Berfikir Divergen dan Konvergen

oleh : Abdul Halim Fathani

Tidak sedikit mahasiswa tingkat akhir yang mengalami ‘kebingungan intelektual’. Yaitu ketika mencoba mencari permasalahan/ide yang akan dijadikan tulisan dalam bentuk skripsi. Kebanyakan mahasiswa bolak-balik berkunjung dari kampus satu ke kampus lain yang memiliki program studi yang sama dengan yang ia tekuni selama kuliah. Tempat yang ia jadikan sasaran adalah ingin melihat skripsi yang ada di perpustakaan. Kebanyakan mahasiswa, berpendapat dengan metode inilah sehingga mereka dapat menemukan bahan/permasalahan yang dapat diajukan ke pihak Fakultas untuk dijadikan bahan penulisan skripsinya.

Salahkah metode berfikir yang diterapkan mahasiswa ini? Dalam proses berfikir, banyak metode/model yang dapat digunakan untuk menemukan ide. Tetapi akan lebih baik jika metode yang kita gunakan merupakan metode yang ‘cerdas’ sehingga akan dapat membuahkan hasil yang benar-benar optimal. Berikut akan diuraikan metode berfikir yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi mahasiswa ketika setiap kali melakukan proses berfikir, terutama untuk menggali ide/mencari permasalahan, yaitu berfikir metode Divergen dan Konvergen.

Proses melahirkan ide dengan cara berfikir divergen berarti membiarkan pikiran kita untuk bergerak ke mana-mana secara simultan. Kita dituntut untuk mengeluarkan apa pun yang muncul di otak kita. Munculnya satu ide akan dapat memicu timbulnya ide yang lain. Sebanyak dan sejelek apapun ide yang muncul tetap kita tampung, dan alangkah lebih baiknya ditulis di atas kertas sehingga masih dapat diingat dan dapat dikembangkan. Proses berfikir divergen paling mudah muncul pada seseorang yang tidak terlalu memperhatikan baik-buruknya suatu nilai (acak-abstrak) sehingga dapat dengan mudah melompat dari satu ide ke yang lain. Atau dengan kata lain gambaran berfikir divergen adalah melingkar-lingkar seperti cakar ayam (squiggle).

Ketika melahirkan ide-ide, dituntut untuk mampu melihat dunia di sekeliling kita secara menyeluruh. Dengan langkah inilah proses kreatif dalam berfikir semakin tajam sehingga ide yang dimunculkan pun semakin bervariatif. Dan kunci utama dalam metode berfikir divergen ini adalah menghilangkan penilaian. Karena jika penilaian masih menghantui kita, maka akan sulit untuk dapat menjalankan proses berfikir divergen secara efektif.

Langkah selanjutnya setelah kita dapat melahirkan ide-ide, maka biarkanlah ide-ide itu mengalami inkubasi. Yakni biarkan ide itu mengendap sementara waktu di benak kita. Berhentilah untuk melakukan proses berfikir, dan silahkan melakukan aktivitas lainnya yang lebih santai. Ketika kita melakukan aktivitas santai, maka akan muncul sekilas wawasan atau reaksi yang kemudian dapat kita lanjutkan pada proses berfikir berikutnya yakni berfikir secara konvergen, dengan pikiran yang lebih jernih.

Setelah kita melakukan proses berfikir secara divergen dengan mengumpulkan semua ide yang kita keluarkan, maka selanjutnya adalah menyaring/menyeleksi atau ide tersebut, kita sempitkan menjadi beberapa ide saja yang terbaik. Kita dituntut mampu untuk memilih ide mana yang paling menarik, paling praktis, paling sesuai, paling unik, atau lainnya yang sesuai dengan tujuan yang kita inginkan. Lalu, langkah terakhir tetapkan secara bijak satu ide yang akan kita gunakan. Mempersempit fokus dari beberapa ide besar inilah yang dinamakan dengan proses berfikir Konvergen. Model ini paling mudah untuk para pemikir “bujur sangkar” yang senang pada segala sesuatu yang terdefinisi dengan jelas.

Allah Swt melengkapi kepada setiap manusia dengan alat berfikir yang biasa kita sebut dengan otak. Otak terbagi menjadi dua bagian otak kiri dan otak kanan. Dari uraian di atas bahwa berfikir divergen adalah membiarkan otak kita bebas bergerak ke segala arah untuk mencari ide-ide yang nantinya kita tampung. Hal ini sesuai dengan fungsi pada otak kiri. Sedangkan berfikir secara konvergen adalah mempersempit ide dengan menyeleksi ide-ide mana yang terbaik, dan hal ini sesuai dengan fungsi dari otak kanan. Dengan kata lain berfikir divergen dan konvergen adalah bagaimana cara kita untuk menggunakan otak kiri dan otak kanan secara seimbang.

Penulis adalah mahasiswa Matematika Fakultas Sains & Teknologi UIN MALANG

sumber : penulislepas.com

One Response to “Berfikir Divergen dan Konvergen”

  1. Dhani Says:

    Bismillah
    hmm,,,bpikir divergen kmudian konvergen,alhamdulillah trimakasih dah mberi inspirasi.
    Skripsi tinggal 3 smstr lg nich, mhon doanya.
    Btw,,,klo divergen dn konvergen di integral tak wajar gmna nich???ndak mudeng euy!

Leave a Reply