kelas, ada tambahan biaya lagi yang harus Anda bayar.

* * *

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Ini adalah keputusan yang bersifat final, tak dapat diganggu-gugat.

Terima kasih, maaf bila tidak berkenan, dan salam sukses selalu!

Jakarta, 20 April 2008

Wassalam

Jonru
Pengelola Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com

6 Responses to “Ini Dia: Pemenang Beasiswa Gratis dari Sekolah-Menulis Online”

  1. salwangga Says:

    menghitung jari

    ruas demi ruas tertangkap mata
    tinggal sepuluh delay lagi
    hari itu pasti terjadi
    perdana ku belajar menulis

  2. Andre Gunawan Says:

    Menegur Malu

    Takut bukanlah alasan ku mundur
    Bekal ilmu ‘tlah ku tumpuk meskipun di undur
    Perlahan, laju jemari seakan mengendur
    Sudah layakkah malu tuk di tegur??

    Sayangnya, malu tak juga mau ditegur
    Mengikat spiral di lengan kidal ku
    Menuntun tubuh tuk lemah di pusara tempat tidur
    Menyesatkan kemauan dan khayalku tuk berlalu….hilanglah kesempatak emasku…

  3. Andre Gunawan Says:

    Besar harapanku untuk ikut pada kesempatan yang berikutnya….
    “Ya Tuhan, ikatkan nyawaku lebih kencang dari sebelumnya. Jangan biarkan waktu tibanya di saat aku terlelap di pangkuanmu dan jangan pula di saat aku sedang terlibat konflik dengan imajinasiku……..amiin”

  4. Susie Says:

    Ilmu adalah jendela dunia, menulis adalah kuas & kanvasnya ilmu.
    Bagi saya dengan kita menulis merupakan sumbangsih kita dalam membuka jendela dunia

  5. Arman Says:

    Menulis adalah dunia baru bagi saya. Cakrawala yang membuat aku bebas menentukan aku mau menjadi siapa. Dengan menulis aku menjadi penguasa dunia yang tak seorangpun dapat menaklukkan aku.

  6. isyana siregar Says:

    there’s no word left…i write so i live…and i live so i write…

Leave a Reply