Bagaimana Membuat Tulisan Serius (Ilmiah) Menjadi Populer (Enak Dibaca)?

Saya sudah beberapa kali mengisi bulletin internal kantor dengan artikel khusus tentang peternakan ayam. Bahasa yang digunakan di bulletin itu adalah bahasa baku, seperti menulis tesis atau skripsi. Kemudian saya mencoba menulis artikel untuk saya kirimkan ke redaksi majalah peternakan terkemuka. Sudah 2 kali saya kirimkan artikel saya,namun tidak juga dimuat. Ketika saya tanyakan hal itu, mereka menjawab belum pas dengan topik. Padahal tulisan saya adalah topik yang umum. Saya berfikir apa mungkin karena bahasa yang saya gunakan dalam artikel untuk majalah ini sama dengan bahasa di bulletin, yaitu bahasa baku seperti pada tesis/skripsi. Yang ingin saya konsultasikan, bagaimana membuat suatu tulisan ’serius’ yang dapat diterima oleh dunia jurnalistik (dengan bahasa yang lebih ngepop)? Terima kasih.

Pengirim: Rinie (27 tahun, Karyawati, Jakarta).
Pertanyaan senada oleh Utari (34 tahun, Pekerja Lepas, Depok)

=================
JAWABAN JONRU
=================

Mbak Rinie dan Mbak Utari yang baik,

Jenis dan gaya tulisan yang kita buat memang banyak dipengaruhi oleh KEBIASAAN; Buku apa yang biasa kita baca, tulisan apa yang biasa kita buat, dan seterusnya.

Karena itu, bila kita ingin menulis sebuah tulisan dengan jenis dan gaya yang berbeda, kiat yang paling jitu menurut saya adalah dengan mengubah kebiasaan tersebut. Jadi bila Anda ingin membuat tulisan yang ngepop, cobalah untuk membiasakan diri membaca tulisan-tulisan yang ngepop pula. Yakin deh, suatu saat nanti Anda akan “ketularan”.

Untuk mengubah tulisan yang serius/ilmiah menjadi tulisan yang populer, ada kiat yang insya Allah cukup jitu.

Pertama, bayangkanlah bahwa si pembaca masih sangat awam. Misalnya Anda hendak membuat tulisan tentang “cara membuat email”, sedangkan si pembaca justru belum tahu apa itu internet bahkan komputer. Bagaimana Anda harus menjelaskan “email” kepada orang yang sama sekali belum mengenal komputer? Nah, justru di sinilah tantangannya, kita harus bisa menjelaskan sesuatu yang “rumit” dengan cara yang segamblang mungkin.

Kedua, bermain-mainlah dengan analogi. Sebab dengan analogi, insya Allah pembaca akan lebih mudah memahami hal-hal yang Anda jelaskan.

Ketiga, hindarilah istilah-istilah ilmiah, ganti dengan istilah-istilah yang lebih umum. Misalnya, kalimat “Urgensi Pemeriksaan Kesehatan pada Ayam Ternak” bisa diganti menjadi “Memeriksa Kesehatan Ayam Ternak, Pentingkah?”.

Keempat: hindarilah penjelasan yang teoritis. Yang paling penting untuk dilakukan adalah “bagaimana caranya agar si pembaca mengerti tentang hal yang saya sampaikan”. Nah, setelah si pembaca mengerti dan dia ingin bertanya lebih lanjut, barulah kita sampaikan penjelasan teoritisnya.

Agar lebih jelas, coba bandingkan kedua tulisan berikut.

Tulisan 1:

Email adalah perangkat elektronik yang memungkinkan kita mengirim pesan digital melalui mail server tertentu untuk diteruskan ke mail server lain. Si penerima pesan digital ini akan mendownload pesan digital tersebut atau mengaksesnya melalui webmail tertentu.

Tulisan 2:

Email adalah cara baru dalam berkomuninasi. Dengan perangkat ini, kita bisa mengirim pesan kepada teman atau kerabat yang tinggalnya amat jauh, dalam waktu yang singkat, cepat, dan berbiaya murah, bahkan bisa gratis. Uniknya, semua ini bisa kita lakukan langsung dari komputer, tanpa harus pergi ke kantor pos.

Anda bisa melihat bahwa Tulisan 1 berisi penjelasan teoritis yang sulit dipahami oleh orang awam, terutama karena banyak “istilah asing” di dalamnya. Sementara Tulisan 2 disampaikan dengan analogi dan bahasa yang mudah dimengerti.

Oke deh, semoga penjelasannya membantu, ya.

Salam sukses!

Salam sukses untuk Anda!

Jonru

PENTING:

  1. Anda bisa berpartisipasi dalam Konsultasi Penulisan ini. Klik DI SINI untuk mengirim pertanyaan.
  2. Anda dipersilahkan mengomentari topik konsultasi di atas. Silahkan isi komentar di bawah ini. Namun Ingat: Jangan gunakan fitur comment di bawah ini untuk mengajukan pertanyaan konsultasi. Akan kami abaikan. Untuk berkonsultasi seputar penulisan, silahkan DI SINI.
  3. Anda ingin belajar menulis secara lebih intensif? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online.

One Response to “Bagaimana Membuat Tulisan Serius (Ilmiah) Menjadi Populer (Enak Dibaca)?”

  1. mohammad hartono Says:

    Bagaimana kalau kita menulis aktivitas sehari hari.misalnya kita kerja apa saja bisa dikatakan penulisan ilmiah?dan kata
    kata adalah senjata dari aktivitas kerja artinya bisa membunuh begitu juga tehnik bekerja dsb,

Leave a Reply