Cara Mengedit Tulisan

Dear Mas Jonru,

Setelah menerima materi-materi dari Mas Jonru, saya mencoba untuk menulis sampai selesai, karena sebelumnya tulisan saya tidak pernah selesai. Memang masih sangat sederhana. Tetapi saya berusaha untuk menyelesaikannya sesuai yang Mas Jonru ajarkan. Otak kanan dulu, baru otak kiri. Dan saya berhasil. Tetapi ketika saya ingin mengeditnya, saya bingung lagi. Apa yang mesti saya edit? Beberapa memang saya edit seperti ejaannya, atau pilihan katanya. Tapi saya merasa masih ada yang belum pas.

Sebaiknya bagaimana ya? Bagaimana cara mengetahui tulisan kita sudah bagus atau belum? Terima kasih.

Pengirim: Yani (33 tahun, Karyawati, Malang)

====================
JAWABAN JONRU
====================

Mbak Yani….

Terima kasih dan alhamdulillah karena Mbak Yani sudah berhasil menulis dengan kiat “Otak kanan dulu baru otak kiri”, seperti yang dijelaskan pada Newsletter BelajarMenulis.com (bagi rekan-rekan yang belum bergabung, silahkan mendaftar dengan mengisi formulirnya di bagian kanan atas halaman ini. Gratis).

Setelah seluruh ide tertuang (atau setelah otak kanan selesai bekerja), memang saatnya kita meggunakan otak kiri. Tulisan yang dibuat secara bebas dan spontan tentu banyak mengandung kesalahan di sana sini. Karena itu, kita harus merevisi dan mengeditnya agar menjadi lebih baik.

Tentang pekerjaan editing ini, sebenarnya tak ada yang perlu Mbak Yani bingungkan. Perlu diketahui bahwa kita ini adalah penulis, bukan editor. Kita tak perlu menguasai ilmu dan keahlian editing seperti para editor di penerbitan buku, atau redaktur di media massa. Yang perlu kita lakukan hanyalah merevisi tulisan tersebut SEMAMPU KITA. Jadi, bila Mbak Yani telah mengedit ejaan dan pilihan katanya, ya menurut saya itu sudah sangat bagus.

Inti dari pekerjaan editing bagi seorang penulis: Revisilah tulisan Anda sehingga menjadi lebih baik. Revisi dan editlah semampu Anda. Itu saja. Titik.

Bila Mbak Yani merasa masih banyak yang belum pas, padahal tulisan tersebut sudah direvisi atau diedit, tak perlu heran. Bahkan para penulis yang sudah sangat senior pun akan selalu merasa belum puas setelah mengedit tulisan mereka berulang kali. Rasa tidak puas seperti ini sangat manusiawi, karena itu jangan terlalu dipikirkan.

Yang perlu Mbak Yani lakukan setelah melakukan revisi/editing terhadap tulisan tersebut adalah “melanjutkan misi”. Maksudnya: Tulisan tersebut akan dikemanakan? Bila sejak awal Mbak Yani berniat mengirim tulisan tersebut ke Harian Republika misalnya, ya langsung saja kirim ke sana. Bila memang layak muat, pihak Republika - juga media massa lain - punya tim editor yang siap untuk mengedit tulisan Anda sehingga lebih bagus. Bila sejak awal Mbak Yani meniatkan tulisan itu untuk dimuat di blog, ya langsung saja dimuat di blog. Demikian seterusnya.

Soal tulisan yang bagus, sebenarnya kita bukanlah juri yang objektif untuk karya-karya kita. Karena itu, untuk mengetahui apakah tulisan kita sudah bagus atau tidak, maka kita bisa meminta penulis senior untuk mengomentarinya. Kita bisa juga langsung mengirimnya ke media massa, untuk mengetes apakah layak muat atau tidak. Atau kita bisa memuatnya di blog untuk mengetahui bagaimana reaksi pembaca terhadap tulisan tersebut.

Rajin menulis dan banyak membaca buku adalah dua kiat paling jitu untuk meningkatkan kualitas tulisan-tulisan kita. Karena itu, coba Mbak Yani terapkan kedua kiat ini secara bersungguh-sungguh.

Oke deh, semoga bermanfaat, ya….

Salam sukses untuk Anda!

Jonru

PENTING:

  1. Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasn Penulisan ini. Klik DI SINI untuk mengirim pertanyaan.
  2. Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi komentar di bawah ini. Namun Ingat: Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan konsultasi. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar penulisan, silahkan DI SINI.
  3. Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online.

Leave a Reply