Cara Mengirimkan Naskah dan Konsekuensinya

Mas, saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai pengiriman naskah ke penerbit.

1. Sebaiknya naskah yang kita kirimkan nanti dalam bentuk soft copy atau hard copy?

2. Jika naskah kita ditolak, apakah penerbit akan menjelaskan alasan penolakannya? Dan jika kita sudah memperbaiki naskah tersebut, apakah bisa kita kirimkan kembali ke penerbit yang sama atau penerbit lainnya?

3. Apakah ada kemungkinan naskah kita ditolak oleh penerbit, tapi suatu hari penerbit tersebut menerbitkan tanpa seijin kita dan menggunakkan nama lain atas naskah tersebut? Apa yang harus kita lakukan agar hal tersebut tidak terjadi?

Terima kasih atas bantuannya, Mas Jonru.

Pengirim: Shinta (33 tahun, Karyawawi, Depok)

====================
JAWABAN JONRU
====================

Shinta yang baik….

Saya coba jawab satu-persatu ya….

1. Dikirim dalam bentuk soft copy atau hard copy?
Karena yang Anda sebut adalah PENERBIT, maka saya mengasumsikan bahwa naskah yang dimaksud adalah naskah buku. Benar, kan?

Untuk naskah buku (yang biasanya tebal), sebaiknya kirim lewat pos, atau dalam bentuk hard copy. Kenapa? Alasannya bisa Shinta baca di sini (memang ini penjelasan untuk novel, tapi bisa juga diterapkan pada jenis naskah lain).

Setelah nanti naskah Anda disetujui, barulah kirim soft copy-nya lewat email.

2. Sebagian besar penerbit memang menjelaskan alasan penolakan tersebut. Tapi ada juga yang tidak. Terlepas apakah mereka menjelaskan atau tidak, Shinta sebagai penulis punya hak untuk bertanya dan meminta penjelaan mereka. Tak usah takut, minder atau ragu untuk bertanya. Langsung saja telepon editor si penerbit tersebut. Biasanya, dari penjelasan dia, Shinta bisa mendapatkan pengetahuan baru mengenai penerbitan. Bahkan, Shinta mungkin punya ide tentang bagaimana cara merevisi naskah yang ditolak tersebut.

Bila naskah tersebut Anda revisi lagi, tentu masih ada kemungkinan untuk dikirim ke penerbit yang sama. Yang penting, mereka masih mau menerimanya. Atau, kenapa Anda tidak tawarkan saja ke penerbit lain? Jumlah penerbit saat ini sangat banyak, lho. Anda tinggal pilih saja :)

3. Kemungkinan seperti yang Anda tanyakan ini tentu saja ada. Tapi janganlah dilanda ketakutan atau paranoid yang berlebihan. Yang perlu kita lakukan hanyalah berhati-hati. Untuk penerbit yang reputasinya sudah terkenal baik, saya kira tak ada yang perlu diragukan. Sedangkan bagi penerbit yang masih baru, Anda sebaiknya bertanya-tanya dulu kepada penulis lain mengenai reputasi mereka.

Untuk menghindari pembajakan, kirimlah naskah Anda dalam bentuk hard copy (ini memperkuat alasan untuk poin 1 di atas). Sebab naskah hard copy lebih sulit dibajak ketimbang soft copy.

Dan jangan lupa, setiap kali mengirim naskah simpanlah satu berkas naskah tersebut sebagai arsip pribadi Anda. Jangan sampai Anda mengirim naskah tapi Anda sendiri tidak punya arsipnya.

Bila naskah tersebut sudah dikirim lewat email, biasanya ada arsipnya di folder Sent Items, kan? Nah, arsip di Sent Items ini jangan sampai dihapus, sebab bisa sebagai bukti bila nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap naskah tersebut. Atau, ketika mengirim naskah, masukkan alamat email Anda sendiri di isian CC.

Bila Shinta ingin tahu lebih banyak tentang seluk beluk pengiriman naskah ke penerbit, bisa membaca buku saya, “Menerbitkan Buku Itu Gampang”, yang Insya Allah akan terbit pada awal November 2008. Saat ini, Anda bisa melakukan preorder dengan mengklik di sini.

Oke deh, semoga bermanfaat, ya….

Salam sukses untuk Anda!

Jonru

PENTING:

  1. Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik DI SINI untuk mengirim pertanyaan.
  2. Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi komentar di bawah ini. Namun Ingat: Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan konsultasi. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar penulisan, silahkan DI SINI.
  3. Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online.

Leave a Reply