<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>BelajarMenulis.com</title>
	<atom:link href="http://www.belajarmenulis.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.belajarmenulis.com</link>
	<description>belajar menulis &#124; menjadi penulis sukses &#124; sekolah menulis &#124; sekolah penulisan &#124; kursus menulis &#124; kiat penulisan</description>
	<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 04:03:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Nama Pena, Penting atau Tidak?</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/nama-pena-penting-atau-tidak</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/nama-pena-penting-atau-tidak#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 04:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[Nonfiksi]]></category>

		<category><![CDATA[nama pena]]></category>

		<category><![CDATA[penulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya mana yang bagus, memakai nama pena atau nama asli? Karena terus terang nama asli saya kurang pas (menurut saya) untuk tulisan, jadi saya berinisiatif menggunakan nama pena "Annora Hara". Sebenarnya urgensi nama pena apa ya Pak?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum, Pak Jonru. Sebenarnya mana yang bagus, memakai nama pena  atau nama asli? Karena terus terang nama asli saya kurang pas (menurut saya)  untuk tulisan, jadi saya berinisiatif menggunakan nama pena &#8220;Annora Hara&#8221;.  Sebenarnya urgensi nama pena apa ya Pak? Karena banyak saya lihat penulis  terkenal menggunakan nama pena. Terus terang saya ingin menggunakan nama asli  saja; Evyta Andriani Ritonga. Tapi beberapa kali saya coba kirim karya, masuk ke  koran lokal kota. Cuma atas saran teman saya seorang penulis, dia sarankan saya  pakai nama pena saja. Bagaimana menurut Pak Jonru?</p>
<p><em>Pengirim: Evy (24 tahun, Wirausahawati, Medan)</em><span id="more-116"></span></p>
<p>====================<br />
JAWABAN JONRU<br />
====================</p>
<p>Waalaikumsalam,</p>
<p>Evy yang baik&#8230;<br />
Sebelum menjawab pertanyaannya, saya coba tanya dulu pada  Anda, ya&#8230;</p>
<p>Bagaimana bila ada seorang penulis menerbitkan teenlit atau metropop, lalu di  bukunya itu dia memakai nama &#8220;Habiburrahman El Shirazy?&#8221;</p>
<p>Atau, bagaimana bila ada seorang penulis menerbitkan buku berjudul &#8220;Mukjizat  Shalat Subuh&#8221;, lalu di bukunya itu dia memakai nama &#8220;Antonius Joko Sihombing&#8221;?</p>
<p>Saya yakin, Evy akan menjawab, &#8220;Nama penulisnya tidak cocok dengan jenis buku  yang ia tulis.&#8221; Benar, kan?</p>
<p>Nah, itu adalah gunanya nama pena.</p>
<p>Dunia penerbitan buku dan media massa adalah dunia industri. Pada industri  manapun, terdapat &#8220;logika-logika&#8221; tertentu yang mungkin tidak sejalan dengan  logika sehari-hari. Sebuah buku dengen genre agama Islam misalnya, akan lebih  diterima oleh masyarakat bila nama penulisnya &#8220;berbau Arab&#8221;. Sebuah teenlit akan  lebih laris bila nama penulisnya berbau remaja, ceria, dan lebih baik lagi bila  &#8220;agak berbau Barat&#8221; seperti &#8220;Angeline Rahmawati&#8221; dan sebagainya.</p>
<p>Secara logika sehari-hari, penjelasan saya ini mungkin terdengar aneh. Tapi  dalam konteks logika industri, hal-hal seperti itulah yang selama ini dianut.</p>
<p>Biasanya, nama pena sangat dipengaruhi oleh genre dari tulisan yang kita  buat. Di atas saya sudah menyebutkan contohnya. Jadi bisa saja, seorang penulis  yang nama aslinya Joko susilo, akan menggunakan nama pena:</p>
<ul>
<li><span style="color: #0000ff;">Joko Susilo, SH</span> (lengkap dengan gelarnya) bila  dia menulis sebuah artikel ilmiah mengenai hukum.</li>
<li><span style="color: #0000ff;">Zoky Sust</span> bila dia menulis teenlit</li>
<li><span style="color: #0000ff;">Abu Hanifah</span> (kebetulan nama anaknya Hanifah, dan  &#8220;abu&#8221; dalam bahasa Arab berarti &#8220;ayah&#8221;) bila dia menulis buku agama  Islam.</li>
</ul>
<p>Jangan heran, yang seperti ini sering sekali dipraktekkan oleh para penulis  yang menerbitkan berbagai macam buku dengan genre yang berbeda-beda.</p>
<p>Yang tak kalah penting, nama pena seharusnya:</p>
<ul>
<li>Keren (Bila ada penulis yang nama aslinya <span style="color: #0000ff;">Ngatemin</span>, maka akan kurang asyik bila dia menggunakan nama  ini di dalam tulisan-tulisannya).</li>
<li>Mudah diingat dan mudah diucapkan (Nama <span style="color: #0000ff;">Gola Gong</span> - menurut penulisnya sendiri - dulu dipilih karena - antara lain - nama ini  mudah diingat dan mudah diucapkan).</li>
<li>Menarik (Dulu saya pakai nama samaran <span style="color: #0000ff;">Jon Riyadi</span>.  Semua teman saya mengatakan nama ini tidak menarik. Mereka menyarankan saya  menggunakan nama <span style="color: #0000ff;">Jonru</span> saja sebagai nama pena. Maka,  saya mengikuti saran mereka. Sekadar info, <span style="color: #0000ff;">Jonru</span> adalah nama panggilan saya sehari-hari).</li>
</ul>
<p>Nah, mengenai nama Evy, saya kira nama Asli Anda sudah cukup bagus. Namun  nama Anda ini lebih cocok untuk membuat tulisan-tulisan jenis esai, opini,  feature, resensi, atau jenis-jenis tulisan nonfiksi populer lainnya, dengan  segmen pembaca dewasa. Saran saya, bila Anda memang hendak menulis jenis-jenis  tulisan seperti ini, sebaiknya Anda pakai nama asli saja, tapi disingkat menjadi  &#8220;Evyta A. Ritonga&#8221;. Ini akan terasa lebih keren, mudah dihafal, dan mudah  diingat.</p>
<p>Adapun nama &#8220;Annora Hara&#8221; cocok bila Anda menulis novel dengan segmen remaja,  wanita karier, atau anak-anak.</p>
<p>Terlepas dari hal-hal di atas, satu hal penting yang harus kita ingat: Nama  pena bukanlah pembawa keberuntungan. Soal keberuntungan, itu tergantung dari  kerja keras, kreativitas dan ketekunan kita, serta pertolongan Tuhan tentu saja.  Pemilihan nama pena yang bagus hanyalah SALAH SATU upaya agar tulisan-tulisan  kita lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat.</p>
<p>Oh ya, ada pula penulis yang tidak bersedia menggunakan nama pena. Mereka  lebih suka pakai nama asli saja. Contohnya adalah <span style="color: #0000ff;">Leyla  Imtichanah</span>, seorang penulis novel-novel remaja Islami. Nama dia ini  sebenarnya agak sulit dihafal dan kurang menarik. Tapi dia sudah menerbitkan  banyak buku, dan alhamdulillah hampir semuanya laris.</p>
<p>Oke deh, semoga bermanfaat, ya&#8230;.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="font-size: medium; color: #0000ff;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/nama-pena-penting-atau-tidak/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mendatangkan Banyak Inspirasi?</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/bagaimana-mendatangkan-banyak-inspirasi</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/bagaimana-mendatangkan-banyak-inspirasi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 00:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[Nonfiksi]]></category>

		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[kiat menulis]]></category>

		<category><![CDATA[produktif menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Ada teman saya yang mudah sekali menulis/mengungkapkan apa yang dia lihat atau rasakan. Namun tidak semudah itu terjadi pada saya. Apakah yang dimiliki teman saya itu memang bakat atau kita bisa melatihnya sendiri? Kalau bisa, mohon tips yang efektif + efisien.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb. Ada teman saya yang mudah sekali  menulis/mengungkapkan apa yang dia lihat atau rasakan. Namun tidak semudah itu  terjadi pada saya. Apakah yang dimiliki teman saya itu memang bakat atau kita  bisa melatihnya sendiri? Kalau bisa, mohon tips yang efektif + efisien.  Jazaakumullahu khairan katsiraa&#8230;.</p>
<p><em>Pengirim: Sanah (17 tahun, Pelajar, Banjarmasin)</em><span id="more-158"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Waalaikumsalam,</p>
<p>Halo Sanah&#8230;.</p>
<p>Memang tak dapat dipungkiri, ada orang tertentu yang memiliki bakat yang luar  bisa di bidang penulisan, sehingga tanpa belajar pun mereka bisa menghasilkan  karya-karya yang bermutu. Salah seorang penulis yang menurut saya punya bakat  menulis yang luar biasa adalah Andrea Hirata. Sebelum menulis novel Laskar  Pelangi, dia - katanya - belum pernah membaca satu karya sastra pun, bahkan  menulis fiksi pun belum pernah. Sampai saat ini, dia bahkan tidak mau mengakui  bahwa dirinya penulis. Dia menyebut dirinya hanya sebagai seorang ilmuwan yang  gemar menulis. Namun kita semua sudah tahu, Andrea Hirata berhasil menggemparkan  dunia sastra Indonesia dengan karyanya yang sangat luar biasa.</p>
<p>Namun, Sanah - juga teman-teman lain yang merasa tidak punya bakat -  janganlah berkecil hati. Sebab bakat saja tidaklah cukup. Banyak orang yang  punya bakat luar biasa sebagai penulis, tapi mereka tak pernah serius dalam  menulis. Mereka bahkan tak pernah kepikiran untuk menjadi penulis. Akibatnya,  mereka pun tak pernah jadi penulis.</p>
<p>Sanah bisa berguru pada <a href="http://kinoysan.multiply.com/" target="_blank">Kinoysan</a>, penulis yang sudah menerbitkan banyak buku <em>best  seller</em>. Dia awalnya adalah &#8220;orang biasa&#8221; yang merasa tak punya bakat sama sekali  sebagai penulis. Tapi adanya motivasi yang kuat membuat dia tergerak untuk  menjadi seorang penulis. Maka saat ini, dia menjadi salah seorang penulis yang  ternama di Indonesia.</p>
<p>Intinya, bakat itu sebenarnya tidak penting. Yang penting adalah motivasi,  kerja keras, keuletan dalam berusaha, serta PILIHAN HIDUP. Sebagai bahan  referensi, Sanah bisa membaca salah satu tulisan saya yang berjudul <a href="http://www.jonru.net/menulis-antara-bakat-dan-pilihan-hidup" target="_blank">&#8220;Menulis: Antara Bakat dan Pilihan Hidup&#8221;</a> &lt;&lt;== Silahkan  diklik.</p>
<p>* * *</p>
<p>Kembali ke pertanyaan Sanah soal inspirasi. Berdasarkan pengalaman saya,  inspirasi atau ide itu sebenarnya sangat tergantung dari sering tidaknya kita  menulis. Bila kita mandeg menulis selama tiga bulan saja misalnya, maka ide-ide  pun hilang entah ke mana. Namun bila kita mulai membiasakan diri menulis secara  rutin, maka ide demi ide akan berdatangan, sampai-sampai kita kewalahan dalam  menampungnya.</p>
<p>Intinya, agar ide atau inspirasi kita bisa datang dengan lancar dan mudah,  caranya adalah dengan membiasakan diri untuk menulis secara rutin dan konsisten.  Untuk lebih jelasnya, Sanah bisa membaca tulisan saya yang berjudul <a href="http://www.jonru.net/kiat-agar-punya-banyak-ide-dan-produktif-menulis" target="_blank">&#8220;Kiat Agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis&#8221;</a> &lt;&lt;==  Silahkan diklik.</p>
<p>Oke deh, semoga bermanfaat, ya&#8230;.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="color: #0000ff; font-size: medium;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/bagaimana-mendatangkan-banyak-inspirasi/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Menulis, Tapi Tak Punya Komputer</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/ingin-menulis-tapi-tak-punya-komputer</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/ingin-menulis-tapi-tak-punya-komputer#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 00:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[kekurangan]]></category>

		<category><![CDATA[kiat sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak punta komputer atau laptop. Saya hanya bermodalkan kertas dan pulpen. Memang hal ini seharusnya tidak menjadi alasan bagi saya untuk tidak menulis. Akan tetapi hal ini sangat tidak efisien karena kita harus melakukan pekerjaan dua kali; menulis di kertas dan memindahkannya ke komputer.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin memulai untuk membuat suatu tulisan yang  bisa dinikmati banyak  orang. Kendala yang saya rasakan saat ini adalah saya tidak punya media tulis  komputer atau laptop. Saya hanya bermodalkan kertas dan pulpen. Memang hal ini  seharusnya tidak menjadi alasan bagi saya untuk tidak menulis. Akan tetapi jika  dirasakan lagi, hal ini sangat tidak efisien karena kita harus melakukan  pekerjaan dua kali; menulis di kertas dan memindahkannya ke komputer.</p>
<p>Apa saran Anda? Kalaupun saya harus membeli komputer, saya tidak memiliki  dana yang cukup. Paling saya hanya bisa mengusahakan dana sekitar 3-jutaan,  misal saya hanya membeli PC. Bagaimana? Apakah itu sudah cukup untuk dijadikan  media penulisan saya?</p>
<p>Thanks buat jawabannya.</p>
<p><em>Pengirim: Arum (19 tahun, Mahasiswi, Bogor)</em><span id="more-162"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Arum yang baik,</p>
<p>Saya senang sekali membaca email Anda. Saya yakin, Anda adalah seorang  penulis yang sangat potensial.</p>
<p>Saya punya sebuah cerita untuk Anda:</p>
<p>Ada seorang gadis yang malu karena dia selalu diantar dengan sepeda butut ke  sekolah oleh ibunya. Karena itu, dia memutuskan untuk berhenti sekolah.  Mendengar keputusannya itu, ibunya berkata, &#8220;Anakku. Kalau kamu tidak sekolah,  maka bila nanti sudah punya anak, kamu hanya bisa mengantar dia ke sekolah  dengan sepeda butut, seperti yang ibu lakukan saat ini. Ketahuilah, Nak. Selama  ini Ibu sangat bersemangat mengantar kamu ke sekolah dengan sepeda butut itu,  agar nanti kamu nanti bisa mengantar anakmu ke sekolah dengan mobil yang bagus.&#8221;  (Disadur dari sebuah kisah di majalah Reader Digest Indonesia).</p>
<p>Hm&#8230; cerita yang menarik, bukan?</p>
<p>Saya kira, Arum bisa memikirkan hal yang sama seperti si ibu tersebut. Bila  Arum rajin menulis sejak sekarang, maka insya Allah honornya bisa ditabung dan  digunakan untuk membeli komputer yang bagus. Tapi bila Arum tidak menulis hanya  gara-gara belum punya komputer, lantas kapan nasib akan berubah?</p>
<p>Coba pikirkan pula bagaimana kisah hidup para penulis di zaman dahulu. Apakah  Sultan Takdir Alisyahbana atau Buya Hamka atau A.A. Navis memiliki komputer?  Tentu tidak, karena saat itu komputer belum ada. Tapi mereka berhasil menulis  karya-karya yang sangat bagus.</p>
<p>Coba pikirkan pula bagaimana perjuangan Pramoedya Ananta Toer ketika dia  harus menulis di dalam penjara dengan fasilitas yang seadanya.</p>
<p>Atau, Arum bisa berguru pada seorang sahabat saya bernama Rama, yang tetap  rajin menulis walau dia punya banyak keterbatasan. Info selengkapnya, klik <a href="http://jonru.multiply.com/journal/item/225" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Jadi saya kira: Daripada kita sibuk menyesali hal-hal yang tidak kita miliki,  lebih baik kita bersyukur atas apa yang kita miliki. Lalu gunakan apapun yang  kita miliki tersebut untuk meraih sukses, untuk menjadi manusia yang lebih  baik.</p>
<p>Orang sukses adalah orang yang tak pernah mengeluh akan kekurangannya, tapi menyiasati kekurangannya untuk menghadirkan kekuatan yang luar  biasa.</p>
<p>Oke deh, saya doakan semoga Arum segera dapat memiliki komputer, ya.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="font-size: medium; color: #0000ff;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/ingin-menulis-tapi-tak-punya-komputer/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menulis Cerita Komedi?</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/bagaimana-menulis-cerita-komedi</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/bagaimana-menulis-cerita-komedi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 00:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[cerita komedi]]></category>

		<category><![CDATA[kualitas tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang harus saya lakukan sebelumnya jika saya ingin menulis komedi dalam bentuk novel? Bagaimana menurut Anda kiat dan proses penulisannya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam sejahtera. Terima kasih sebelumnya buat Pak Jonru. Saya salah satu  mahasiswa Indonesia Kairo yang sangat bersyukur bisa mengikuti artikel-artikel  Anda, baik lewat website atau newsletter. Ada beberapa hal yang ingin saya  tanyakan seputar penulisan cerita atau novel komedi. Pertama, apa yang harus  saya lakukan sebelumnya jika saya ingin menulis komedi dalam bentuk novel?  Kedua, bagaimana menurut Anda kiat dan proses penulisannya? Genre apa yang saat  ini paling digandrungi para peminat buku Indonesia? Terima Kasih.</p>
<p><em>Pengirim: Rully (19 tahun, Mahasiswa, Kairo)</em><span id="more-134"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Mas Rully yang baik,</p>
<p>Ada salah satu &#8220;rahasia besar&#8221; di dunia penulisan yang mungkin belum disadari  oleh kita: Kualitas dan gaya tulisan kita biasanya banyak sekali ditentukan oleh  buku-buku yang kita baca. Bila Anda rajin membaca buku politik, maka Anda pun  akan cenderung menjadi seorang penulis buku-buku politik.</p>
<p>Dari &#8220;rahasia&#8221; ini, saya yakin Mas Rully sudah tahu jawaban pertanyaan nomor  1 di atas. Ya, jawabannya sederhana saja: Rajin-rajinlah membaca novel-novel  komedi. Insya Allah bakal ketularan <img src='http://www.belajarmenulis.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain itu, Anda juga bisa mengoleksi kumpulan humor yang banyak bertebaran  di buku maupun internet. Tinggal dicari saja. Suatu saat nanti, Anda bisa  menjadikan koleksi humor ini sebagai bahan untuk membuat cerita komedi.</p>
<p>Jangan lupa pula, sering-seringlah bergaul dan menyimak obrolan-obrolan lucu  yang terjadi di masyarakat. Ini juga bisa menjadi sumber inspirasi.</p>
<p>Mengenai proses penulisannya, saya kira sama saja seperti proses penulisan  naskah fiksi pada umumnya (cerpen, novel). Tak ada yang berbeda.</p>
<p>Untuk pertanyaan ketiga, sepengetahuan saya cerita komedi termasuk jenis  bacaan yang &#8220;tak ada matinya&#8221;. Ia selalu laku walau tren gampang berubah.  Jadi peluang penulisan cerita komedi sebenarnya sangat terbuka lebar. Bahkan  dalam konteks skenario sinetron, mencari penulis skenario sinetron komedi itu  sangat sulit, padahal pihak televisi sangat percaya bahwa cerita komedi biasanya  sangat prospektif.</p>
<p>Oke deh, semoga bermanfaat, ya&#8230;.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="color: #0000ff; font-size: medium;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/bagaimana-menulis-cerita-komedi/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penerbit Mana yang Menerima Kiriman Novel via Email?</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/penerbit-mana-yang-menerima-kiriman-novel-via-email</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/penerbit-mana-yang-menerima-kiriman-novel-via-email#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 00:55:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[Nonfiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Penerbitan Buku]]></category>

		<category><![CDATA[penerbit]]></category>

		<category><![CDATA[pengiriman naskah]]></category>

		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira penerbit mana ya yang mau terima naskah novel yang dikirim via e-mail? Soalnya beberapa penerbit yang sempet aku tanya, mereka minta yang udah dicetak. Bukannya gimana ya. Tapi daripada cetak, lebih gampang dikirim via email kan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku mau tanya, nih. Kira-kira penerbit mana ya yang mau terima naskah novel  yang dikirim via e-mail? Soalnya beberapa penerbit yang sempet aku tanya, mereka  minta yang udah dicetak. Bukannya gimana ya. Tapi daripada cetak, lebih gampang  dikirim via email kan? Trims atas jawabannya.</p>
<p><em>Pengirim: Vian (19 tahun, Mahasiswi, Surabaya)</em><span id="more-132"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Vian yang baik,</p>
<p>Perlu kita pahami bahwa membaca novel lewat layar komputer sebenarnya kurang  nyaman. Apalagi bagi editor sebuah penerbit yang tentu sangat sibuk. Mereka  tentu ingin menilai naskah Anda sambil santai, mungkin sambil tiduran di sofa  atau duduk-duduk di lobby kantor. Tentu saja, hal ini kurang leluasa dilakukan  bila naskah Anda tersebut dalam bentuk file.</p>
<p>Biasanya, jika sebuah penerbit menerima naskah novel (atau naskah apa saja  yang tebal) via email, mereka terlebih dahulu mencetak naskah itu sebelum  dibaca. Tentu saja, ini bisa menimbulkan sedikit kerepotan bagi mereka, bahkan  boleh dibilang pemborosan biaya (apalagi harga kertas dan tinta printer semakin  mahal). Biasanya, penerbit menerima puluhan bahkan ratusan naskah perbulan. Coba bayangkan bagaimana repotnya mereka, dan berapa pemborosan biaya yang terjadi, bila semua naskah itu dikirim via email.</p>
<p>Karena itu, kita sebagai penulis sebaiknya ber-empati terhadap si penerbit.  Kita sangat ingin agar naskah kita diterbitkan oleh mereka. Kita butuh  mereka. Karena itu, tentu sangat menyenangkan bila kita melakukan hal-hal yang  membuat mereka senang, merasa terbantu, merasa tugas mereka lebih ringan,  mengurangi kerepotan, dan seterusnya. Bila mereka sudah merasa seperti itu,  yakin deh bahwa mereka akan lebih senang dan &#8220;ikhlas&#8221; dalam menilai  naskah kita.</p>
<p>Memang mencetak naskah novel dengan printer itu cukup merepotkan. Tapi saya  kira, bila kita ingin sukses, kita harus siap dengan berbagai macam kerepotan.  Jika kita manja, hanya ingin yang enaknya saja, saya kira ini bukan langkah yang  bijak bagi seorang penulis yang ingin sukses (kecuali bila &#8220;menjadi penulis  sukses&#8221; bukan hal yang penting bagi kita, itu lain perkara).</p>
<p>Bila Vina hanya mengirim naskah cerpen atau artikel 5 halaman, biasanya tidak  masalah jika dikirim via email. Jumlah halamannya yang hanya sedikit tidak akan  terlalu masalah bila dibaca via layar komputer. Tapi untuk naskah novel atau buku  yang tebal? Terus terang belum banyak orang yang betah bila membacanya dengan  cara seperti itu.</p>
<p>Oh ya, bila Vian ingin mengetahui dunia penerbitan buku secara lebih detil, coba baca ebook &#8220;Menerbitkan Buku Itu Gampang!&#8221; karya saya. Dalam ebook ini, diuraikan seluk belum dunia penerbitan buku secara lengkap, dari A hingga Z. Klik <a href="http://www.naskahoke.com/e-mbig" target="_blank"><strong>di sini</strong></a>.</p>
<p>Oke deh, semoga bermanfaat, ya&#8230;.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="font-size: medium; color: #0000ff;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/penerbit-mana-yang-menerima-kiriman-novel-via-email/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Jumlah Halaman</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/tentang-jumlah-halaman</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/tentang-jumlah-halaman#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 23:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[Nonfiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Penerbitan Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Publikasi Karya]]></category>

		<category><![CDATA[jumlah halaman]]></category>

		<category><![CDATA[media cetak]]></category>

		<category><![CDATA[penerbit buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Berapa jumlah halaman tulisan yang baik untuk novel dan artikel?

Pengirim: Ari (27 tahun, Mahasiswa, Makassar)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berapa jumlah halaman tulisan yang baik untuk novel dan artikel?</p>
<p><em>Pengirim: Ari (27 tahun, Mahasiswa, Makassar)</em><span id="more-130"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Mas Ari yang baik,</p>
<p>Masalah jumlah halaman suatu tulisan, sebenarnya itu sangat relatif dan  merupakan &#8220;hak prerogratif&#8221; dari masing-masing media atau penerbit.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, akan saya uraikan satu-persatu, ya.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">1. Media cetak (koran, majalah, tabloid)</span></p>
<p>Setiap media cetak biasanya punya keterbatasan jumlah halaman. Misalnya,  untuk rubrik opini, jatah yang disediakan adalah satu halaman untuk tiap edisi.  Setelah dihitung berdasarkan pengetikan MS Word, jatah satu halaman ini setara  dengan (ini hanya misalnya lho&#8230;) 5 halaman kuarto, ketik 1,5 spasi, huruf  times new roman ukuran 12. Maka, dalam menerima artikel jenis opini, si media  cetak in menetapkan kriteria:</p>
<p>&#8220;Naskah opini yang dikirim haruslah maksimal 5 halaman kuarto, ketik 1,5  spasi, huruf times new roman ukuran 12&#8243;.</p>
<p>Setiap media cetak tentu punya kondisi yang berbeda-beda, sehingga aturan  teknis yang mereka tetapkan mengenai jumlah halaman ini pun berbeda-beda.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">2. Media online (website)</span></p>
<p>Untuk media online, masalah &#8220;keterbatasan halaman&#8221; sama sekali tidak berlaku.  Anda bisa memuat naskah yang sepanjang apapun, tak ada batasan. Hanya saja, demi  kenyamanan pembaca dalam menikmati tulisan Anda, sebaiknya tulislah artikel yang  singkat saja, jangan terlalu panjang. Tulisan yang terdiri dari 4 hingga  8 paragraf biasanya cukup ideal untuk halaman website.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">3. Penerbit buku</span></p>
<p>Penerbit buku juga tidak mengenal masalah &#8220;keterbatasan halaman&#8221;. Jadi bila  Anda hendak menerbitkan novel atau buku jenis apapun, tidak ada batasan tentang  jumlah halaman ini. Biasanya, batasan jumlah halaman pada buku hanya diatur  karena pertimbangan marketing. Semakin tebal suatu buku, maka harga jualnya pun  akan semakin tinggi. Bila harga jual terlalu tinggi, si penerbit tentu berpikir  apakah buku tersebut akan bisa laku. Bila jumlah halamannya terlalu tipis,  diperkirakan tidak ideal dari segi profit. Bila ada buku yang sangat tebal,  misalnya sampai 500-an halaman, biasanya penerbit mencetaknya dengan kertas  koran agar harga jualnya bisa ditekan.</p>
<p>* * *</p>
<p>Dari penjelasan di atas, saya yakin Mas Ari sudah paham, bahwa untuk masalah  jumlah halaman ini, akan lebih baik bila kita bertanya langsung kepada media  atau penerbit yang bersangkutan. Sebab masalah seperti ini merupakan hak  prerogratif mereka.</p>
<p>Bila ada orang yang bertanya kepada seorang penulis, &#8220;Artikel biasanya berapa  halaman?&#8221;, lalu dia menjawab, &#8220;Lima halaman&#8221; misalnya, menurut saya itu jawaban  yang kurang tepat. Sebab seperti yang sudah saya sebutkan di atas, jawaban untuk  pertanyaan seperti ini sebenarnya sangat relatif, tergantung dari kebijakan  masing-masing media/penerbit.</p>
<p>Sebagai tambahan referensi, Mas Ari bisa membaca sebuah tulisan saya yang  terkait dengan topik kita ini. Silahkan klik <a href="http://jonru.multiply.com/journal/item/73" target="_blank">DI SINI</a>.</p>
<p>Oke deh, semoga bermanfaat, ya&#8230;.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="font-size: medium; color: #0000ff;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/tentang-jumlah-halaman/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Menurut Penerbit, Sudah Ada Naskah Seperti yang Saya Tawarkan&#8221;</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/menurut-penerbit-sudah-ada-naskah-seperti-yang-saya-tawarkan</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/menurut-penerbit-sudah-ada-naskah-seperti-yang-saya-tawarkan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 08:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[Penerbitan Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Setiap naskah saya ditolak pasti alasannya tentang sudah ada yang menulis. Padahal sebelumnya saya sudah cek tentang judul yang berkaitan dengan yang saya tulis dan itupun belum ada yang menerbitkan. Nah solusinya gimana ini mas?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begini mas Jonru. Saya mempunyai kendala bagaimana saya dapat menulis lebih  banyak dan diterima penerbit. Permasalahan yang saya hadapi adalah setiap naskah  saya ditolak pasti alasannya tentang sudah ada yang menulis. Padahal sebelumnya  saya sudah cek tentang judul yang berkaitan dengan yang saya tulis dan itupun  belum ada yang menerbitkan. Nah solusinya gimana ini mas? Mohon bantuannya yach.  Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.</p>
<p><em>Pengirim: Saleho (26 tahun, Penulis Buku-buku Teknologi Informasi, Solo)</em><span id="more-147"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Mas Saleho yang baik,</p>
<p>Ketika menawarkan naskah ke penerbit, yang kita jual sebenarnya bukanlah  naskah itu sendiri, melainkan IDE. Karena itu, hal terpenting untuk dilakukan  adalah berusaha meyakinkan kepada penerbit bahwa kita punya ide yang unik,  menarik, dan layak jual.</p>
<p>Katakanlah Mas Saleho menawarkan naskah dengan tema &#8220;Kiat Ngeblog dengan  Blogger.com&#8221;. Tentu saja, sudah ada beberapa buku yang temanya seperti itu.  Bila Anda menawarkan naskah itu hanya dengan mengatakan, &#8220;Ini saya punya naskah  tentang kiat ngeblog dengan Blogger.com&#8221;, tak lebih dan tak kurang, maka tidak  heran bila si penerbit memberikan jawaban seperti yang Anda ceritakan.</p>
<p>Nah, dalam hal inilah Anda sebagai penulis diuji untuk bisa menawarkan sebuah  ide yang mungkin masih baru, unik, dan menarik bagi si penerbit. Misalnya &#8220;Kiat  Ngeblog di Blogger.com untuk Pebisnis Online&#8221;, atau &#8220;Kiat Ngeblog di Blogger.com  untuk Wanita Karir&#8221;, dan seterusnya.</p>
<p>Buku-buku teknologi informasi biasanya memang &#8220;begitu-begitu saja&#8221;. Banyak  buku dengan tema sama, dan isinya pun tak jauh berbeda. Karena itu, sebelum  menulis buku dengan tema tertentu, cobalah untuk survei dulu ke toko buku. Cari  buku-buku dengan tema yang sama seperti buku yang hendak Anda tulis. Coba  pelajari dengan seksama. Temukan di mana kelebihan dan kekurangannya. Setelah  itu, Anda bisa merencanakan untuk menulis buku yang - mungkin - isinya lebih  lengkap plus komprehensif, ditulis dengan sudut pandang yang berbeda, ditujukan  bagi segmen yang lebih spesifik, dan seterusnya.</p>
<p>Jadi walau Anda akhirnya menulis buku dengan tema yang sama dengan buku-buku  yang sudah ada, buku Anda memiliki keunikan tersendiri. Lalu ketika menawarkan  naskah ini ke penerbit, gunakan keunikan ini sebagai &#8220;senjata&#8221; untuk &#8220;merayu&#8221;  mereka. Anda tentu tahu bahwa bagi penerbit, yang paling penting adalah NILAI  JUAL. Karena itu, yakinkan mereka bahwa keunikan buku Anda memiliki pengaruh  positif terhadap nilai jualnya nanti.</p>
<p>Keunikan ide buku ini tidak hanya dalam hal naskah, tapi bisa juga dalam hal konsep pemasaran, distribusi, dan sebagainya. Misalnya naskah Anda sudah punya potensi pembeli sebanyak 20.000 orang, maka si penerbit akan tertarik untuk menerbitkannya walau isi buku Anda biasa-biasa saja.</p>
<p>Sebagai tambahan, saya juga sering mengalami bahwa penolakan naskah bisa juga  disebabkan adanya &#8220;salah persepsi&#8221; si penerbit terhadap buku tersebut. Ini  sebenarnya bisa dimaklumi, sebab setiap penerbit tentu menerima demikian banyak  naskah. Begitu kita menawarkan naskah tertentu, mereka OTOMATIS mengira bahwa  itu buku tentang A yang sudah banyak beredar di pasaran, padahal sebenarnya  tidaklah demikian. Karena itu, melakukan diskusi secara intensif dengan si  penerbit sangat diperlukan. Jelaskan konsep buku Anda sedetil mungkin, disertai  dengan keunggulan-keunggulannya yang bisa meningkatkan nilai jual.</p>
<p>Oh ya, bila Mas Saleho dan teman-teman lain ingin mengetahui dunia penerbitan buku secara lebih detil, coba baca ebook “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” karya saya. Dalam ebook ini, diuraikan seluk belum dunia penerbitan buku secara lengkap, dari A hingga Z. Klik <a href="http://www.naskahoke.com/e-mbig" target="_blank"><strong>di sini</strong></a>.</p>
<p>Oke deh, semoga bermanfaat, ya&#8230;.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="font-size: medium; color: #0000ff;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/menurut-penerbit-sudah-ada-naskah-seperti-yang-saya-tawarkan/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Memulai Menulis</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/cara-memulai-menulis</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/cara-memulai-menulis#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 23:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[Nonfiksi]]></category>

		<category><![CDATA[kiat menulis]]></category>

		<category><![CDATA[mulai menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin sekali punya penghasilan tambahan dari menulis sekaligus mengembangkan ilmu yang saya dapat pada masa kuliah dulu. Tapi saya sama sekali belum berpengalaman dalam hal ini. Gimana cara memulai menulisnya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin sekali punya penghasilan tambahan dari menulis sekaligus  mengembangkan ilmu yang saya dapat pada masa kuliah dulu. Saya adalah lulusan  fakultas ekonomi jurusan akuntansi. Tapi saya sama sekali belum berpengalaman  dalam hal ini. Gimana cara memulai menulisnya? Thanks atas sarannya.</p>
<p><em>Pengirim: Ira (32 tahun, Wirausahawati, Bandung)</em><span id="more-126"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Mbak Ira yang baik,</p>
<p>Menjadi penulis tidak sama dengan menjadi dokter atau akuntan. Untuk menjadi  dokter, Anda harus kuliah dulu di fakultas kedokteran, harus mengurus izin  praktek dulu, dan seterusnya. Untuk menjadi akuntan, Anda harus kuliah di  jurusan Akuntansi, harus mendapat nomor register akuntan bila hendak menjadi  akuntan publik, dan seterusnya. Intinya, ada hal-hal tertentu yang perlu Anda  persiapkan.</p>
<p>Penulis tidaklah seperti itu. Bila Anda ingin menjadi penulis, caranya SANGAT  GAMPANG:</p>
<p>LANGSUNG SAJA MENULIS.</p>
<p>Sangat gampang, kan?</p>
<p>Menulis adalah masalah TAKE ACTION. Anda tak perlu  menyiapkan bekal apapun. Selama Anda masih hidup, maka nyawa Anda dan semangat  yang tersimpan dalam diri Anda merupakan SATU-SATUNYA bekal. Tak lebih dan tak  kurang. Masalah kiat dan teori penulisan, itu bisa dipelajari sambil jalan.</p>
<p>Bila misalnya Mbak Ira ingin memuat tulisan di Harian Pikiran Rakyat, coba  tulis sebuah artikel lalu kirim ke Pikiran Rakyat. Gampang, kan?</p>
<p>Soal dimuat atau tidak, itu urusan nanti. Yang jelas, masalah &#8220;cara memulai  menulis&#8221; ini sebenarnya HAL YANG SANGAT MUDAH.</p>
<p>Bila Mbak Ira bertanya &#8220;Bagaimana caranya agar tulisan saya dimuat?&#8221;,  jawabannya ada di &#8220;Kursus Gratis Pintar Menulis dalam 9 Minggu&#8221;. Formulirnya ada  di bagian kanan-atas halaman ini. Silahkan mendaftar jika belum.</p>
<p>Bila Mbak Ira bertanya bagaimana cara mengembangkan ide, bagaimana cara agar  tidak mandeg dalam memulis, saran saya terapkanlah kiat menulis bebas. Atau yang  saya sebut sebagai kiat &#8220;otak kanan dulu baru otak kiri&#8221;. Penjelasan detilnya  (juga) terdapat pada &#8220;Kursus Gratis Pintar Menulis dalam 9 Minggu&#8221;. Atau, Mbak  Ira bisa melihat tulisan lainnya <a href="../kiat-menggali-dan-mengembangkan-ide-tulisan" target="_blank">di sini</a> dan <a href="../mengembangkan-ide-cerpennovel" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Nah, sekarang sudah ada internet. Mbak Ira bisa mulai menulis dari blog.  Cobalah membuat sebuah blog pribadi, lalu mulailah mengisinya dengan  tulisan-tulisan Mbak Ira. Saya kira, menulis di blog merupakan salah satu ajang  latihan menulis yang sangat efektif. Untuk info selengkapnya, coba baca tulisan saya yang berjudul &#8220;Kenapa Penulis Harus ngeBlog&#8221;. Klik <a href="http://jonru.multiply.com/journal/item/164" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Oke deh, semoga bermanfaat, ya&#8230;.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="color: #0000ff; font-size: medium;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasn Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/cara-memulai-menulis/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kriteria Tulisan yang Bermutu</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/kriteria-tulisan-yang-bermutu</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/kriteria-tulisan-yang-bermutu#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 23:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[Nonfiksi]]></category>

		<category><![CDATA[menembus media massa]]></category>

		<category><![CDATA[tulisan yang bermutu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Kriteria tulisan yang bermutu sebenarnya sangat relatif, dan tiap penulis bisa punya pandangan yang berbeda-beda. Menurut saya, suatu karya bisa disebut bagus atau bermutu bila:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau bertanya:</p>
<ol>
<li>Tulisan bagaimana yang bisa dikategorikan sebagai karya tulisan yang  bermutu?</li>
<li>Dilihat dari segi apa tulisan itu dikatakan sebagai karya yang layak  dipublikasikan?</li>
<li>Apakah tulisan itu harus ada sandaran atau data-data yang mendukung suatu  penulisan atau sekedar pengalaman dari penulis?</li>
</ol>
<p>Terima kasih.</p>
<p><em>Pengirim: Fanhas (26 tahun, Mahasiswa, Bogor)</em><span id="more-124"></span></p>
<p>=================<br />
JAWABAN JONRU<br />
=================</p>
<p>Mas Fanhas, salam sukses untuk Anda!</p>
<ol>
<li>Kriteria tulisan yang bermutu sebenarnya sangat relatif, dan tiap penulis  bisa punya pandangan yang berbeda-beda. Menurut saya, suatu karya bisa disebut  bagus atau bermutu bila:
<ol>
<li>Isi tulisannya &#8220;bergizi&#8221; alias bisa membawa pengaruh positif bagi pembaca.</li>
<li>Memenuhi standar kualitas suatu tulisan. Misalnya untuk cerpen: konfliknya  bagus dan menarik, karakter tokohnya kuat, gaya bahasanya asyik, tata bahasanya  bagus, dan seterusnya. Untuk artikel: Penyampaian masalahnya sistematis dan  komprehensif, argumennya kuat, enak dibaca, mudah dipahami, dan seterusnya.</li>
<li>Sesuai dengan segmen pembaca yang dituju. Misalnya untuk bacaan anak, format  tulisannya pun disesuaikan dengan selera dan psikologis anak-anak.</li>
<li>Disampaikan dengan bahasa yang santun dan empati. Si penulis selalu berusaha  untu menghargai setiap pembaca sehingga tak ada bagian tulisan yang bernada  hujatan, vonis, celaan, penghinaan, dan seterusnya.</li>
</ol>
</li>
<li>Kriteria karya yang layak dipublikasikan pun sebenarnya sangat relatif,  sebab tiap media dan penerbit punya selera dan kriteria masing-masing. Yang  jelas, kualitas tulisan (seperti poin 1 di atas) BUKAN satu-satunya faktor yang  menentukan naskah kita dimuat atau tidak. Masih banyak faktor lainnya. Misalnya,  naskah kita harus sesuai dengan misi dan visi media tersebut, harus sesuai  dengan karakter mereka, dan seterusnya. Saran saya, coba Mas Fanhas bergabung  (bila belum) dengan Kursus Gratis &#8220;Pintar Menulis dalam 9 Minggu&#8221;. Formulirnya  ada di bagian kanan-atas halaman ini. Pada kursus tersebut, terdapat sebuah  modul tentang &#8220;Kiat Jitu Menembus Media Massa.&#8221;</li>
<li>Soal sandaran data pendukung, ini juga relatif. Bila Anda menulis cerpen,  tentu kehadiran data pendukung tidak terlalu relevan. Demikian pula bila Anda  menulis artikel jenis <em>chicken soup for the soul</em> (pengalaman pribadi  yang mengandung hikmah), Anda cukup menceritakan sebuah pengalaman pribadi, lalu  menyelipkan sebuah hikmah atau pengalaman bathin di dalamnya. Tak perlu data  pendukung. Namun bila Anda menulis artikel ilmiah, esai, atau opini, tentu data  pendukung sangat diperlukan untuk memperkuat argumen atau analisis  Anda.</li>
</ol>
<p>Oh ya, saran saya, sebaiknya Mas Fanhas tak perlu terlalu memikirkan masalah  kriteria tulisan yang bermutu dan sebagainya. Inti dari keahlian menulis adalah  praktek menulis dan banyak membaca. Info selengkapnya, coba baca artikel saya <a href="http://www.jonru.net/kiat-menulis-bagaimana-cara-membuat-tulisan-yang-bagus-menarik-dan-menggugah" target="_blank">yang satu ini</a> &lt;&lt;== silahkan diklik.</p>
<p>Oke deh, semoga bermanfaat, ya&#8230;.</p>
<p><em>Salam sukses untuk Anda!</em></p>
<p><em>Jonru</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><strong><span style="color: #0000ff; font-size: medium;">PENTING:</span></strong></p>
<ol>
<li>Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a> untuk mengirim pertanyaan.</li>
<li>Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi  komentar di bawah ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Namun Ingat:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan  pertanyaan konsultasi</span>. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar  penulisan, silahkan <a href="../konsultasi-penulisan-gratis-di-belajarmenuliscom"><strong>DI  SINI</strong></a>.</li>
<li>Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di <a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"><strong>Sekolah-Menulis  Online</strong></a>.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/kriteria-tulisan-yang-bermutu/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Menulis Berhadiah Voucher Rp 200.000 dari SMO</title>
		<link>http://www.belajarmenulis.com/lomba-menulis-berhadiah-voucher-rp-200000-dari-smo</link>
		<comments>http://www.belajarmenulis.com/lomba-menulis-berhadiah-voucher-rp-200000-dari-smo#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 23:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dari Kami]]></category>

		<category><![CDATA[Info Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[Kelas Online]]></category>

		<category><![CDATA[Lomba Penulisan]]></category>

		<category><![CDATA[blogfam]]></category>

		<category><![CDATA[lomba menulis]]></category>

		<category><![CDATA[sekolah menulis online]]></category>

		<category><![CDATA[smo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarmenulis.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka HUT RI ke-63 tahun 2008, Komunitas Blogfam.com mengadakan berbagai macam lomba. Salah satunya, lomba menulis. Sekolah-Menulis Online (SMO) hadir sebagai salah satu sponsor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka HUT RI ke-63 tahun 2008, Komunitas <a href="http://www.blogfam.com/" target="_blank">Blogfam.com</a> mengadakan berbagai  macam lomba. Salah satunya, lomba menulis.</p>
<p><a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank">Sekolah-Menulis  Online</a> (SMO) hadir sebagai salah satu sponsor pada kegiatan ini. Salah satu  hadiah yang disediakan bagi pemenang adalah voucher SMO senilai Rp 150.000 untuk  lomba menulis, dan voucher SMO senilai Rp 200.000 untuk juara favorit.</p>
<p>Info selengkapnya mengenai lomba ini, silahkan <strong><a href="http://forum.blogfam.com/index.php?topic=12040.0" target="_blank">Klik DI  SINI</a></strong>.</p>
<p>Terima kasih,</p>
<p>Pengelola</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.belajarmenulis.com/lomba-menulis-berhadiah-voucher-rp-200000-dari-smo/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
