<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BelajarMenulis.com</title>
	<atom:link href="http://www.belajarmenulis.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.belajarmenulis.com</link>
	<description>belajar menulis &#124; kiat penulisan &#124; konsultasi penulisan &#124; penulis sukses &#124; penulis hebat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Feb 2010 08:20:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pelatihan Menulis &amp; Menerbitkan Buku di Cirebon</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/pelatihan-menulis-menerbitkan-buku-di-cirebon</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/pelatihan-menulis-menerbitkan-buku-di-cirebon#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 08:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara Offline]]></category>
		<category><![CDATA[Dari Kami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Menulis sesungguhnya merupakan tindak kegiatan berkebudayaan. Melalui tulisan itulah kebudayaan tumbuh dan berkembang menjadi sejarah pemikiran ; perjalanan panjang perkembangan intelek makhluk manusia.[Bahasa Indonesia Kreatif - Maman S. Mahayana].
Setelah sukses dengan pelatihan menulis di banyak kota besar di Indonesia [salah satunya anda bisa lihat link kegiatan ini di http://geraibuku.multiply.com/photos/album/100 ] dan juga berbagai pelatihan menulis di sekolah-sekolah di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis sesungguhnya merupakan tindak kegiatan berkebudayaan. Melalui tulisan itulah kebudayaan tumbuh dan berkembang menjadi sejarah pemikiran ; perjalanan panjang perkembangan intelek makhluk manusia.[Bahasa Indonesia Kreatif - Maman S. Mahayana].</p>
<p>Setelah sukses dengan pelatihan menulis di banyak kota besar di Indonesia [salah satunya <a href="http://geraibuku.multiply.com/photos/hi-res/1M/144"></a>anda bisa lihat link kegiatan ini di http://geraibuku.multiply.com/photos/album/100 ] dan juga berbagai pelatihan menulis di sekolah-sekolah di berbagai tempat, Sekolah Menulis Online dan Geraibuku.com bekejasama dengan Najah Hasanah Production akan mengadakan kembali pelatihan Menulis di Cirebonyang insyaAlloh akan diadakan pada : <span id="more-342"></span><br />
<a href="http://geraibuku.multiply.com/photos/hi-res/1M/144"></a></p>
<p># Waktu : Minggu, 21 Maret 2010</p>
<p># Jam : 10.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
<a href="http://geraibuku.multiply.com/photos/hi-res/1M/144"></a><br />
# Tempat : Orchid Room Grage Hotel CIREBON</p>
<p># Pembicara<a href="http://geraibuku.multiply.com/photos/hi-res/1M/144"></a></p>
<p>- Jonru (Founder PenulisLepas.com, BelajarMenulis.com, Sekolah-Menulis Online &amp; Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang”)</p>
<p>- Epri Tsaqib (Mentor Sekolah Menulis Online ; Penulis buku“Ruang Lengang”)</p>
<p># Materi :</p>
<p>- Motivasi menulis</p>
<p>- Kiat membangun rasa percaya diri sebagai penulis</p>
<p>- Kiat mengatasi kebuntuan dalam menulis</p>
<p>- Kiat mengembangkan ide</p>
<p>- Kiat menjadi penulis produktif</p>
<p>- Kiat menerbitkan buku</p>
<p>- Praktek Menulis</p>
<p># Investasi : Early bird : sebelum 1 Maret 2010<br />
Umum Rp. 150.000<br />
Pelajar/ mahasiswa Rp. 100.000</p>
<p>Setelah Early Bird<br />
Umum Rp.200.000<br />
Pelajar/mahasiswa Rp. 150.000</p>
<p># Bonus Pendaftaran Sekolah-Menulis-Online (SMO) senilai Rp. 150.000,-</p>
<p>Fasilitas:<br />
-Ilmu yang bermanfaat<br />
-makan siang<br />
-coffee break<br />
-doorprize<br />
-sertifikat</p>
<p>CARA PENDAFTARAN (Pilih salah satu):</p>
<p>1. Tiket box : Radio DB FM ( Sdri. Onie ) Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 162 Cirebon<br />
(Gedung Nuansa)</p>
<p>2. Toko Buku Gramedia, lantai 2 Grage Mall Cirebon</p>
<p>3. Transfer biaya investasi via Bank BNI a/n Teti Indrawati No. 013.1441.186</p>
<p>Cat:<br />
- Setelah melakukan transfer, SMS ke no. 0899 6359 442 dengan format: NAMA(spasi)ALAMAT(spasi)PEKERJAAN(spasi)JUMLAHTRANSFER</p>
<p>4. Jangan buang bukti transfer Anda. karena pada hari H, bukti transfer akan digunakan sebagai tiket masuk.</p>
<p># Bagi anda yang ingin menjadi SPOSORSHIP bisa menghubungi Nimas  0899 6359 442</p>
<p># Pendaftaran sampai dengan tanggal 20 Maret 2010 [Selama bangku masih tersedia]</p>
<p># Informasi : geraibuku@gmail.com  telp : 0899 6359 442 atau  021- 3099 8655</p>
<p>Testiomi peserta pelatihan bisa dilihat di : http://dapurmae.multiply.com/journal/item/270/Pelatihan_Cara_Dahsyat_Menjadi_Penulis_Hebat</p>
<p>juga bisa disimak di bawah ini :</p>
<p>Suatu kondisi yang sudah lama (bahkan belum pernah) saya rasakan ketika menulis. Tips-tips sederhana dan mendasar dalam pelatihan itu, tapi hasilnya benar-benar luar biasa saya rasakan!</p>
<p>Ketika saya benar-benar terbebas dari beban apa pun untuk menumpahkan ide-ide di kepala saya ke dalam bentuk tulisan. Menulis lepas dan bebas! Bebas dari<br />
semua aturan-aturan bahasa,kaidah- kaidah penulisan,teori- teori menulis yang<br />
semua itu disebut mas Jonru hanya berupa konvensi-konvensi. Itulah yang<br />
kemudian mampu mengeluarkan diri saya dari “penjara” yang saya ciptakan<br />
sendiri!</p>
<p>Thanks God! Thanks Jonru!</p>
<p>[Mayang – Alumni peserta pelatihan 1 di Jakarta ]</p>
<p>&#8220;Benar-benar EDAN, luar biasa! Hari ini saya benar-benar mendapatkan inspirasi mengikuti pelatihan ini.&#8221;</p>
<p>Herman Susilo [Alumni Peserta Pelatihan, karyawan NGO di Jakarta]</p>
<p>*Ada bazaar buku saat pelatihan berlangsung</p>
<p>www.geraibuku.com<br />
www.sekolahmenulisonline.com<br />
Najah Hasanah Production</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/pelatihan-menulis-menerbitkan-buku-di-cirebon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Iman Cak Mul  2008 October 7</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/perjalanan-iman-cak-mul-2008-october-7</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/perjalanan-iman-cak-mul-2008-october-7#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 03:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GukEdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siswa & Alumni SMO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[by Winarno EdiPerjalanan Iman Cak Mul
Ayahnya seorang abangan penggemar keris yang menurut ingatan Cak Mul ayah jarang menjalankan salat lima waktu. Di kota kecil Jombang Jawa Timur pada tahun 1965 abangan identik dengan PNI atau PKI, sedangkan kaum santri identik dengan NU atau Muhamadiyah. Agar terlihat santri sang ayah salat Maghrib bersama di Langgar/mushola di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by Winarno EdiPerjalanan Iman Cak Mul</p>
<p>Ayahnya seorang abangan penggemar keris yang menurut ingatan Cak Mul ayah jarang menjalankan salat lima waktu. Di kota kecil Jombang Jawa Timur pada tahun 1965 abangan identik dengan PNI atau PKI, sedangkan kaum santri identik dengan NU atau Muhamadiyah. Agar terlihat santri sang ayah salat Maghrib bersama di Langgar/mushola di depan rumah.<span id="more-322"></span></p>
<p>Dari keluarga garis ibu, merupakan keluarga taat beragama. Ibu tidak mengajarkan secara khusus cara salat, tapi hanya memberi contoh sikap hidup yang baik, menghormati semua tetangga meskipun berbeda keyakinan. Ibu seorang bakulan pasar (pedagang kecil) kain batik dan handuk keliling antar Desa. Pergaulan dengan aneka ragam latar belakang agama dari orang-orang pasar Ibu Cak Mul terbiasa menerima perbedaan . Setiap Hari Raya Idhul Fitri rumahnya selalu mendapat kunjungan dari keluarga yang berbeda agama penganut Kristen Jawi Wetan. Selesai salam-salaman para bakul pasar berbicara apa adanya, cair, tidak ada sekat. Begitu pula pada bulan Desember, ibu Cak Mul menyempatkan waktu ke rumah teman-temannya yang beragama Kristen untuk sekedar salam-salaman selamat Natal.</p>
<p>Belajar salat Cak Mul dari adik ibu yaitu Bu Lik (Bibik) ketika masih SD kelas III. Satu Tahun Cak Mul mengikuti Bu Lik di kota kecil Ponorogo. Bu Lik seorang santri Muhamadiyah mulai mengajarkan salat dengan menyisipkan bahasa Jawa. Sembayang ia gunakan untuk kata salat. Bacaan doa dalam setiap rukun salat menurut Bu Lik tidak perlu harus hafal seluruh, tapi cukup hafal sedikit sudah boleh bagi anak kecil. Yang utama, menjalankan salat dulu nanti kalau sudah mulai hafal semua, wajib membaca doa dalam setiap rukun salat.</p>
<p>Tanpa belajar di sekolah madarasah atau les guru agama dan latihan membaca ayat-ayat pendek dalam huruf latin, Ia menjadi seorang buta huruf dalam bahasa Arab. Cak Mul kecil rajin menjalankan salat lima waktu hingga dewasa. Ya kadang ada kalanya masih bolong Subuh dan Ishak tidak salat. Kadang salat, kadang tidak juga dilakukan oleh teman-teman sekolah yang berlatar belakang pesantren.</p>
<p>Ketika remaja aktif siang, malam membantu kegiatan mesjid dari mengurusi kebersihan, mengedarkan kotak amal setiap Jum’at sampai sebagai panitia zakat dan panitia Qurban. Tatkala itu ia melihat sebagian uang zakat yang terkumpul ditelep oleh beberapa pengurus mesjid. Cak Mul tidak bisa menerima kenyataan itu. Uang untuk fakir – miskin ditilep tokoh mesjid? Lho, ini bagaimana ? Ini membohongi santri, kok tega amat. Apakah ia harus ikutan menjadi anggota penilep uang zakat? Pertanyaan itu mengguncang perasaannya, ini tidak adil.</p>
<p>Sejak itu arek Jawa Timur ini tidak mau mengikuti kegiatan mesjid. Ia marah. Apa gunanya belajar agama jika bertingkah laku seperti maling. Itu namanya berkhianat terhadap ajaran agama. Pengurus mesjid yang menilep uang zakat itu sudah kering batinnya. Kalau begitu Tuhan sudah tidak berpihak kepada para fakir miskin, pikir Cak Mul. Ya, sudah sekarang tidak salat, asalkan berbuat baik kepada setiap orang.</p>
<p>Berhari-hari, berbulan-bulan Cak Mul meninggalkan kewajiban salat lima waktu. Ia benci pada pengurus mesjid. Dalam keadaan dendam itu, Ia terkena musibah menghilangkan barang berharga milik sahabatnya. Kata pepatah ibarat jatuh tertimpa tangga. Ia sangat gelisah karena tidak mampu mengganti dalam bentuk barang maupun uang. Dari kegelisahan dan ketakutan Cak Mul melakukan upaya salat malam, salat wajib yang sudah ditinggal. Pokok doanya memohon dirinya mendapat ketenangan. Dalam setiap salat ia berulang-ulang mengucapkan surat Al-Fatikah berikut artinya.</p>
<p>Dorongan ingin mengadu kepada Tuhan melalui bahasanya sendiri yaitu bahasa Indonesia, ia sangat bisa menghayati dari isi doa. Menurutnya isi doa ini sangat membela dirinya dan memberikan jalan keluar dari kesulitan, ada rasa kedekatan dengan Tuhan. Lantaran muncul rasa dekat ketika salat, ia tidak merasakan kebosanan, tidak ingin berhenti. Terus ingin salat.</p>
<p>Kedekatan Cak Mul dengan Tuhan sangat berlawanan ketika ia membenci pengurus mesjid. Tuhan yang semula ia curigai sekarang begitu dekat. Perjalanan keimanan Cak Mul ini sangat pribadi, tidak semua orang mengalami. Masing-masing individu memiliki perjalanan iman masing-masing. Ia kadang dibawah, kadang diatas bahkan mengalami kekalahan. Karena meyakini pentingnya iman maka Cak Mul harus memenangkan pergulatan iman itu.</p>
<p>from → Umum</p>
<p>6 Responses leave one →<br />
2008 October 8 aya permalink<br />
wow,keyen tucH…….kuat jg ya??? yAng kuat ya Mas…</p>
<p>2008 October 8 salwangga permalink<br />
waduh, bingung sal mau nulis apa. pokoknya, nulis terus deh. nanti juga ketemu formula yang enak dan bikin “betah” mata untuk membaca.</p>
<p>yang sal tangkap sih, intinya tentang pertentangan “nilep zakat”, perang batin, tak sependapat dengan teman. namun akhirnya, ya, bingung.</p>
<p>apakah karena tidak ada pembuka dan penutup. alias datar-datar saja?</p>
<p>2008 October 11 ekowahyudi permalink<br />
Jadi ngingetin saya sama Kang Sobary nih…<br />
Terus Menulis, Mas</p>
<p>2008 October 16 Kinoysan permalink<br />
Dear Winarno,</p>
<p>cerita yang bagus, tapi perlu ditata lagi biar runtut. Anggep aja lagi cerita sama temen…. baca buku JADI PENULIS FIKSI? GAMPANG, KOK! dan baca tips penulisan di blog saya.</p>
<p>Kinoysan</p>
<p>2008 October 17 inarus permalink<br />
untuk pendapat saya cukup bagus bukan cara menulisnya tapi bisa aku abil isi dari cerita tersebut ternyata banyak kesamaan dengan cerita kampung dulu / sekarang yang jelas tulis terus aku akan baca<br />
makasih pak Winarno</p>
<p>2009 November 10 tia permalink<br />
assalam..<br />
pak ni saya bca dsini bsa blajar kurus nulis trus free pula. tpi sya mash ngak ngerti maksd dan sistemnya kya gmn?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/perjalanan-iman-cak-mul-2008-october-7/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kalah dengan anak</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/kalah-dengan-anak</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/kalah-dengan-anak#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 02:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GukEdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siswa & Alumni SMO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Anakku sekarang sekolah di SD kelas IV.  Sejak kecil sudah ada tanda-tanda keras kepala.  Kemauannya dibelikan mainan sangat kuat dan tidak akan surut menangis dan ngambeg kalau barang mainan sudah ada ditangannya. Dia pada usia dua tahun sudah gemar membanting apa saja, jika kemauannya tidak dituruti. Jengkel lalu banting
Kalau sudah begini aku tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anakku sekarang sekolah di SD kelas IV.  Sejak kecil sudah ada tanda-tanda keras kepala.  Kemauannya dibelikan mainan sangat kuat dan tidak akan surut menangis dan ngambeg kalau barang mainan sudah ada ditangannya. Dia pada usia dua tahun sudah gemar membanting apa saja, jika kemauannya tidak dituruti. Jengkel lalu banting<span id="more-319"></span></p>
<p>Kalau sudah begini aku tak tega dan malu dengan tetangga, karena jeritan serta tangisannya sangat keras, suasana menjadi gaduh. Hal yang aku lalukan biasanya mengikuti keinginannnya.</p>
<p>Anakku satu-satunya, aku dan istriku sangat menyayangi. Sakit sedikit saja kami sudah gugup mencari dokter anak. Waktu bayi usia 14 bulan pernah sakit panas hingga kejang dua kali dalam sehari. Ini yang membuat aku selalu khawatir akan dirinya.</p>
<p>Mainan apa saja aku belikan, kebetulan kami berdua bekerja. Sehingga tidak masalah untuk membeli mainan. Sampai-mainan itu  rusak  dikumpulkan samapai tiga karung menumpuk  jadi barang bekas siap diberikan pemulung.</p>
<p>Karater anakku berbeda dengan anak tetanggaku yang seusia. Ia  sama suka nangis, tapi tidak sekeras kemauan anakku. Meski tidak ngambekan, tapi mainnya jauh sampai kadang larut malam. Anak tetangga ini bungsu dari tiga bersaudara, punya nyali lebih dibanding anakku. Ia kuat dimarahi atau diejek kawan sebayanya, hal ini barangkali karena kebiasaan setiap hari ibunya sering marah dan mencubitnya bila ia sering keluyuran.</p>
<p>Kalah barangkali tepatnya aku didepan anakk</p>
<p>Anakku sekarang sekolah di SD kelas IV.  Sejak kecil sudah ada tanda-tanda keras kepala.  Kemauannya dibelikan mainan sangat kuat dan tidak akan surut menangis dan ngambeg kalau barang mainan sudah ada ditangannya. Dia pada usia dua tahun sudah gemar membanting apa saja, jika kemauannya tidak dituruti. Jengkel lalu banting</p>
<p>Kalau sudah begini aku tak tega dan malu dengan tetangga, karena jeritan serta tangisannya sangat keras, suasana menjadi gaduh. Hal yang aku lalukan biasanya mengikuti keinginannnya.</p>
<p>Anakku satu-satunya, aku dan istriku sangat menyayangi. Sakit sedikit saja kami sudah gugup mencari dokter anak. Waktu bayi usia 14 bulan pernah sakit panas hingga kejang dua kali dalam sehari. Ini yang membuat aku selalu khawatir akan dirinya.</p>
<p>Mainan apa saja aku belikan, kebetulan kami berdua bekerja. Sehingga tidak masalah untuk membeli mainan. Sampai-mainan itu  rusak  dikumpulkan samapai tiga karung menumpuk  jadi barang bekas siap diberikan pemulung.</p>
<p>Karater anakku berbeda dengan anak tetanggaku yang seusia. Ia  sama suka nangis, tapi tidak sekeras kemauan anakku. Meski tidak ngambekan, tapi mainnya jauh sampai kadang larut malam. Anak tetangga ini bungsu dari tiga bersaudara, punya nyali lebih dibanding anakku. Ia kuat dimarahi atau diejek kawan sebayanya, hal ini barangkali karena kebiasaan setiap hari ibunya sering marah dan mencubitnya bila ia sering keluyuran.</p>
<p>Kalah baraAnakku sekarang sekolah di SD kelas IV.  Sejak kecil sudah ada tanda-tanda keras kepala.  Kemauannya dibelikan mainan sangat kuat dan tidak akan surut menangis dan ngambeg kalau barang mainan sudah ada ditangannya. Dia pada usia dua tahun sudah gemar membanting apa saja, jika kemauannya tidak dituruti. Jengkel lalu banting</p>
<p>Kalau sudah begini aku tak tega dan malu dengan tetangga, karena jeritan serta tangisannya sangat keras, suasana menjadi gaduh. Hal yang aku lalukan biasanya mengikuti keinginannnya.</p>
<p>Anakku satu-satunya, aku dan istriku sangat menyayangi. Sakit sedikit saja kami sudah gugup mencari dokter anak. Waktu bayi usia 14 bulan pernah sakit panas hingga kejang dua kali dalam sehari. Ini yang membuat aku selalu khawatir akan dirinya.</p>
<p>Mainan apa saja aku belikan, kebetulan kami berdua bekerja. Sehingga tidak masalah untuk membeli mainan. Sampai-mainan itu  rusak  dikumpulkan samapai tiga karung menumpuk  jadi barang bekas siap diberikan pemulung.</p>
<p>Karater anakku berbeda dengan anak tetanggaku yang seusia. Ia  sama suka nangis, tapi tidak sekeras kemauan anakku. Meski tidak ngambekan, tapi mainnya jauh sampai kadang larut malam. Anak tetangga ini bungsu dari tiga bersaudara, punya nyali lebih dibanding anakku. Ia kuat dimarahi atau diejek kawan sebayanya, hal ini barangkali karena kebiasaan setiap hari ibunya sering marah dan mencubitnya bila ia sering keluyuran.</p>
<p>Kalah barangkali tepatnya aku didepan anakk<br />
ngkali tepatnya aku didepan anakk<br />
Anakku sekarang sekolah di SD kelas IV.  Sejak kecil sudah ada tanda-tanda keras kepala.  Kemauannya dibelikan mainan sangat kuat dan tidak akan surut menangis dan ngambeg kalau barang mainan sudah ada ditangannya. Dia pada usia dua tahun sudah gemar membanting apa saja, jika kemauannya tidak dituruti. Jengkel lalu banting</p>
<p>Kalau sudah begini aku tak tega dan malu dengan tetangga, karena jeritan serta tangisannya sangat keras, suasana menjadi gaduh. Hal yang aku lalukan biasanya mengikuti keinginannnya.</p>
<p>Anakku satu-satunya, aku dan istriku sangat menyayangi. Sakit sedikit saja kami sudah gugup mencari dokter anak. Waktu bayi usia 14 bulan pernah sakit panas hingga kejang dua kali dalam sehari. Ini yang membuat aku selalu khawatir akan dirinya.</p>
<p>Mainan apa saja aku belikan, kebetulan kami berdua bekerja. Sehingga tidak masalah untuk membeli mainan. Sampai-mainan itu  rusak  dikumpulkan samapai tiga karung menumpuk  jadi barang bekas siap diberikan pemulung.</p>
<p>Karater anakku berbeda dengan anak tetanggaku yang seusia. Ia  sama suka nangis, tapi tidak sekeras kemauan anakku. Meski tidak ngambekan, tapi mainnya jauh sampai kadang larut malam. Anak tetangga ini bungsu dari tiga bersaudara, punya nyali lebih dibanding anakku. Ia kuat dimarahi atau diejek kawan sebayanya, hal ini barangkali karena kebiasaan setiap hari ibunya sering marah dan mencubitnya bila ia sering keluyuran.</p>
<p>Kalah barangkali tepatnya aku didepan anakk<br />
Anakku sekarang sekolah di SD kelas IV.  Sejak kecil sudah ada tanda-tanda keras kepala.  Kemauannya dibelikan mainan sangat kuat dan tidak akan surut menangis dan ngambeg kalau barang mainan sudah ada ditangannya. Dia pada usia dua tahun sudah gemar membanting apa saja, jika kemauannya tidak dituruti. Jengkel lalu banting</p>
<p>Kalau sudah begini aku tak tega dan malu dengan tetangga, karena jeritan serta tangisannya sangat keras, suasana menjadi gaduh. Hal yang aku lalukan biasanya mengikuti keinginannnya.</p>
<p>Anakku satu-satunya, aku dan istriku sangat menyayangi. Sakit sedikit saja kami sudah gugup mencari dokter anak. Waktu bayi usia 14 bulan pernah sakit panas hingga kejang dua kali dalam sehari. Ini yang membuat aku selalu khawatir akan dirinya.</p>
<p>Mainan apa saja aku belikan, kebetulan kami berdua bekerja. Sehingga tidak masalah untuk membeli mainan. Sampai-mainan itu  rusak  dikumpulkan samapai tiga karung menumpuk  jadi barang bekas siap diberikan pemulung.</p>
<p>Karater anakku berbeda dengan anak tetanggaku yang seusia. Ia  sama suka nangis, tapi tidak sekeras kemauan anakku. Meski tidak ngambekan, tapi mainnya jauh sampai kadang larut malam. Anak tetangga ini bungsu dari tiga bersaudara, punya nyali lebih dibanding anakku. Ia kuat dimarahi atau diejek kawan sebayanya, hal ini barangkali karena kebiasaan setiap hari ibunya sering marah dan mencubitnya bila ia sering keluyuran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/kalah-dengan-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Awal Tahun</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/renungan-awal-tahun</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/renungan-awal-tahun#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 05:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masbadiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siswa & Alumni SMO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Hidup adalah misteri. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Sebagai manusia, kita wajib berusaha untuk meraih yang terbaik dalam hidup. Namun yang terjadi kemudian adalah mutlak hak Tuhan, Allah SWT.
Untuk itulah, kita tidak saja wajib berusaha, tetapi kita juga wajib untuk berdo’a, memohon yang terbaik pada-Nya. Dan karena hidup kita tidak hanya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup adalah misteri. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Sebagai manusia, kita wajib berusaha untuk meraih yang terbaik dalam hidup. Namun yang terjadi kemudian adalah mutlak hak Tuhan, Allah SWT.</p>
<p>Untuk itulah, kita tidak saja wajib berusaha, tetapi kita juga wajib untuk berdo’a, memohon yang terbaik pada-Nya. Dan karena hidup kita tidak hanya di dunia saja, maka kebaikan yang kita mohonkan adalah kebaikan dunia dan akhirat. Itulah do’a yang wajib dan sering kita panjatkan.<span id="more-307"></span></p>
<p>Ketika kita sudah berusaha secara maksimal, do’a pun telah kita panjatkan, mengapa hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang kita inginkan?  Mari kita merenung sejenak.</p>
<p>Pertama, kita sadar bahwa kita adalah makhluk yang tidak luput dari kelemahan dan kekurangan. Untuk itulah mari kita cek kembali, benarkah kita sudah berusaha dengan yang terbaik? Benarkah kita sudah berdoa memohon yang terbaik pada-Nya? Mari kita cek diri kita masing-masing. Jika belum, mari perbaiki upaya-upaya kita diiringi do’a permohonan kita pada Sang Pencipta.</p>
<p>Kedua, cek kembali cita-cita atau keinginan kita. Benarkah apa yang dicita-citakan atau diinginkan itu memang benar-benar baik bagi kita? Sekali lagi, karena kita adalah makhluk yang tak lepas dari kelemahan, kita harus merenungkan secara mendalam. Jangan-jangan yang kita inginkan itu sebenarnya tidak baik bagi kita.</p>
<p>Orang yang belum pandai mengelola keuangan tentu tidak baik jika diberikan kekayaan. Orang yang mudah stres, gampang panik, atau sakit-sakitan tentu kurang baik jika diberikan jabatan. Ada banyak alasan mengapa Tuhan belum atau tidak memberikan apa yang kita inginkan. Karena Tuhan itu Maha Baik, yakinlah bahwa alasan-alasan itu baik bagi kita. Artinya, apa yang kita capai, apa yang Tuhan berikan, itulah yang terbaik bagi kita.</p>
<p>Ketiga, sabar dan berserah diri, tawakal kepada Yang Maha Kuasa adalah kunci kesuksesan kita. Jika kita telah melakukan yang terbaik, memohon yang terbaik, namun hasilnya belum sesuai harapan, Sabar dan tawakallah! Karena sabar dan tawakal itu benteng terakhir untuk menghadapi ujian, dan ujian itu akan selalu datang selama hidup, maka tak perlu kita bertanya lagi, sampai kapan kita harus sabar dan tawakal?  Apapun yang telah kita raih, bersyukurlah. Syukur akan menjadi pijakan yang kokoh untuk melanjutkan langkah-langkah kita di masa-masa yang akan datang.</p>
<p>Salam Sukses!</p>
<p>Badiyo</p>
<p>Alumni SMO 4 Nonfiksi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/renungan-awal-tahun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Rich Mom, Why Not?</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/menjadi-rich-mom-why-not</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/menjadi-rich-mom-why-not#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 04:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siswa & Alumni SMO]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Ada kabar dari mantan siswa SMO angkatan I nih .
Insya Allah akan menelorkan buku solo pertamanya.
Dirilis Januari 2010 Insya Allah (insya Allah sudah beredar di toko buku 2o Januari 2010)
Beberapa pendapat mereka tentang buku ini :
Buku ini sangat baik untuk Ibu2, calon ibu dan remaja putri, bahwa ada yang lebih penting dari sekedar materi.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_303" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.belajarmenulis.com/wp-content/uploads/2010/01/RichMom_PreFA_01_E_01.jpg" target="blank"><img class="size-medium wp-image-303" src="http://www.belajarmenulis.com/wp-content/uploads/2010/01/RichMom_PreFA_01_E_01-300x212.jpg" alt="" width="300" height="212" /></a><p class="wp-caption-text">cover buku Rich Mom Poor Mom</p></div>
<p>Ada kabar dari mantan siswa SMO angkatan I nih .</p>
<p>Insya Allah akan menelorkan buku solo pertamanya.</p>
<p>Dirilis Januari 2010 Insya Allah (insya Allah sudah beredar di toko buku 2o Januari 2010)<span id="more-302"></span></p>
<p>Beberapa pendapat mereka tentang buku ini :</p>
<p>Buku ini sangat baik untuk Ibu2, calon ibu dan remaja putri, bahwa ada yang lebih penting dari sekedar materi.  Selain menganjurkan untuk selalu berbuat baik (sedekah), penulis juga mengajak pembacanya untuk memelihara hati, beribadah, berbakti kepada suami dan anak, agar tercipta suasana rumah tangga yang bahagia.  &#8220;Wanita adalah tiang negara, jika wanitanya baik maka baiklah negara itu&#8221;. demikianlah ajakan penulis buku ini.</p>
<p>(Prof Nurtjahjadi, Profesor Madya pada UPSI Tanjung Malim Malaysia)</p>
<p>Ibu yang kaya berarti juga ibu yang cerdas dan bahagia. Ibu yang miskin berarti ibu yang seadanya dan seringkali tidak bahagia. Maka menjadi ibu yang kaya adalah pilihan yang bagus diciptakan sendiri.Buku ini dengan luar biasa lengkap telah memaparkan sosok ibu istimewa ini. Wajib baca deh, karena hanya ibu kaya yang menghasilkan anak-anak yang kaya, yang cerdas dan bahagia. Buku ini akan sangat menginspirasi kita dengan tuturannya yang flow dan tidak menggurui. (Ifa Avianty, penulis BRIGHT MOM, ANAKKU SAHABATKU, dll, Founder Ifa Writing School (IWS))</p>
<p>Pengen jadi ibu dan istri yang smart &amp; rich? Bacalah buku ini! Sebuah buku yang sangat menarik dan perlu dibaca oleh semua wanita yang menjadi seorang ibu, istri dan terutama ibu-ibu muslimah. Ikuti langkah-langkah di buku ini, insya Allah Anda menjadi the Real Rich Mom. (Yosi Widhayanti, General Manager Teknologi Informasi, PT Aplikanusa Lintasarta)</p>
<p>Melalui buku ini, Syasya memaknai ulang kekayaan. Yang menarik adalah ketika ia menerjemahkan pasif income Robert Kiyosaki dengan hadis Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya”. Inilah investasi terbesar yang akan membawa seorang “Rich Mom” ke Surga. (Denny Prabowo, penulis buku Membongkar Rahasia Ikhwan Nyebelin)</p>
<p>Menjadi Ibu bagi setiap perempuan adalah tanggung jawab sepanjang hayat. Ibu adalah mata air, kemuliaan, kebahagiaan dan pengorbanan. Dengan tutur seorang Ibu, buku ini mengawal pembacanya agar senantiasa menjaga konsep &#8220;The Most Valuable Treasure&#8221; agar kelak menjadi tabungan hari tua yang tetap berharga ; Anak yang sholeh dan sholehah, hingga akhir masa.  (Dani Ardiansyah , Ketua komunitas Sekolah Kehidupan, Penulis Indie, Owner JasaPenerbitan.com)</p>
<p>Saya yakin, kalau mau jujur semua wanita ingin menjadi rich mom. Hanya orang yang mampu bersyukur dan mau “menghidupkan syaraf” syukur yang bisa menikmati indahnya tulisan di buku ini. Buku ini makin menambah banyaknya bacaan yang bermanfaat, karena sarat dengan nuansa spiritual, emosional dan pengetahuan. Dari hal yang tampak ‘sepele”, penulis mampu menyajikan bunga rampai sebagai kiat menjadi rich mom.  (Endang Widiyanti, Internal Auditor Coordinator PT GRATIKA Jakarta).</p>
<p>Cuplikan Kata Pengantar Ibu Linda Djalil Di Buku Rich Mom Poor Mom  :</p>
<p>Betapa makna seorang Ibu tentu tak dapat dipungkiri, begitu besar. Sekali lagi, begitu besar. Lalu, apa di balik makna besar itu? Bagaimana pula sosok seseorang yang dipredikatkan sebagai Ibu? Bagaimana menjadi seseorang yang sungguh bernilai, atau yang dianggap tidak atau kurang bernilai di mata orang lain? Bagaimana pula penghargaan yang tampaknya sepele harus dilekatkan kepada seorang Ibu? Adakah kita acapkali berlama-lama memperbincangkannya? Secara jujur, marilah kita berkata, tidak selalu. Topik lain kadangkala terasa jauh lebih menarik ketimbang mengisahkan, mempersoalkan bagaimana selayaknya kita bersikap maupun menempatkan seorang Ibu menjadi sosok, hal, topik tertinggi dalam kehidupan sehari-hari kita.</p>
<p>Seorang wanita muda, Syasya Azisya, berusia 31 tahun , dengan dua anak yang masih berusia lima tahun dan 20 bulan, dengan sepenuh hati bertutur kepada kita tentang sosok yang anggun di mata dunia : Ibu. Betapa sepanjang nafas kita kata IBU di kepala selalu sejalan seiring. Tak kita sadari pula, sampai berjalan terus usia kita, kesantunan kepada ibu sering terabaikan.</p>
<p>Penulis ini dengan halus sudah menyentil kita, menyadarkan kita betapa masih banyak kekurangan kita sebagai seorang Ibu, dan betapa juga kurang santunnya kita terhadap Ibu kita sendiri. Semua berjalan, seiring, timbal balik, sebab akibat, enerji positif negative, berbaur tanpa kita sadari .</p>
<p>Peran seorang Ibu yang tanpa disadari sangat penting dan mencetak Ibu maupun Bapak kecil menjadi besar nantinya, tentu mutlak harus memiliki enerji positif dan segudang kebaikan sebagai bekalnya. Bagaimana anak bisa menjadi halus dan berbudi bila sehari-hari sang Ibu berteriak kasar kepada banyak orang di lingkungan terdekatnya. Bagaimana anak gemar membaca kalau sang Ibu enggan menenteng anak ke toko buku dan malas pula membaca dan mengoleksi ragaman buku di rumahnya? Bagaimana juga anak akan terbawa hidup rapi dan teratur kalau Ibu tak perduli dengan kebersihan rumahnya, dari kamar mandi sampai dapur dan kamar tidurnya? Bagaimana pula seorang Ibu bisa memaksa kehendak agar si anak menekuni agamanya apabila ia sendiri tak menjadi proyek percontohan yang bersifat agamis bagi anak-anaknya.</p>
<p>Ibu yang kaya materi dan kaya hati….hhmm… betapa idealnya dan memang kaya sekali apabila bisa direngkuh secara utuh oleh para Ibu. Judul buku ini menggiring kita, terutama kaum Ibu, untuk bebenah, membereskan diri, sejauh mana sudah memenuhi standar minimal menjadi seorang Ibu yang mendekati sempurna?  Syasya telah menyadarkan kita, betapa kita masih harus lebih banyak lagi belajar untuk menjadi seorang Ibu yang baik, welas asih, terukur dalam tutur kata dan perilaku, untuk bisa mencetak bibit unggul yang sempurna yang menjadi tonggak kukuh bagi tiang negara. Dan, menyisakan waktu untuk menamatkan buku ini membuat kita bernafas panjang, seolah-olah ‘malu’ kepada diri sendiri, dan ada bisikan ke telinga kita, “Sudahkan pula kita selama ini menghormati Ibu kita setinggi-tingginya?”</p>
<p>Linda Djalil  Jakarta, akhir November 2009</p>
<p>Bagi yang tertarik ingin memesan, just email me at syasya.oke@gmail.com</p>
<p>Wass WW</p>
<p>Syasya (Alumni SMO I)</p>
<p>www.sya2.multiply.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/menjadi-rich-mom-why-not/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bersepeda itu transportasi</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/bersepeda-itu-transportasi</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/bersepeda-itu-transportasi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 04:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GukEdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siswa & Alumni SMO]]></category>
		<category><![CDATA[bersepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 3 (tiga) tahun terakhir ini sejak tahun 2006 bersepeda menjadi kecenderungan di kota-kota besar, terutama pekerja kantoran. Ini berbeda dengan masyarakat bawah  sepeda bukan trend melainkan alat transportasi.
Bagi kalangan bawah sepeda itu segalanya, artinya sepeda sebagai kendaraan yang setiap hari bertugas mengantar majikan mencari nafkah. Keterbatasan ekonomi menjadi pilihan paling murah. Perhatikan profisi tukang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah 3 (tiga) tahun terakhir ini sejak tahun 2006 bersepeda menjadi kecenderungan di kota-kota besar, terutama pekerja kantoran. Ini berbeda dengan masyarakat bawah  sepeda bukan trend melainkan alat transportasi.<span id="more-299"></span></p>
<p>Bagi kalangan bawah sepeda itu segalanya, artinya sepeda sebagai kendaraan yang setiap hari bertugas mengantar majikan mencari nafkah. Keterbatasan ekonomi menjadi pilihan paling murah. Perhatikan profisi tukang jamu, tukang koran, pegawai rendahan, tukang sayur-mayur, tukang bubur-ayam dan tukang krupuk,  sangat tergantung pada alat ini. Perkara jarak bukan halangan, pasalnya tak ada pilihan terhadap kendaraan lain. Di tengah gempuran kemilikan sepeda motor kalangan bawah tetap setia dengan sepeda.</p>
<p>Jika sepeda rusak atau ban kempes maka seluruh roda ekonomi keluarga akan terhenti sementara waktu. Kalau rusak parah bahkan sampai dicuri orang, terbayang pemasukkan uang tersendat entah sampai  kapan ada pengantinya.</p>
<p>Ketika anak sakit atau istri akan melahirkan misalnya, sepeda tetap menjadi pilihan walau rumah sakit jauh. Karena keterbatasan uang  yang berisiko tinggi tak menghalangi memakai sepeda Kecepatan waktu tempuh tak menyurutkan bersepedaPencemeran udara mereka lawan dengan kampanye bersepeda. untuk mencari obat atayu ke dokter .Walau dengan  modal genjotan kaki, ketika anak sakit</p>
<p>Bersepeda dari kalangan kantoran secara simbolik bisa tampak dari cara mereka memberi fasilitas keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan alat transportasi ini seperti: selalu memakai helm sepeda, berkaos panjang, masker standar,  jenis sepeda berharga diatas 2 juta rupiah dan lampu pengaman.</p>
<p>Alasan pokok  mereka ingin bersepeda ke kantor atau pesepeda kantor karena isu lingkungan. Selain kemacetan sebenarnya pencemaran udara sudah mencapai sekitar 85 persen.  Meningkatnya kepemilikan sepeda motor yang tinggi sehingga menyumbang pencemaran udara. Untuk itu mereka melakukan perlawan dengan kampanye bersepeda.  Dengan bersepada berharap ikut memberi sumbangan udara bersih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/bersepeda-itu-transportasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>melayat wafatnya Gus Dur</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/melayat-wafatnya-gus-dur</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/melayat-wafatnya-gus-dur#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 02:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GukEdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siswa & Alumni SMO]]></category>
		<category><![CDATA[melayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Radio Green Utan KAyu Utara pada hari Rabu tanggal 30 Desember 2009 menyiarkan acara Asia Calling, saat itu chanel gelombang entah bagaimana berdempetan dengan radio SONORA.
Dengan tanpa sengaja terdengar suara tidak jelas kresek-kresek  sekitar pukul 19.00 penyiar radio ini memberi informasi bahwa mantan  presiden KH Abdurahman Wahit wafat di RS. Ciptomangunkusomo (RSCM)pada pukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Radio Green Utan KAyu Utara pada hari Rabu tanggal 30 Desember 2009 menyiarkan acara Asia Calling, saat itu chanel gelombang entah bagaimana berdempetan dengan radio SONORA.<span id="more-287"></span></p>
<p>Dengan tanpa sengaja terdengar suara tidak jelas kresek-kresek  sekitar pukul 19.00 penyiar radio ini memberi informasi bahwa mantan  presiden KH Abdurahman Wahit wafat di RS. Ciptomangunkusomo (RSCM)pada pukul 18.45. Karena rumahku di jalan Pramuka-Utan Kayu, aku segera bergegas meluncur 10 (sepuluh) menit ke RSCM.</p>
<p>Pelayat sudah berdatangan dan petugas kepolisian  berjaga-jaga dengan sejumlah mobil patroli parkir di sepanjang jalan Diponegoro sampai sudut pertigaan RS. St Carolus jalan Salemba RAya.</p>
<p>Diantara pelayat yang  sebagian besar datang dari  warga biasa, beberapa pejabat penting seperti Gubernur DKI, mantan menteri perhubungan Agum Gumelar, mantan menteri luarnegeri Alwi Shihab, beberapa aktivis Kongko Bareng Gus Dur  serta beberapa artis sudah menjejali pintu depan  gedung pacu jantung.</p>
<p>Kerumunan teman-teman media cetak dan elektronik yang bertugas menambah sesak lorong-lorong RCSM, tapi hal ini tak menyurutkan para pelayat yang terus berdatangan.</p>
<p>Sekitar pikul 20.30 seorang pria berambut gondrong keluar dari gedung pacu jantung sambil berjalan menunduk memberi informasi bahwa jenazah akan segera dibawa langsung ke  di Ciganjur. Tak lama setelah itu, benar saja jenazah keluar dari pintu gedung dan langsung diabadikan kilatan lampu kamera puluhan wartawan. Teriakan pengawal presiden bersautan agar semua pelayat memberi jalan kereta jenazah. Demikian banyaknya pelayat dan wartawan sehingga harus ekstra memiringkan badan untuk mengantar jenazah ke mobil yang telah menunggu di gedung A.</p>
<p>Perawat, doktor dan pasien menyempatkan kepergian Gusdur, dengan mendongak kebawah dari balik jendela gedung A lantai dua sampai lima melihat  iring-iringan jenazah menuju mobil.  Hujan rintik-rintik sekitar pukul 21.00 mobil jenazah garnisun TNI-AD meraung-raung meninggalkan RSCM.</p>
<p>Pelayat dan wartawan tidak segera meninggalkan halaman RSCM, yang tampak kerumunan media elektronika mewawancarai Jimly<em> <em>Asshiddiqie </em></em> mantan ketua Mahkamah Kontitusi dan Ketua PNBU KH Hasyim Muzadi berkenaan dengan kepergian Gus Dur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/melayat-wafatnya-gus-dur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Cerpen Tidak Terkesan Klise</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/agar-cerpen-tidak-terkesan-klise</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/agar-cerpen-tidak-terkesan-klise#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 09:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[kiat menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Tidak jarang ide-ide dalam pembuatan sebuah cerpen berasal dari pengalaman atau kisah-kisah hidup pribadi ataupun saat berinteraksi bersama orang lain dan lingkungan. Bagaimana cara mengakamodir sebuah karya fiksi agar tidak terjebak dalam kesan &#8220;klise&#8221;, sehingga karya tersebut mampu memberikan &#8217;sense&#8217; bagi setiap pembacanya? Terima kasih.
Pengirim: Me2y (21 Yogyakarta, Mahasiswi)

=================
JAWABAN JONRU
=================
Halo Me2y,
Unsur-unsur pada cerita fiksi &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak jarang ide-ide dalam pembuatan sebuah cerpen berasal dari pengalaman atau kisah-kisah hidup pribadi ataupun saat berinteraksi bersama orang lain dan lingkungan. Bagaimana cara mengakamodir sebuah karya fiksi agar tidak terjebak dalam kesan &#8220;klise&#8221;, sehingga karya tersebut mampu memberikan &#8217;sense&#8217; bagi setiap pembacanya? Terima kasih.</p>
<p><em>Pengirim: Me2y (21 Yogyakarta, Mahasiswi)</em></p>
<p><span id="more-274"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Halo Me2y,<br />
Unsur-unsur pada cerita fiksi &#8211; termasuk cerpen &#8211; yang membuatnya menarik untuk dibaca adalah gaya bahasa, karakter tokoh, teknik bercerita, dan sudut pandang. Karena itu, agar Me2y bisa membuat cerpen yang menarik dan berkesan bagi pembaca, caranya adalah dengan memperbaiki unsur-unsur tersebut.</p>
<p>Untuk melatih diri membuat tulisan yang menarik dan berkesan, caranya adalah dengan banyak berlatih dan banyak membaca. Info selengkapnya dapat Mey <a href="http://www.jonru.net/kiat-menulis-bagaimana-cara-membuat-tulisan-yang-bagus-menarik-dan-menggugah" target="_blank">baca di sini</a>.</p>
<p>Semoga penjelasan ini membantu dan bermanfaat.</p>
<p>Salam sukses untuk Anda!</p>
<p>Jonru</p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="color: #0000ff; font-size: medium;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/agar-cerpen-tidak-terkesan-klise/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Tahu Tatacara Awal Menulis</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/ingin-tahu-tatacara-awal-menulis</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/ingin-tahu-tatacara-awal-menulis#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 08:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[kiat menulis]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[mulai menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Mas Jonru, saya buyunk. Saya ingin sekali menulis Mas. Tapi saya tak tau harus menulis dari mana awal mulanya, yang baik untuk menulis. Dan saya mau tanya, apa saja kira-kira tahapan yang harus saya lakukan untuk dapat menulis dengan baik. Terima kasi Mas, dan sukses.
Pengirim: Buyunk (24 tahun, Bekasi, Freelance) 

=================
JAWABAN JONRU:
=================
Halo Buyung,
Selamat ya, atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Jonru, saya buyunk. Saya ingin sekali menulis Mas. Tapi saya tak tau harus menulis dari mana awal mulanya, yang baik untuk menulis. Dan saya mau tanya, apa saja kira-kira tahapan yang harus saya lakukan untuk dapat menulis dengan baik. Terima kasi Mas, dan sukses.</p>
<p><em>Pengirim: Buyunk (24 tahun, Bekasi, Freelance) </em><br />
<span id="more-269"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU:<br />
=================</p>
<p>Halo Buyung,<br />
Selamat ya, atas semangat kamu yang luar biasa untuk menulis. Saya doakan agar sukses dengan cita-cita menjadi penulis hebat.</p>
<p>Untuk mulai menulis, caranya gampang saja. Langsung saja menulis. Tak ada cara untuk menjadi penulis sekali dengan LANGSUNG MENULIS.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, coba klik <a href="http://www.jonru.net/bagaimana-cara-menjadi-penulis">di sini</a>. Buyunk akan bisa membaca sebuah uraian lengkap tentang langkah-langkah awal untuk menjadi seorang penulis.</p>
<p>Semoga penjelasan ini membantu, ya.</p>
<p>Salam Sukses!</p>
<p>Jonru</p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="color: #0000ff; font-size: medium;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
<li>Jangan lupa membaca tulisan &#8220;<a href="http://jonru.multiply.com/links/item/117/Stop_Dreaming_Start_Action" target="_blank">Stop Dreaming Start Action</a>&#8221; di blog pribadi Jonru.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/ingin-tahu-tatacara-awal-menulis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahap-tahap pada Penerbitan Buku</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/tahap-tahap-pada-penerbitan-buku</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/tahap-tahap-pada-penerbitan-buku#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:17:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat & Info Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbitan Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Mas Jonru, saya punya naskah buku karangan sendiri. Biasanya kalo ada naskah buku saya jual putus pada penerbit. Kali ini saya mencoba mau terbitkan sendiri. Mau nanya, tahapan-tahapannya gimana, ya?

Pengirim: Yakir (41 tahun, Yogyakarta)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Jonru, saya punya naskah buku karangan sendiri. Biasanya kalo ada naskah  buku saya jual putus pada penerbit. Kali ini saya mencoba mau terbitkan sendiri.  Mau nanya, tahapan-tahapannya gimana, ya?</p>
<p><em>Pengirim: Yakir (41 tahun, Yogyakarta)</em></p>
<p><span id="more-264"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Pak Yakir yang baik,</p>
<p>Tahap-tahap pada penerbitan buku sebenarnya sangat sederhana:</p>
<ol>
<li>Setelah naskah ditulis, saatnya diedit, atau direvisi, agar hasilnya lebih  bagus lagi.</li>
<li>Setelah itu, naskah didesain, termasuk desain cover. Software yang bisa Anda  gunakan untuk tujuan ini antara lain Adobe PageMaker, Adobe PhotoShop, dan  CorelDraw.</li>
<li>Setelah selesai didesain, lakukan proof reading, yakni membaca dan meneliti  seluruh bagian pada buku tersebut. Pastikan tak ada yang masih salah ketik,  salah penempatan teks, salah gambar, dan seterusnya. Intinya pada tahap ini,  Anda harus benar-benar cermat dan teliti.</li>
<li>Setelah selesai, naskahnya dibawa ke percetakan untuk diperbanyak.</li>
<li>Setelah selesai dicetak, naskah siap didistribusikan.</li>
</ol>
<p>Demikian gambaran umum mengenai langkah-langkah penerbitan buku. Untuk  informasi lebih lengkap, Pak Yakir bisa membaca buku saya yang berjudul  &#8220;Menerbitkan Buku Itu Gampang!&#8221;. Sebab di buku ini, sudah tertulis lengkap  penjelasan tentang langkah-langkah penulisan dan penerbitan buku. Silahkan  kunjungi blog buku ini <a href="http://www.naskahoke.com/mbig" target="_blank">di  sini</a>.</p>
<p>Oke deh, semoga penjelasan ini membantu dan bermanfaat.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="color: #0000ff; font-size: medium;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/tahap-tahap-pada-penerbitan-buku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
