Cerpen harus pakai kerangka karangan?

Assalamu,alaikum
Mas Jonru, aku punya masalah nih…
Kalo bikin cerpen tu, apa harus mbikin kerangka karangan dulu? Soalnya aku sering langsung nulis apa yang ada di pikiranku. Nah, waktu sampai di klimaksnya aku sering bingung bikin penyelesaian. Kalo dari awal bikin kerangka, ide yang ada di otak ini jadi hilang karna mikirin sampai akhir cerita. Nah lho, bagusnya tu gimana mas? Bikin kerangkanya dulu ato langsung nulis aja?

Jazakalloh atas jawabannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pengirim: Abdurrahman Fatih (18 tahun)

==========
JAWABAN
==========

Waalaikumsalam,
Halo Abdurrahman Fatih,
Setiap penulis memiliki cara yang berbeda-beda dalam proses kreatif mereka. Ada penulis yang pernah menyarankan, “Cobalah menulis sekitar jam 12 malam hingga jam 2 pagi. Pada saat seperti itu mood kita biasanya lagi tinggi-tingginya, dan kita bisa menulis dengan tenang karena suasana sangat sepi.”

Apakah tips ini benar? Menurut saya, ini benar bagi si pemberi tips, tapi belum tentu efektif bagi penulis lain, termasuk saya. Bagi saya, menulis pada tengah malam adalah sesuatu yang nyaris mustahil, sebab rasa kantuk yang berat akan membuat saya tak bisa menulis apapun.

Intinya, kita memang boleh menyimak tips yang diberikan oleh penulis yang lebih berpengalaman, tapi kita juga harus sadar bahwa tidak semua tips cocok dengan diri kita. Memang banyak penulis yang merasa lebih nyaman jika mengawali proses penulisan cerpen/novel mereka dengan kerangka karangan. Sedangkan saya justru merasa tersiksa jika harus menulis berdasarkan kerangka karangan. Saya pernah coba pakai kerangka karangan. Tapi dalam prakteknya, hampir tak ada bagian dari kerangka karangan itu yang saya patuhi.

Akhirnya, saya menulis dengan “sistem ingatan” saja. Saya biarkan cerita mengalir apa adanya. Kalaupun ada “kerangka karangan” yang saya buat, itu hanya berupa catatan-catatan kecil yang bertujuan agar saya mudah mengingat ide-ide cerita yang akan dituangkan.

Fatih, kamu bisa mengikuti kiat yang saya lakukan. Tapi kalau kamu merasa itu tidak cocok buat kamu, ya jangan diikuti. Terapkanlah kiat yang memang benar-benar membuat kamu merasa nyaman dan dapat memperlancar proses penulisan.

Jika kamu terbiasa menulis tanpa kerangka karangan, dan itu sama sekali tidak masalah, menurut saya pertahankan saja cara ini. Tak perlu pakai kerangka karangan. Sedangkan bagi penulis lain yang merasa lebih cocok pakai kerangka karangan, ya silahkan pakai kerangka karangan.

Semoga membantu, ya. Dan sukses buat kamu!

Wassalam,

Jonru

Sumber: Konsultasi Fiksi PenulisLepas.com
Ingin berkonsultasi seputar penulisan? Klik di sini!

5 Responses to “Cerpen harus pakai kerangka karangan?”

  1. chirichahua Says:

    salam kenal mas jonru..
    saya juga lagi belajar menulis nih..saya juga sering mengalami kebingungan sewaktu mo mulai..apakah mesti pakai kerangka apa tidak..thanks banget karena telah dibahas di sini..

  2. ahmad irfan Says:

    wah makasih Mas…
    saya jg kadang bingung menyelesaikan cerpen yg saya buat.
    karena biasanya klo saya menulis cerpen, baru pertengahan, eh sudah mikir cerita lain…suka gak konsen !

  3. dhenise Says:

    sama-sama bingung deh!!! :p hehehe

  4. efrozi Says:

    assalamu’alaikum

    salam kenal
    boleh numpang kan?

    wassalam….

  5. audia Says:

    ass. wr. wb
    saya mau ikut lomba nulis, tapi saya sering bingung mau nulis apa,
    lalu saya putuskan untuk menceritakan tentang masa2 SMP saya,
    masalahnya, sekarang saya bingung bagaimana cara menghidupkan cerita saya?

Leave a Reply